iDAN

13 Julai 2011

Fitnah Kubur bagi Orang Beriman dan Orang Kafir


Imam Ahmad dalam kitabnya Al-Musnad menyebutkan bahwa Al-Bara’ ibn ‘Azib pernah berkisah sebagai berikut:

Kami pernah keluar bersama Rasulullah untuk mengantarkan jenazah serang laki-laki dari sahabat Anshar, kemudian sampailah kami ke pekuburan tersebut. Setelah mayat tersebut dikebumikan, Rasulullah duduk, kami pun duduk di sekitarnya dengan tenang sehingga seakan-akan kepala kami dihinggapi seekor burung. Tangan beliau memegang sebatang kayu dan mencocok-cocokkan ke tanah. Kemudian beliau mengangkat kepalanya dan bersabda, “Berlindunglah kalian kepada Allah dari azab kubur.”

Beliau mengatakan itu sebanyak dua kali atau tiga kali, setelah itu beliau bersabda lagi sebagai berikut:

Jika seorang hamba yang beriman telah meninggal dunia dan menghadap ke akhirat, akan turun kepadanya sejumlah malaikat dari langit yang berwajah putih bersih seakan-akan matahari. Mereka membawa kafan dari kafan-kafan penghuni syurga dan juga wewangian dari syurga. Mereka kemudian duduk di suatu tempat yang dapat dilihat oleh sejauh mata memandang. Kemudian datang malaikat pencabut nyawa, lalu duduk di dekat kepalanya sambil berkata, “Keluarlah, wahai jiwa yang tenang, keluarlah untuk menuju ampunan dan keredaan Allah.”

Lantas keluarlah nyawanya dengan mengalir bagaikan mengalirnya air yang menetes dari tempat air. Malaikat pencabut nyawa kemudian mengambil roh orang tersebut dan membungkusnya dengan kain kafan yang telah ditaburi wewangian dari syurga.

Dari kafan itu tercium semerbak bau wangi yang melebihi bau wangi misik yang pernah ditemui di bumi. Para malaikat kemudian naik ke langit dengan membawa kafan tersebut. Mereka tidak pernah melewati satu malaikat pun dari para malaikat penduduk langit melainkan mereka ditanya, “Roh siapakah yang berbau wangi itu?”

Para malaikat pembawa roh itu menjawab, “Ini adalah roh Fulan bin Fulan, “Berkat nama-namanya yang paling baik yang mereka sebutkan sewaktu berada di dunia, mereka kemudian memohon agar dibukakan pintu langit untuknya, Lalau terbukalah pintu langit itu. Dari setiap langit, semua malaikat yang dekat dengan Allah mengantarkannya sampai ke langit berikutnya hingga mereka sampai ke langit yang ke tujuh.

Setelah mereka sampai ke langit yang ke tujuh, Allah berfirman: “Tulislah kitab hamba-Ku ini di dalam ‘Illiyyin lalu kembalikanlah dia ke bumi karena Kami telah menciptakan mereka dari bumi (tanah). Kepadanya Aku kembalikan mereka dan dari dalamnya Aku mengeluarkannya sekali lagi.”

Rohnya kemudian dikembalikan ke bumi, lalu datanglah dua orang malaikat yang kemudian mendudukkannya, Mereka lantas bertanya kepadanya, “Siapakah Tuhan Anda ?” Ia menjawab, “Tuhanku adalah Allah .”

Kedua malaikat itu bertanya lagi, “Apakah agama Anda?” Ia menjawab, “Agamaku adalah Islam.”

Kedua malaikat itu bertanya lagi, “Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada Anda?”

Jawabnya, “Beliau adalah (Muhammad) Rasulullah.” Malaikat itu bertanya, “Dari mana Anda tahu ?” Ia menjawab, “Aku telah membaca Kitab Allah. Aku mengimani dan membenarkannya.”

Lalu terdengarlah sebuah panggilan dari langit, “Jika memang hamba-Ku ini benar, maka hamparkanlah untuknya (permadani) dari syurga, berilah ia pakaian dari syurga, dan bukakanlah untuknya pintu yang menuju syurga.” Kemudian roh orang yang beriman dikembalikan ke jasadnya beserta bau wamgi-wangiannya, lalu diluaskan kuburannya sejauh mata memandang.

Selanjutnya datanglah seorang laki-laki tampan yang berpakaian bagus dan berbau harum. Ia berkata, “Berbahagialah dengan segala yang membahagiakan Anda. Ini adalah hari kebahagiaan Anda yang telah Allah SWT janjikan.” Orang beriman tersebut bertanya, “Siapakah engkau? Wajahmu tampan sekali.” Ia menjawab, “Aku adalah amal soleh Anda.”

Orang beriman itu kemudian berkata: “Tuhanku datangkanlah hari kiamat. Tuhanku datangkanlah hari kiamat sehingga kau dapat kembali pada keluarga dan hartaku.”

Rasulullah lalu meneruskan sabdanya:

Sementara seorang hamba yang kafir, ketika ia mati dan menghadap ke akhirat, akan turun kepadanya dari langit beberapa malaikat yang mukanya hitam sambil membawa kain kasar. Mereka duduk di suatu tempat sejauh mata memandang. Datanglah kemudian malaikat pencabut nyawa dan duduk di dekat kepalanya dan berkata, “Hai jiwa yang busuk, keluarlah kamu menuju pada kemurkaan dan kemarahan Allah.”

Roh orang tersebut lalu dipaksa keluar dari jasadnya seperti besi yang dicabut dari bulu domba yang basah dan kemudian diambil oleh malaikat tersebut. Setelah itu mereka tidak membiarkan roh tersebut ada di telapak tangannya barang sekejap. Mereka langsung memasukkannya ke dalam kain kasar tersebut. Dari kain kasar tersebut keluar bau busuk melebihi busuknya bangkai yang pernah ditemui di dunia.

