iDAN

26 Jun 2009

Mikaeel@Michael Jackson kembali ke Rahmatullah (Hiburan)

Allahyarham Mikaeel pergi tanpa pun mengharungi bahana kesakitan yang panjang. Tetiba sahaja kita dikejutkan dengan pemergiannya akibat serangan jantung. Perbagai andaian lantaran pemergian yang mengejut ini pasti akan menjadi tanda tanya. Yang pastinya Allahyarham di hujung usianya menerima Islam sebagai agamanya. Tentunya ini akan menjanjikan kita satu nostalgia yang amat manis buat kita sebagai penganut agama Islam. Seorang lelaki hebat yang lemas mencari ketenangan akhirnya dapat pertunjuk Ilahi menerima agamanya, Islam. Sayangnya Allahyarham Mikaeel tidak sempat tentunya menjadikan keimanannya sebagai panduan peminat seni mendekati Islam lebih azali & unggul. Semoga roh Allahyarham Mikaeel akan diterima di alam sana & dirahmati sebagai muslim yang sebenar. Agar Allahyarham Mikaeel nanti dapat diketemukan dengan Nabi Daud a.s yang merdu suaranya, pun hamba Allah yang beriman di sana. Al-Fatihah. Michael Jackson - hebat, kontroversi Jun 26, 09 10:51am Kematian Raja Pop Michael Jackson awal pagi ini akibat serangan jantung mengejutkan dunia dan dianggap sebagai satu kehilangan besar kepada para peminat dan dunia hiburan antarabangsa. Pegawai Koroner Long Angeles, Leftenan Fred Corral memberitahu CNN bahawa Jackson, 50, disahkan meninggal dunia dua jam selepas pasukan perubatan menerima panggilan dari rumah bintang tersebut. Michael dilahirkan pada 29 Ogos 1958 di Gary, Indiana. Dia merupakan anak ketujuh daripada keluarga sembilan orang. Lima anak Jackson - Jackie, Tito, Jermaine, Marlon and Michael - membuat persembahan bersama pertama mereka dalam satu pertandingan nyanyian ketika Micheal berusia enam tahun. Mereka muncul juara dan seterusnya menjadi kumpulan paling paling popular - The Jackson Five, dan kemudiannya The Jackson 5. Michael membuat album sulungnya pada 1972, dan album Thriller pada 1982, yang terus menjadi lagu top 10. Albumnya dijual sebanyak 21 juta di Amerika Syarikat dan sekurang-kurangnya 27 juta di seluruh dunia. Penerima 13 kali Anugerah Grammy semasa hayatnya bergelut dengan pelbagai kontroversi, termasuklah dakwaannya memeluk Islam serta dituduh mencabul kehormatan seorang budak lelaki pada 1993. Pada November tahun lalu, akhbar melaporkan, Michael memeluk Islam di rumah seorang rakannya Steve Porcaro di Los Angeles. Turut hadir pada majlis itu penyanyi Yusuf Islam, pencipta lagu David Wharnsby dan penerbit album Philip Bubal. Beliau dilaporkan memilih "Mikaeel" - sempena nama malaikat pembawa rezeki - sebagai nama Islamnya. Abangnya Jermaine dilaporkan berkata, pemegang gelaran “penghibur sepanjang zaman” oleh Guinness World Records itu menunjukkan kecenderungan untuk memeluk Islam sejak awal 1990-an. Michael kaya raya apabila album ketujuhnya Thriller terjual 109 juta keping, membina sebuah rumah mewah di Los Angelas yang dilengkapi dengan taman tema dan zoo persendirian. Kediamannya itu sering dikunjungi kanak-kanak yang kurang bernasib baik dan menghidap penyakit yang tidak boleh dirawat. Di situ beliau bergelut dengan kontroversi yang mendakwa beliau telah mencabul seorang kanak-kanak pada 1993. Beliau diseret ke mahkamah sepuluh tahun selepas itu. Bagaimanapun, selepas perbicaraan panjang selama dua tahun, mahkamah telah membersihkan namanya dengan mengumumkan beliau tidak bersalah. Michael menjadi kegilaan anak muda di seluruh dunia dengan suara dan penampilannya yang unik, selain gerak tarinya yang bertenaga di pentas - dikenali sebagai tarian robot dan moonwalk. Terakhir beliau bergelut dengan tuntutan saman sebanyak AS$7 juta (RM25.26) oleh seorang kerabat diraja Bahrain, Sheikh Abdulla Hamad Al Khalifa kerana didakwa melanggar perjanjian untuk merakam album dan mengadakan konsert di negara itu. Malaysiakini Michael Jackson Meninggal Dunia Los Angeles, 26 Juni 2009 09:22 Raja musik Pop Michael Jackson, yang naik panggung sebagai bintang cilik dan merajai dunia dengan gerakan khasnya selama beberapa dasawarsa, meninggal dunia dalam usia 50 tahun, Kamis (25/6), demikian laporan jaringan berita TMZ. Jackson dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di satu rumah sakit Los Angeles akibat serangan jantung penuh, kata petugas koroner Los Angeles, Fred Corral. Penyebab kematiannya, menurut Corral, belum diketahui. Otopsi direncanakan dilakukan pada Jum`at (26/6) waktu setempat. Kematian tiba-tiba Jackson sebelumnya dilaporkan oleh sejumlah media Amerika Serikat, termasuk Los Angeles Times dan jaringan berita hiburan TMZ, yang menyatakan bahwa Jackson jatuh sakit di rumahnya dan segera dibawa ke rumah sakit oleh paramedis yang mendapati ia tak bernafas lagi ketika mereka tiba di rumah sakit. "Kami baru saja mengetahui Michael Jackson telah meninggal dunia," demikian laporan TMZ. "Jackson mengalami serangan jantung pada siang ini di rumahnya di Holmby Hills dan paramedis tak berhasil menyelamatkan dia. Kami diberitahu ketika paramedis tiba, jantung Jackson tak berdenyut dan tak pernah berdenyut lagi," jaringan berita hiburan itu melaporkan. Ditambahkannya, "Satu sumber memberitahu