Mereka kemudian membawanya ke langit. Mereka tidak pernah melewati satu malaikat pun dari kalangan penduduk langit melainkan mereka ditanya, “Roh siapa yang busuk ini?”

Mereka menjawab, “Roh Fulan bin Fulan.” Lantaran menyebut nama-namanya yang paling buruk yang pernah ia sebut di dunia, kemudian ia mohon dibukakan pintu langit, tetapi pintu langit tidak dibukakan untuknya.

Rasulullah kemudian membaca Firman Allah SWT yang artinya, “Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak pula mereka masuk syurga, hingga unta masuk ke lubang jarum.” (QS. Al-A’raf (7): 40).

“Tulislah buku catatan amalnya di Sijjin yang berada di bumi paling bawah.” Rohnya kemudian dilemparkan begitu saja. Kemudian Rasulullah membacakan sebuah Firman Allah yang artinya, “Barangsiapa yang menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia adalah seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh seekor burung, atau diterbangkan oleh angin ke tempat yang jauh.” (QS. Al-Hajj (22): 31).

Rohnya kemudian dikembalikan ke jasadnya. Selanjutnya datanglah kepadanya dua orang malaikat lantas mendudukkannya. Mereka bertanya kepadanya, “Siapakah Tuhanmu?” Ia menjawab, “Ee..ee..ee.. saya tidak tahu.” Mereka bertanya lagi, “Apa agamamu?” Ia menjawab, “Ee..ee..ee.. saya tidak tahu.”

Setelah itu terdedengar sebuah pamggilan dari langit, “Jika ia benar-benar berdusta, hamparkanlah untuknya sebuah hamparan yang terbuat dari api neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu yang menuju ke neraka.” Ketika pintu itu dibuka, maka panas dan racunnya langsung menembus badannya dan kuburannya pun menjadi semakin sempit dan menghimpit badannya sehingga tulang-tulangnya berserakan.

Ia kemudian didatangi seorang laki-laki yang berwajah buruk, berpakaian buruk dan berbau busuk. Orang itu berkata kepadanya, “Berbahagialah kamu dengan sesuatu yang membinasakanmu. Hari ini adalah hari kesengsaraanmu yang telah Allah janjikan!” Orang yang mati derhaka itu kemudian bertanya, “Siapakah engkau? Wajahmu sangat buruk.” Ia menjawab, “Aku adalah amal burukmu.”

Orang derhaka itu berkata, “Tuhanku, jangan Engkau datangkan hari kiamat.”

Di dalam teks Imam Ahmad disebutkan, “Ketika itu Allah menjadi ‘buta’, ‘tuli’ dan ‘bisu’ terhadap orang tersebut. Di tangan-Nya ada sebatang besi. Jika besi tersebut ditimpakan pada sebuah gunung, niscaya gunung tersebut akan hancur menjadi debu.

Allah SWT lantas mengembalikan orang tersebut seperti sediakala. Orang tersebut dipukul lagi dengan satu pukulan hingga menjerit, sementara jeritannya dapat didengar oleh semua makhluk selain jin dan manusia.”

Al-Bara’ berkata, “Setelah itu dibukakan sebuah pintu untuknya menuju neraka dan dihamparkan untuknya sebuah hamparan yang terbuat dari api neraka.”

Pilihan Hati

Selain kita mahukan akhirat yang kekal, dapat kita berkumpul dalam Syurga
milik Nan Esa pastinya di dunia sementara ini kita mahu miliki
antaranya anugerah yang sebegini...

Anda dihadiahkan punyai pasangan secantik ini
atau

Secantik Maya Karin sebelum janda
atau

atau seiras jejaka tampan lagi hartawan ini
atau

anda dihadiahkan Resort seindah ini
atau

atau hak milik hutan terbiar ini;
entah kenapa aku ni suka sangat dengan hutan...
aku suka hutan ini...

atau

memiliki rumah agam atas gunung!
atau

Istana Hinggap ini?.

10 JENIS ORANG ISLAM YANG KEJAM


Sufyan Atsauri berkata:"Sepuluh macam daripada kekejaman ialah:

1.Seorang yang berdoa untuk dirinya sendiri,dan tidak mendoakan untuk anak-anaknya dan kaum mukmin.

2.Seorang yang pandai membaca Al-Quran, tetapi tiap harinya tidak membaca seratus ayat.

3.Seorang yang masuk masji d lalu keluar dan tidak sembahyang dua rakaat.

4.Seorang yang berjalan melalui kuburan kemudian tidak memberi salam dan mendoakan ahli kubur.

5.Seorang yang sampai di suatu kota pada hari Jumaat kemudian tidak sembahyang jemaah.

6.Seorang yang di daerahnya didatangi oleh seorang alim, tiba-tiba tidak mahu belajar apa-apa daripadanya.

7.Dua orang yang bertemu di perjalanan dan masing-masing tidak menanyakan nama kawannya
itu.

8.Seorang diundang pada jamuan tiba-tiba tidak datang.

9.Pemuda yang tidak ada kerja dan tidak mahu belajar ilmu dan kesopanan.

10.Seorang yang kenyang sedang dia tahu bahawa tetangganya lapar, tetapi tidak diberi dari makanannya itu.

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."

11 Julai 2011

Ish! 14

mana pula ni.


orang ke apa ni...

Kematian


Kematian itu pasti menjelma. Hanya masa dan waktunya yang tidak kita

Ketahui. Cuba kita amati. Mengapa kebanyakan orang yg nazak, hampir ajal tidak dapat berkata apa-apa.. lidahnya kelu, keras dan hanya mimik mukanya yang menahan kesakitan 'sakaratul maut'.

Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud: "Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika azan, jika tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya." Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri, jangan berkata apa-apa pun semasa azan berkumandang.

Sebagai orang beragama Islam kita wajib menghormati azan. Banyak fadhilatnya. Jika lagu kebangsaan kita diajar agar berdiri tegak dan diamkan diri. Mengapa ketika azan kita tidak boleh mendiamkan diri?

Lantas sesiapa yang berkata-kata ketika azan, Allah akan kelukan lidahnya ketika nazak. Kita takut dengan kelunya lidah kita semasa ajal hampir tiba maka kita tidak dapat mengucap kalimah "Lailahaillallah.." yang mana sesiapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya akan dicabut Allah dgn izinNya menjanjikan syurga untuk mereka. Dari itu marilah kita sama-sama menghormati azan dan mohon kepada Allah supaya lidah ini! tidak kelu semasa nyawa kita sedang dicabut.

"Ya Allah! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia, lancarkan lidah kami mengucap kalimah "Lailahaillallah.." semasa sakaratul maut menghampiri kami. Amin.. amin.. amin Yarobbal a'lamin.."

WASIAT NABI MUHAMMAD S.A.W. kepada SAIDINA ALI R.A.;

Wahai Ali, bagi orang 'ALIM itu ada 3 tanda-tandanya:

1) Jujur dalam berkata-kata.
2) Menjauhi segala yg haram.
3) Merendahkan diri.

Wahai Ali, bagi orang yg JUJUR itu ada 3 tanda-tandanya:

1) Merahsiakan ibadahnya.
2) Merahsiakan sedekahnya.
3) Merahsiakan ujian yg menimpanya.

Wahai Ali, bagi org yg TAKWA itu ada 3 tanda-tandanya:

1) Takut berlaku dusta dan keji.
2) Menjauhi kejahatan.
3) Memohon yang halal kerana takut jatuh dalam keharaman.

Wahai Ali, bagi AHLI IBADAH itu ada 3 tanda-tandanya:

1) Mengawasi dirinya.
2) Menghisab dirinya.
3) Memperbanyakkan ibadah kepada Allah s.w.t.

Wang RM50 atau S$50 kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak derma masjid, tetapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket. 45 minit terasa terlalu lama untuk berzikir tapi betapa pendeknya waktu itu untuk pertandingan bola sepak. Semua insan ingin memasuki Syurga tetapi tidak ramai yang berfikir dan berbicara tentang bagaimana untuk memasukinya.


10 Julai 2011

Lelaki yang bakal ahli neraka



Pertama:- Ayahnya
Apabila seseorang yang bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar solat, mengaji dan sebagainya. Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat.....tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia sahaja maka dia akan ditarik oleh anaknya.

Kedua:- Suaminya
Apabila seorang suami tidak memperdulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas di pejabat, memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan mahram, apabila suami mendiam diri......walaupun dia seorang alim (solat tidak tangguh, puasa tidak tinggal) maka dia akan ditarik oleh isterinya.

Ketiga:- Abang-abangnya
Apabila ayahnya sudah tiada, tanggungjawab menjaga maruah wanita jatuh pula ke abang-abangnya.....jikalau mereka hanya mementing keluarganya sahaja dan adik perempuannya dibiar melencong dari ajaran ISLAM ..tunggulah tarikan adiknya di akhirat.

Keempat:- Anak Lelakinya
Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yang haram dari Islam, maka anak itu akan disoal dan dipertangungjawabkan di akhirat kelak......nantikan tarikan ibunya. Maka kita lihat betapa hebatnya tarikan wanita bukan sahaja di dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat...maka kaum lelaki yang bergelar ayah / suami/abang atau anak harus memainkan peranan mereka yang sebenar tidak silap firman ALLAH S.W.T.:- "HAI ANAK ADAM PERIHARALAH DIRI KAMU SERTA AHLIMU DARI API NERAKA, DIMANA BAHAN PEMBAKARNYA IALAH MANUSIA DAN BATU-BATU....."

Hai wanita, kasihankan ayah anda, suami anda, abang-abang anda serta anak-anak lelaki anda...kesiankanlah mereka dan diri kamu sendiri......jalankan perintah ALLAH S.W.T. dengan bersungguh-sungguh dan dengan ikhlas..
Akhir kata, marilah kita berdoa agar kita semua terselamat dari ditarik dan tertarik....oleh mana-mana pihak.

Harga seseorang muslim adalah sangat berharga. ALLAH S.W.T. nilaikan seseorang muslim dengan SYURGA... semua kaum muslim masuk syurga..... janganlah kita membuang atau tidak mengendah janji ALLAH S.W.T.

SEMOGA KITA SEMUA TERGOLONG DARI AHLI SYURGA YANG MEMASUKI-NYA TANPA HISAB.

Anak Muda tak minat Politik


"Dah daftar untuk mengundi Afiz"

"Kat mana nak daftar tu ayah!"

"Dalam internet pun ada kut!" aku baru menyemaknya, huh! satu kelemahan kena pergi ke pejabatnya di Shah Alam; dalam dunia yang canggih masih ada ketidaktelusannya SPR ini.

http://www.spr.gov.my/index_files/hubungi_kami/hubungi.asp

Selalunya jika ada majlis ceramah atau apa jua himpunan politik ada meja daftar pengundi ini.