kami, Jackson meninggal dunia ketika paramedis tiba." Sebelumnya, Los Angeles Times melaporkan, Jackson telah dibawa ke sebuah rumah sakit di Los Angeles oleh paramedis yang mendapatinya tak bernafas, ketika mereka tiba di rumah penyanyi itu. Surat khabar tersebut melaporkan, pihak paramedis melakukan cardiopulmonary resuscitation di tempat kejadian, sebelum membawanya ke UCLA Medical Center. Jackson telah dijadualkan memulai serangkaian konser kembali ke panggung di London pada 13 Juli 2009, yang berlangsung hingga Maret 2010. Pelantun sejumlah hits seperti Thriller dan Billie Jean itu, telah melakukan berbagai latihan di daerah Los Angeles selama dua bulan belakangan, guna konsernya tersebut. Tiket pertunjukan untuk 50 konser di London tersebut, ludes dalam waktu beberapa minit penjualan pada Maret 2009. Jackson dilahirkan pada 29 Agustus 1958 di Gary, Indiana, sebagai anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Lima anak laki-laki keluarga Jackson --Jackie, Tito, Jermaine, Marlon, dan Michael-- pertama kali manggung bersama dalam ajang pencari bakat ketika Jackson berusia 6 tahun. Mereka tampil sebagai peraih hadiah pertama dan berlanjut jadi kelompok laris, The Jackson Five, yang kemudian bernama The Jackson 5. Jackson meluncurkan album solo pertamanya pada tahun 1972, dan Thriller pada tahun 1982, yang kemudian melambung. Album itu terjual sebanyak 21 juta keping di Amerika Serikat, dan sedikitnya 27 juta di seluruh dunia. Setahun berikutnya, Jakcson memperkenalkan ciri khas gerakannya, Moonwalk, saat melantunkan lagu Billie Jean pada sebuah tayangan khusus milik NBC. Pada tahun 1994, Jackson menikahi anak perempuan satu-satunya Elvis Presley, Lisa Marie Presley. Namun perkawinan tersebut berakhir dengan perceraian pada tahun 1996. Jackson menikah lagi dengan Debbie Rowe pada tahun yang sama dan memiliki dua anak, sebelum berpisah pada tahun 1999. Pasangan itu tak pernah tinggal bersama. Jackson memiliki tiga anak yang diberi nama Prince Michael I, Paris Michael, dan Prince Michael II, yang terkenal karena kemunculan singkat mereka ketika ayahnya menggendongnya di dekat pagar sebuah balkon hotel sehingga mengundang kecaman luas. [EL, Ant] Blog tentang pemergian Allahyarham Mikaeel. http://www.guardian.co.uk/ Peristiwa dia memeluk Islam http://www.khabrein.info/ Michael Jackson dead at 50: did drugs kill the King of Pop? Michael Jackson's death from a cardiac arrest was probably the result of drug abuse, said a family lawyer who claimed the star was addicted to painkilling medication. http://www.telegraph.co.uk/ By Anita Singh, Showbusiness Editor Published: 12:13PM BST 26 Jun 2009 Michael Jackson dead at 50: did drugs kill the King of Pop? Michael Jackson's body is loaded into a van to be taken to the Los Angeles County Coroner's office Photo: REUTERS Michael Jackson dead at 50: did drugs kill the King of Pop? Singer Michael Jackson dies in Los Angeles aged 50 Paramedics were called to Jackson's Los Angeles home just after noon on Thursday. He was rushed to UCLA Medical Centre where doctors battled in vain for an hour to save his life. He was pronounced dead at 2.26pm, with family members at his bedside. The night before his death he had been in rehearsals for his 50-date London comeback tour. Brian Oxman, the family's lawyer and long-time friend, said Jackson's family had long been concerned about his use of prescription drugs and blamed "enablers" in his entourage for making the situation worse. There were reports that the 50-year-old singer had been given a painkilling injection shortly before his death. Mr Oxman likened Jackson's demise to the drug-related death of Anna Nicole Smith, the former Playboy model, and said it came as no surprise to those close to the singer. His family believed his reliance on painkillers had become "extensive" as he struggled with injuries during rehearsals. "This is a case of abuse of medications," Mr Oxman said. "This is not something which had been unexpected. Because of the medication that Michael was taking, his family had been trying for months and months and months to take care of Michael Jackson. "The people who have surrounded him have been enabling him. If you think the case of Anna Nicole Smith was an abuse, it was nothing in comparison to what we have seen taking place in Michael Jackson's life." Mr Oxman told CNN: "Michael had appeared at rehearsals a couple of time, he was very seriously trying to be able to do this. His use of medication had gotten in the way, his injuries which he had sustained performing - where he had broken a vertebrae and had broken his leg from a fall from the stage - had gotten in the way. "I do not know the extent of the medications that he was taking, but the reports that we have been receiving in the family is that it was extensive and this is something which I feared and something which I warned about. "I don't know the cause of all this so I can't tell you what the ultimate result of it is going to be, but I can tell you for sure when you warn people that this is what's going to happen and then it happens, where there