Maka itu anak muda tak ramai minat berpolitik, jiwa mereka masih terumbang ambing dalam mencari suasana mencari kerja. Apatah lagi penyata hutang PTPTN telah datang ke rumah. Belum pun dapat kerja hutang telah keliling pinggang. Apatah lagi jika ditanya fahaman politik mereka sungguh tak semua ambil tahu. Malahan ketika mengundi pun jiwa mereka entah ada entah tidak kesedaran.

Media arus perdana terusan menjaja dasar kerajaan yang indah bunyinya. Namun hakikat kehidupan belum tentu golongan muda ini akan dapat hdup sendiri; secara keseluruhannya mereka masih bergantung kepada ibu bapa. Mereka bukan anak jati kerajaan apatah lagi jika belajar di IPTS atau kolej swasta. PTPTN tidak sama dengan biasiswa apatah lagi dalam masa terdekat ini mereka yang gagal mendapat CGPA yang baik PTPTN akan ditarik balik.

Hidup terkaparlah mereka, tanpa keluarga entah ke manalah arah pembelajaran mereka. Sebab itu negara maju membolehkan rakyatnya belajar secara percuma. Ini amat perlu difikirkan oleh kerajaan. Tanpa warganegara yang bijak apalah yang ada sebagai aset buat negara.

09 Julai 2011

Kenyataan Murni


Salahkah mahu berkata benar
bilamana keraguan itu makin membelenggu
Salahkah mahu mencari jalan lurus
bilamana asyik ianya disekat samar dipintas
Salahkan mahu berhimpun aman
bilamana keamanan makin nampak bundar
Salahkah menggarap puisi prasangka
bilamana minda ini makin dikepung sengketa
Salahkah mengharapkan era ketelusan
bilamana para juri tidak lagi sejati
Salahkah mahu berdendang kemurnian
bilamana jiwa makin sarat dengan laguan metal
Salahkah mahu menongkah arus deras
bilamana media makin hanyut dengan moral ampuh
Salahkah mahu mencabar akta gurur
bilamana pemimpin makin muncah di arus bacul.

Semalam kotaraya yang damai diancam dua kelompok
satu ingin mengekang suara keramat rakyat
satu lagi terhimpit dengan sekatan darurat
masing-masing ada taringnya yang tersendiri
yang satu dengan segala senjata kemodenan
yang satu lagi sekadar punyai senjata suara berbisa.

Tak mungkin akan usai protes ini
jika memorandum yang diserahkan
tidak dilaksana martabat gagasannya.

Tak akan mungkin tamatnya perarakan ini
jika empunya kuasa tidak mahu merubah
sokongan yang diberikan membawa rebah.

iDANRADZi
Kuala Lumpur.

05 Julai 2011

Si Parkir Meter 2.


"Nak makan kat mana ni ayah!"

"Ngapa Azim lapar ke?" jam di Avanza telah menunjukkan sekitar 11:15 pagi.

"Azim tak sempat makan apa pun tadi, memanglah lapar ayah" berkjar menghantar Husna sejak awal pagi kami berdua memang tak sarapan lagi.

"Sebelah Klinik Kesihatan Kajang tu ada gerai, kita makan di sana" aku merentas bandaraya Kajang menuju Jalan Semenyih. Sesak di Kajang itu telah biasa. Setibanya di Klinik Kesihatan Kajang ada dua gerai di depan pintunya. Aku menuju gerai sebelah kiri nampak ramai orang.

Azim minta nasi lemakbersama telur goreng, aku pula menu makan tengah hari, dengan jering rebusnya, ikan keli sambal juga sayur lemak pucuk ubi. Minum Teh Ais & Air Suam, Azim Sirap Limau Ais. RM11.40. Memang itu kadar makan berdua jika mahu nikmati juadah kampung. Aku nampak pakcik Pengawal Keselamatan dengan juadah bungkusnya makan di gerai yang sama. Memang itu sebaiknya di zaman moden kini, bungkus nasi sendiri hanya beli air minuman di gerai, ais kosong pun sudah okey! baru 20 kupang.

Sedang elok kami makan, Azim mendapat SMS dari Husna mengatakan dia telah selesai urusan doktornya. Aku menyuruh Azim ke klinik, tunggu di ruang menunggu depan lobbi klinik; aku akan jemput. Kasihan Qasrina pasti sakit kena suntik. Lagi pun hari dari gerimis telah mula muncul sinar mentari.

"Menangis tak si Qasrina tadi Mie?" aku memanggil Husna masih dengan panggilan Mie.

"Menangis kejap saja masa disuntik! kemudian dia senyap saja."

"Kut demam pula dia nanti!"

"Ada doktor kasi ubat ni, jika dia demam"

"Apa kata doktor perkembangan Qasrina? gemuk ke kurus ke?"

"Okey!, dah lebih 4kg beratnya!"

Memang Qasrina seorang bayi yang baik, jarang meragam dan nampak montel. Lesung pipinya antara dua mulutnya akan terbit baik ketika senyum atau ketika menangis. Kasihan Qasrin asyik kena cucuk jika jumpa doktor; kini usianya telah masuk kedua bulan, tak pasti suntikan apa pula kali ini.

Aku menuju ke Jenaris untk menghantar Husna & Qasrina. Telah sah Azim terpaksa ponteng sekolah. Urusan dengan pejabat kerajaan bukannya mudah. Aku terbayang akan JPM di Hentian Serdang. Jangan main-main ramainya orang. Aku memilih JPM di Seri Serdang (SS) lebih cepat & selesa sebab tak ramai pengunjungnya.

"Jangan lupa Azim, sampai Jenaris nanti, ambil Surat Beranak, ingatkan ayah buku akaun May Bank & kita cari salinan IC ibu. Kita pun kena buat salinan IC nanti kut! dipinta senang nanti!"