is smoke there is fire." Drug use can cause cardiac arrest and Jackson had a long-standing reliance on painkillers. There were reports that the singer was taking Demerol, a powerful medication similiar to morphine, and the opiate Dilaudid. Toxicology tests will be carried out on his body and an autopsy is likely to be undertaken today. His body was flown to the coroner's office by helicopter. News of Jackson's death was confirmed by his brother, Jermaine, who gave a press conference at the hospital. He said: "My brother, the legendary King of Pop, passed away on Thursday June 25 at 2.26pm. We believe he suffered a cardiac arrest at his home, however the cause of his death is unknown until the results of the autopsy are known. The personal physician who was with him at the time attempted to resuscitated him." Stars from the world of showbusiness and politics united in tribute to the star who revolutionised pop music with albums such as Thriller, but whose later years were tainted by allegations of child abuse. Sir Paul McCartney, who dueted with Jackson in the early 1980s on Say Say Say, said : "It's so sad and shocking. I feel privileged to have hung out and worked with Michael. He was a massively talented boy man with a gentle soul. His music will be remembered forever and my memories of our time together will be happy ones." Madonna said: "I can't stop crying over the sad news. I've always admired Michael Jackson – the world has lost one of its greats but his music will live on forever. "My heart goes out to his three children and other members of his family. God bless." Prime Minister Gordon Brown paid tribute to Jackson, saying: "This is very sad news for the millions of Michael Jackson fans in Britain and around the world." Britney Spears said: "I was so excited to see his show in London. We were going to be on tour in Europe at the same time and I was going to fly in to see him. He has been an inspiration throughout my entire life and I'm devastated he's gone!" The Rev Al Sharpton, the civil rights campaigner, described Jackson as a "historic figure", saying: "Michael Jackson made culture accept a person of colour way before Tiger Woods, way before Oprah Winfrey, way before Barack Obama." He added: "Many ridiculed him. It's amazing to see how many people are now praising him that wouldn't go near him in the last several years, and condemnde him. In our last conversation a couple of months ago when I was teasing him I was coming to England to see him perform again, he talked about how many people had let him down. I told him it didn't matter, he had never let the fans down. " Quincy Jones, the music producer who worked with Jackson on Thriller, said: "I am absolutely devastated at this tragic and unexpected news." Paying tribute to the singer's "talent, grace, professionalism and dedication", he added: "I've lost my little brother today, and part of my soul has gone with him." There was speculation that the pressure of his forthcoming London dates may have been too much for Jackson. AEG Live, which organised the concerts at the O2 Arena in Greenwich, said Jackson had passed a lengthy physical exam in early 2009, but he last toured 12 years ago and looked markedly frail at the press conference to promote the shows. Fears for his health emerged after he postponed the earliest dates, and his aides were forced to deny that he was fighting skin cancer. Max Clifford, the publicist and friend of Jackson, said: "You wonder if the strain of getting fit for this major tour proved too much. In recent pictures he looked anything but healthy. He was always someone who seemed to find it difficult to cope with fame." Another friend of Jackson, the illusionist Uri Geller, said there had been no indication that the singer was in a frail condition. "I really have no words. He was a young and terribly fit man and he was getting ready for performances in England. He was just fine, the last I heard." Jackson lived as a virtual recluse following his 2005 acquittal on charges including child molestation and kidnap. He repeatedly denied undergoing cosmetic surgery, despite very visible changes to his face and skin tone, and was criticised for forcing his children to wear veils whenever they were in public. Born in 1958, Jackson made his musical debut with four of his older brothers in the Jackson Five before embarking on a solo career. His 1982 album Thriller – which included the hits Beat It, Billie Jean and Thriller – is still the best-selling album of all time, with more than 26 million copies sold. His lifetime sales tally is estimated at 750? million. In 1994, he married Lisa Marie Presley, the 26-year-old daughter of Elvis Presley. The couple separated two years later and Jackson later married Debbie Rowe, a 37-year-old nurse he met while undergoing plastic surgery in 1997. They had two children, Prince Michael and Paris Michael Katherine, before divorcing in 1999. Jackson had custody of the two children and of a third, Prince Michael II, whose mother's name has never been made public. Kaitan kisah Nabi Daud a.s