Sebelum pergi aku terpaksa carikan makan Husna, dah dekat tengah hari, dia pun sekadar makan roti kut! sebagai sarapan pagi tadi. Aku cadangkan dia makan Nasi Ayam si Ayu, lama tak jumpa si Ayu; Apa khabar dia, dah berisikah sebab sering aku ke restorannya asyik tutup. Jangkaan aku tersilap rupanya, restorannya masih tutup maka aku terpaksa aku membeli makanan di Restoran Warisan yang dulunya adalah Restoran Irawan. Husna biasalah bab makan ini banyak juga pra syaratnya. Dia nak daging ayam dada!.

Sekembalinya aku dari membeli Nasi Ayam pun lauk siap masak untuk makanan tengah hari, aku bergegas ke rumah untuk aku & Azim ke SS.

"Mie! tadi Neng di Restoran Irawan tu cakap dia bungkuskan daging dada istimewa buat Mie, ayah bilang kat Neng tu; menantu saya ni cuma makan daging ayam bahagian dada, kalau tak ada tak payah! memang dia tak pandang pun!" Husna tersenyum sahaja. "Ayah ada beli banyak lauk ini, ada hati lembu, limpa lembu, ayam & ikan untuk makan tengah hari, Mie masakkan nasi saja untuk Anif nanti, kalau sempat ayah juga akan makan di rumah!"

Aku terus menuju ke SS, sampai di SS tutuplah pula!. Penat saja merentas waktu. Tanya orang sekitar JPM itu; waktu rehat memang JPM tutup hanya akan buka jam 2:00 petang nanti. Tapak parkir banyak kosong di SS mesinnya pun jarang rosak; mudahlah sikit untuk berurusan. Menunggu waktu JPM di buka aku leka di kedai RM1.99 hinggakan terpakai duit pendahuluan untuk buat akaun Azim nanti.

- bersambung.

04 Julai 2011

Tekap Si Tapak Kasut

akan terbit tak lama lagi

Kg Simpang Kerayong Melaka & Ayam.

"Mengantuklah Pakcik ingat nak numpang tidur" aku terlelap sekejap saja di Avanza Mila kemudian terjaga mentari dah tengak di kepala. Suasana di Masjid Kg Simpang Kerayong tampak kering & sepi. Panas sekali cuaca hari ini.

"Haaa?..." dia mendekatkan mendekatkan telinga kirinya.

"Mengantuk!" aku meninggikan sedikit nada suaraku. Kut! kuat sangat macam tak sopan, mengerdik orang tua.

"Haaa?..." ah! sudah payah nampaknya aku ni, dah cakap kuat pun pakcik ni tak dengar!. Aku rasa bundar & makin tambah mengantuk rasanya mata.

"Mengantuk!" sambil aku membuat bahasa isyarat mata, macam orang mengantuk!.

"Ooo! mengantuk, maaflah telinga pakcik ini tak dengar... sebelah ni saja dengar sikit-sikit!" dia menunjukan telinga sebelah kirinya. Aku tersenyum dan berbisik dalam hatiku. Nasib orang tua memang begini, aku pun ada masalah telinga kiri asyik berair dan terpaksa sering dibersihkan dengan putik kapas; jika lambat dibersih akan jadi tahi telinga yang keras & sukar dikorek.

"Dah tiga tahun lebih berubat di hospital tapi tak baik-baik, apa doktor ni!... anak ni datang dari mana?"

"Kajang!"

"Haaa!... macang sini pun ada!" kesitulah pula, aku mula tersenyum di hati. Sudah macam drama di TVlah pula, serba salah pula dibuatnya. Mungkin dia ingat aku mencari buah macang nak buat sambal tengah hari buta inikah apa. Eh! dia yang tanya tempat kenapa pula boleh terfikir bab buah macang segala. Ada dua Kajang atau Machangkah di Melaka ini.

"Bukan macang pakcik... Kajang yang popular dengan Satetu!... Sate Sate!!" aku cuba memahamkan.

"Ooo! Kajang!"

"Kajang dekat Kuala Lumpur! haa aah! Kajang"

"Kajang tu sekitar mana!?"

"Sungai Kantan... Sungai Kantan" payah amat nak berbual dengan pakcik yang kurang pendengaran ini!.

"Sungai Kantan pakcik tahulah tempat tu, pernah sampai di sana, pakcik pernah tinggal di Batu 14, selalu ke Semenyih!; lebih tiga tahun pakcik tinggal di Kajang tu!" pakcik ni suka sebut tiga tahun. Dia memang suka bercerita tapi aku ni pula macam layan orang yang mengantuk, sian pakcik. Puntung rokok di tangannya dibuang!.

- bersambung.

27 Jun 2011

70 Dosa-Dosa


Di bawah ini disinaraikan dosa-dosa yang sering berlaku dalam kehidupan umat Islam. Kita boleh mengelaskan ianya Dosa Besar & Dosa Kecil. Perlu diingat dosa-dosa kecil akan menjadi dosa besar jika terusan kita lakukan.