Guna istilah selesema babi ganti H1N1 – Rais (Ceritera)



KUALA LUMPUR – Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan, Datuk Seri Dr. Rais Yatim semalam mencadangkan supaya semua pengamal media kembali menggunakan istilah selesema babi bagi menggantikan istilah influenza A (H1N1) yang digunakan sekarang.

Rais berkata, syor itu dibuat bagi memastikan orang ramai sedar akan bahaya selesema itu dan mesej mengenainya dapat disampaikan dengan lebih tepat kepada mereka.

“Bila dalam Bahasa Melayu pula ada juruhebah yang enggan nak sebut H1N1, jadi kalau selesema babi, kan senang,” katanya kepada pemberita selepas mengadakan lawatan rasmi ke Pos Malaysia di sini.

Beliau menambah, kementeriannya akan memantau program-program yang menyiarkan iklan-iklan yang berkaitan dengan kesihatan agar tiada kekeliruan mengenai ketepatan mesej serta kefahaman orang ramai mengenai selesema babi.

“Hal yang berkaitan dengan kesihatan kita tidak harus campur aduk dengan gara-gara atau cara-cara iklan yang mengelirukan. Kami akan pantau iklan yang disiarkan di televisyen dan melihatnya dari sudut ketepatan mesej serta fahaman orang,” katanya.

Sementara itu, Pensyarah Bahasa, Jabatan Bahasa Melayu, Fakulti Bahasa Moden dan Komunikasi, Universiti Putra Malaysia, Prof. Madya Dr. Arbaie Sujud ketika mengulas cadangan tersebut berkata, penggunaan semula istilah ‘selesema babi’ dapat menimbulkan kegerunan masyarakat terhadap wabak tersebut berbanding istilah H1N1.