1. Syirik
2. Membunuh Manusia
3. Sihir
4. Tinggal Sembahyang
5. Tidak Mengeluarkan Zakat
6. Tidak Berpuasa
7. Tidak Mengerjakan Haji Walaupun Berkemampuan
8. Derhaka Kepada Ibu Bapa
9. Memutuskan Silatulraham
10. Berzina
11. Homosex
12. Memakan Riba
13. Memakan Harta Anak Yatim
14. Mendustakan Allah S.W.T dan Rasul
15. Lari dari Medan Perang
16. Sombong
17. Saksi Palsu
18. Meminum Arak
19. Pemimpin Yang Penipu dan Kejam
20. Berjudi
21. Menuduh orang baik melakukan Zina
22. Menipu harta rampasan Perang
23. Mencuri
24. Merompak
25. Sumpah Palsu
26. Berlaku Zalim
27. Pemungut cukai yang Zalim
28. Makan dari kekayaan yang Haram
29. Bunuh Diri
30. Berbohong
31. Hakim yang Tidak adil
32. Rasuah
33. Wanita yang menyerupai Lelaki
34. Tidak Cemburu
35. Cina Buta
36.Tidak Suci Hadas kecil
37. RIAK Mempamerkan Diri
38. Ulamak Dunia (jahat)
39. Khianat
40. Mengungkit-Ungkit Pemberian
41. Mangingkari Takdir
42. Mencari Kesalahan Orang lain
43. Menabur Fitnah
44. Mengutuk Umat Islam
45. Mengingkari Janji
46. Percaya Kepada Sihir dan Nujum
47. Derhaka kepada Suami
48. Gambar pada Baju
49. Menamparkan pipi dan meratap jika terkena bala
50. Menggangu Orang lain
51. Berbuat Zalim terhadap yg lemah
52. Menggangu Tetangga
53. Menyakiti dan Memaki Orang Islam
54. Derhaka kepada Hamba Allah S.W.T dan menggangap dirinya baik
55. Melabuhkan Pakaian
56. Lelaki yang memakai Sutera dan Emas
57. Hamba Lari dari Tuan
58. Sembelihan Untuk Selain Dari Allah S.W.T
59. Menjadi Pak Sanggup
60. Berdebat dan Bermusuh
61. Enggan Memberi Kelebihan Air
62. Mengurangkan Timbangan
63. Merasa Aman Dari Kemurkaan Allah S.W.T
64. Putus Asa Dari Rahmat Allah S.W.T
65. Meninggalkan Sembahyang Berjemaah
66. Meninggalkan Sembahyang Jumaat
67. Mengurangi Wasiat
68. Menipu
69. Mengintip Rahsia dan Membuka Rahsia Orang Lain
70. Mencela Nabi dan Sahabat


2.

Adalah Amru bin Ubaid, seorang ulama Bashrah, dan seorang zahid. Yang dikatakan oleh para pejabat pemerintah tentang dirinya sebagai berikut: "kalian semua adalah para pencari buruan, kecuali Amru bin Ubaid". Ertinya, seluruh ulama mendatangi para pejabat pemerintah untuk mendapatkan hadiah, kecuali Amru bin Ubaid. Suatu saat, ulama kita ini ingin mengetahui definisi yang jelas tentang apa itu dosa besar, secara langsung dari nash al-Quran, bukan dari pendapat para ulama.

Ia kemudian menemui Abu Abdillah Ja'far bin Muhammad Shadiq. Seperti kita ketahui, Ja'far Shadiq adalah orang tokoh yang paling patut untuk ditanya tentang hal ini; karena ia adalah seorang ulama dari ahlul bait, dan ia telah begitu mendalami rahsia-rahsia kandungan al-Quran. Setelah ia bertemu dengannya, dan duduk bersamanya, ia kemudian membaca firman Allah SWT berikut ini:

"(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil". (An Najm: 32).

Sampai di sini ia berhenti dan berdiam!. Menyaksikan hal itu Abu Abdillah Ja'far Shadiq bertanya kepadanya: "mengapa engkau terdiam, wahai Ibnu Ubaid?"

Ia menjawab: "aku ingin mengetahui secara pasti apa itu dosa-dosa besar, langsung dari keterangan kitab Allah".

Abu Abdillah Ja'far Shadiq berkata: "engkau datang kepada orang tepat". Selanjutnya ia berkata kembali: " [Dosa besar itu adalah, pertama:] Syirik kepada Allah SWT. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya". (An Nisaa: 48)

Dan Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga". (Al Maaidah: 72)

Selanjutnya ia menambahkan: [dosa besar yang kedua adalah] Berputus Asa dari mendapatkan rahmat Allah SWT. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir"".(Yuusuf: 87).

Demikianlah, Abu Abdillah Ja'far Shadiq mengungkapkan hukum sambil menyebutkan dalilnya dari Al Quran. Berikutnya ia memberikan penjelasan selanjutnya: [dosa besar yang berikutnya adalah:] Merasa Aman dari Ancaman Allah SWT. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

"Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." (Al A'raaf: 99)

Dosa besar yang keempat adalah: berbuat Durhaka kepada kedua Orang Tua. Karena Allah SWT menyifati orang yang berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya sebagai orang yang jabbaar syaqiy 'orang yang sombong lagi celaka'. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

"Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka". (Maryam: 32).

Dosa besar yang berikutnya adalah: Membunuh. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

"Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu'min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya". (An Nisaa: 93).

Dosa besar yang berikutnya adalah: Menuduh Wanita Baik-Baik Berbuat Zina. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar". An Nuur: 23)

Dosa besar berikutnya adalah: memakan riba. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

"Orang-orang yang Makan (mengambil) Riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila". (Al Baqarah: 275)

Dosa besar berikutnya adalah: Lari Dari Medan Pertempuran. Maksudnya, saat kaum Muslimin diserang oleh musuh mereka, dan kaum Muslimin maju mempertahankan diri dari serangan musuh itu, kemudian ada seseorang individu Muslim yang melarikan diri dari pertempuran itu. tentang hal ini Allah SWT berfirman:

"Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya". (Al Anfaal: 16)

Dosa besar berikutnya adalah: Memakan Harta Anak Yatim. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)". (An Nisaa: 10)

Dosa besar berikutnya adalah: Berbuat Zina. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

"Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu". (Al Furqaan: 68-69)

Tentang menyembunyikan persaksian, adalah seperti difirmankan oleh Allah SWT:

"Dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya". (Al Baqarah: 283)

Dosa besar berikutnya adalah: Sumpah Palsu. Yaitu jika seseorang bersumpah untuk melakukan sesuatu perbuatan, namun ternyata ia tidak melakukan perbuatan itu. atau ia bersumpah tidak akan melakukan sesuatu perbuatan, namun nyatanya ia kemudian melakukan perbuatan itu. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih". (Ali Imraan: 77 )

Dosa besar berikutnya adalah: Berbuat Khianat Atas Harta Pampasan Perang. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

"Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu". (Ali Imraan: 161)

Dosa besar berikutnya adalah: Meminum Khamar [minuman keras]. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan". (Al Maaidah: 90).

Dosa besar berikutnya adalah: Meninggalkan Solat. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat". (Al Muddats-tsir: 42-43 )

Dosa besar berikutnya adalah: Melanggar Perjanjian dan Memutuskan Tali Silaturahmi. Karena tali silaturahmi adalah salah satu ikatan yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk disambung. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

"(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi". (Al Baqarah: 27 )

Dengan demikian, semua perbuatan dosa tadi adalah bagian dari dosa besar, sesuai dengan keterangan nash Al Quran. Dan masing-masing dosa besar tadi mengandung hikmah, seperti yang diungkapkan oleh Ja'far Shadiq. Dan saat ia ditanya oleh Ibnu Ubaid tentang apa itu dosa besar, Ja'far Shadiq dengan percaya diri menjawabnya dengan urutan seperti tadi. Dan penyebutan urutan tadi pun diungkapkannya dengan tanpa perlu berpikir lama. Yang menunjukkan bahwa masalah ini telah tertanam dalam otaknya; apalagi jika disadari bahwa ayat-ayat itu terdapat secara acak dalam pelbagai surah dalam Al Quran. Sehingga untuk menyebutkannya ia harus mengutip dan mengumpulkannya dari sana sini; hal ini juga menunjukkan bahwa ia benar-benar telah mendalami rahasia-rahasia kandungan Al Quran.

Dari buku: Dosa-dosa Besar
Penulis : Syekh M. Mutawalli Sya'rawi
Penerjemah: Abdul Hayyie al Kattani dan Fithriah Wardie
Penerbit: Gema Insani Press, Jakarta

Si Parkir Meter.

Kurang lebih beginilah Kajang punya Parkir Meter.

Aku & Azim cuba memasukkan duit siling ke Parkir Meter yang jaraknya sekitar dua puluh meter dari parkir Avanza kami.

"Azim belajar masukkan siling & bagaimana nak dapatkan tiket parkir!"

"Nak berapa lama iyer ayah... " Azim bertanya kepadaku.

"kita andaikan dalam sejam lebih urusan kita..." urusan di bank memang payah nak ambil waktu yang singkat; sejam baru 50 kupang. Murah amat; kalau 7 kupang aku agak okey! kut.

"Rosaklah ayah!' tu nampak banyak duit siling sangkut dimesin ini" betul cakap Azim nampak dalam lubang duit siling tersangkut!. Rasa nak buat macam koboi; ketuk-kutuk kut duit boleh gugur!. Buruknya perangai. Tak jadi buat.

Kami pun mencari Parkir Mesin yang lain; jaraknya lebih kurang sama di sebelah kanan kami pula. Masalahnya sama. Pelik betul takkan dua mesin rosak sekali gus. Sedangkan tempat kami parkir itu memang sunyi. Setahu aku memang di sekitar kuil india & tokong cina belakang Arked Mara Kajang sahaja sering kosong & tak ramai orang.

"Dua mesin parkir di sini rosak encik, jangan saman kereta saya.... iyer nombor kereta saya WBY 4994 (bukan nombor sebenar)..." aku melihat seorang pangkat pakcik sebaya aku guna telefon bimbitnya menelefon MPKj. Pasti dia guna nombor laporan kerosakan untuk menyelamatkan keretanya dari kena saman. Hebat benar pakcik ini.

"Macam mana ayah dua mesin ini rosak belaka!" Azim bagaikan putus asa, ragam ibunya melekat di dirinya. Aku berfikir berlainan; jangan sebab beberapa kupang nanti dapat surat saman. Tak pasti di Kajang berapa puluh RM samannya tapi jika di SS setahu aku pasti RM90 itu cerita lebih dari 3 tahun lalu.

Biar pun aku lihat pakcik tadi tersenyum denganku & terus pergi dengan urusannya tanpa membayar parkir. Aku tetap ajak Azim mencari Parkir Meter lain yang jaraknya sekitar 50 meter dari Avanza kami. Mesin ketiga kami temui ini memang okey!. Mahirlah Azim setelah beberapa kali keluar masuk duit siling sebab dia bukan ikut arahan selagi ada butang habis ditekannya. Butang merah memanglah keluar duit senula. & tercetak nombor Avanza milik ibunya akhirnya. Bukan susah pun cari tiga buah mesin Parkir Meter; berjalan sekitar 100 meter; masuk siling, tekan nombor kereta (nombor saja tak perlu huruf di plet) tekan butang hijau dan tunggu sebentar akan tercatat jam berapa akan tamat tempoh; kembali ke Avanza; buka pintunya letak tiket parkir di atas rak depan. (Jangan memandai letak terbaik pula!). Syoknya duduk di bandar! kan?.

Aku pun pergilah berurusan dengan May Bank nak buat akaun Azim sebab nak masukkan cek hadiah cemerlang Syarikat orang Kita yang gila cakap Orang Putih yang aku sungut tempoh hari. Azim dapat RM350 hadiah 5A UPSR dia tahun lalu. Apa lagilah caranya nak dapat duit itu selain terpaksa kena ada akaun. Azim baru masuk 13 tahun umurnya; kena ada pewaris atau penjaga nak buka akaun. Sayang seribu kali sayang memang sekitar sejam lebih kami di May Bank permohonan kami ditolak; alasannya jari Azim tak diboleh dikesan. Perbagailah soal siasat yang ditanya. Salah satu soalan pelik.

"Bagaimana ibu jari kiri adik ini boleh rosak iyer, adik buat apa!"

Aku tersengeh mengalahkan Kerang Busuk & mencelah, "Saya rasa dik... anak saya ni gila main komputer!; asyik main permainan komputer siang & malam, maka rosaklah tapak jarinya" aku terbayang si Azim yang main komputer guna ibu jari kiri... Huh! hebat bergegar-gegarlah dadanya!. Bayangkanlah.

"Tak ada cara lain ke dik!, kalau nak guna Surat Beranak boleh saya balik kejap!" aku bertanya dengan staf May Bank pangkat akak kut berusia 30an. Sawa Matang. Muka kampung menawan juga.

"Encik kena ke JPM di Hentian Kajang minta surat pengesahan.."

"Pengesahan Cop Jari Tak Sah ke apa benda...!" Benda baru agak peliklah bagiku. "Tak payah ke nak bawa surat beranak pelbagai!" sengaja tanya soalan bodoh tapi sering perkara pelik akan berlaku.

"IC dah ada rasanya tak perlulah Surat Beranak lagi!" emm! layan sajalah kerenah bank, baru nak simpan duit bukan nak ambil duit dari mereka. Muka Azim berbeda kut! dari gambar di Kad Pengenalan, atau memanglah itu syarat atau protokolnya.

Aku pun dengan rasa semangat waja kembalilah ke parkir kereta yang jaraknya sekitar 100 meter dari bank. Nak terkejut beruk aku melihat; si teruna dari MPKj sedang sibuk menyaman kereta yang tak bayar parkir kereta. Bagaikan durian runtuhlah MPKj akibat peranan dua Mesin Parkir yang memang tetiba aku lihat okeylah pulak. Mungkin telah dibetulkan; mungkin juga ada kuasa ghaib dari kuil atau tokong sebelahan bikin ketuk-ketuk dan terbaik dengan sendiri!.

Bermakna pakcik yang telefon kira-kira sejam lebih tadi sebagai punca rezeki MPKj. Avanza kami terselamat!.

"Percaya tak Azim ayah ni ada pancaindera keenam; memang sedari tadi... ini yang ayah bayangkan!" Aku menuju ke Klinik Kajang di Jalan Semenyih untuk ambil Husna & cucuku Qasrina.

"Ala... kalau Azim pun dapat ramalkan benda begini boleh berlaku!" macam ibunya juga sukar mahu terima pandanganku. Setahu aku Mila mungkin tidak akan buat macamku; rasanya pastinya dia ikut cara pakcik tadi; sebab telefon bimbitnya sentiasa ada kredit. Gua orang pencen ada talian saja; hanya tunggu talian masuk. Kredit nak dail orang memang jarangnya ada...!.

"Jadi Azim tak percaya ayah ada pancaindera keenam!"

"Mana adalah ayah! (tak percayalah tu)..." aku pun malas nak tambah bualan gila macam ni; tapi terusik amat hatiku, kalau aku kena saman tadi alangkan bedebahnya MPKj. Salah penggunakah?.

Nanti angin songsang MPKj datang melanda tak fasal-fasal bertekak dengan si Azim, kena segah eh! pulak!. Kut Qasrina menangis panjang, Husna kelaparan menunggu. Sekarang pun dah hampir 11.00 pagi. Nampaknya Azim pun lapar macamku tak sarapan lagi. Peluang nak monteng makin cerah buat Azim; peluang aku kena berkejar ke sana kemari sepanjang hari makin terbuka.

"Macam ini kah orang asyik tidur & besarkan perut Azim!" aku mula buka ayat lain; ayat sejak awal pagi aku perbahaskan sendirian. Tak baik ibunya asyik sebut ayat trauma di atas & semalam Afiz pun lafazkan ayat yang sama sebab pindah barang dari depan rumah sampai sarat stor baruku!. Perang besar sebab aku tak dirunding cara bagaimana langkah memindah barang yang sesuai!.

"Ayah jangan ulang ayat yang samalah ayah!"

"Bukan apa ayah tak mahu Azim sebut ayat yang sama; terganggu denyutan jantung ayah!" ayat itu memang amat radang di jiwaku; bukan apa!. Boroi ini ada ketika memang terasa aib manusia; ada ketika menjadi kemegahan artis!; aku bukan artis. Huh!. Titik bab boroi-berboroi & perbalahan semalam.

Kembali kepada Mesin Parkir ini; memang ada perbagai jenis Mesin Parkir; sini lain di pekan lain pun lain caranya. Di Kampar Perak pula kena guna kad bergores; lagilah aku tak faham. Orang Kampar boleh ceritakan mana nak beli kad ini pun cara gunakan. Banyak kena gores tu; tak silap 5 tempat kena gores. Bagaimana kalau rabun & tersilap gores?.

Tu! di Seri Kembangan yang guna mesin sebuah bagi setiap parkir habis dirosakkan; habis dicabut atau senget belaka tak siapa hirau pun. Bebas parkir tanpa bayar biar pun ada mesin parkir... tak hairan pun!. (Cerita tiga tahun lalu; sekarang mungkin okey kut!)

- bersambung

Seiras inilah sekitar 3 tahun lalu di Seri Kembangan
kalau tak rosak habis kena cabut.