Dapatkan berita selanjutnya di Kosmo!.

Gempar Etok ‘gergasi’

Oleh NORZASRUDIN MOHAMED NOR
norzasrudin@kosmo.com.my



PENDUDUK Kampung Belada Kolam di Manir, Kuala Terengganu, Wan Hisyamuddin (kiri) bersama Mohd. Aidil Razman menunjukkan etok yang dikutip semalam.


KUALA TERENGGANU – Kemunculan etok, sejenis hidupan air tawar seakan-akan kupang yang bersaiz gergasi menggemparkan penduduk beberapa buah kampung sekitar Manir, di sini semalam.

Ini kerana biasanya etok yang dikutip oleh penduduk di sekitar Sungai Terengganu hanya bersaiz sebesar duit siling 20 sen tetapi kini sebesar tapak tangan.

Seorang penduduk di Kampung Belada Kolam, Wan Ali Wan Mohamad, 77, memberitahu, sepanjang hidupnya, itulah kali pertama dia melihat etok sebesar itu.

“Sudah lama saya menetap dan mengutip etok di kampung ini tetapi tidak pernah saya jumpa sebesar ini,” katanya ketika ditemui semalam.

Menurut Wan Ali, kebiasaannya saiz etok yang menjadi makanan tradisi penduduk Terengganu hanya sebesar duit syiling 20 sen.

Dapatkan berita selanjutnya di Kosmo!.

25 Jun 2009

Halalkan tapi tak minta maaf (Hiburan)

Oleh Muhd Izawan Baharin
izawan@hmetro.com.my

PETALING JAYA: “Meskipun keputusan ini berat, demi maruah serta prinsip hidup, saya halalkan wang RM83,000 itu dunia dan akhirat,” demikian kata putus Datuk Sharifah Aini Syed Jaafar sebagai titik noktah kemelut antara penyanyi tersohor itu dengan komposer terkenal, S Atan.

Bagaimanapun, Sharifah Aini atau lebih mesra dengan panggilan Kak Pah berkata, dia sama sekali tidak akan memohon maaf kepada S Atan atau nama sebenarnya Hashim Said kerana menganggap tindakan peguam komposer itu menggunakan media untuk menuntutnya meminta maaf secara terbuka sesuatu yang mengarut.

“Saya tahu undang-undang...sepatutnya peguamnya menghantar surat kepada saya atau peguam saya mengenai tuntutan maaf itu, sebaliknya dia beri kenyataan kepada media.

“Bagi saya ia sesuatu yang kelakar dan saya tak akan minta maaf kerana saya berada di pihak yang benar serta mangsa dalam perkara ini. Saya bukan mahu mengalah tapi memberikan lebih kepada S Atan.

“Jika sebelum ini saya memberikan S Atan tempoh sehingga esok (hari ini) supaya mengembalikan semula wang itu, kini saya halalkan wang itu kerana percaya Allah akan memberikan lebih lagi kepada saya,” katanya pada sidang media di kediamannya di sini, semalam.

Menurutnya, walaupun perasaannya terhiris serta rasa tertipu, kehidupan perlu diteruskan dan bersedia menanggung perbelanjaan membuat semula album terbaru yang sekian lama tertangguh.

“Wang RM83,000 itu bukan sedikit dan bayangkan dengan duit itu, saya boleh membeli berapa banyak rumah kos rendah untuk mereka yang memerlukan.

“Tetapi biarlah, saya mahu teruskan hidup ini dengan gembira, terutama di bulan Rejab ini. Selepas ini, saya tak mahu ada apa-apa kaitan lagi dengan S Atan tapi ingin saya tekankan, saya tak pernah membenci atau mendoakan sesuatu yang tidak baik kepadanya,” katanya.

Kak Pah menjelaskan, dia memberi tempoh kepada S Atan supaya perbincangan dapat dilakukan untuk memperbetulkan kembali album itu mengikut apa yang dipersetujui dalam kontrak tetapi tidak menyangka keadaan menjadi semakin teruk apabila S Atan memberi kenyataan balas yang menghiris perasaan.

“Saya dedahkan perkara itu (album tertangguh) kerana tak tahan dengan pertanyaan daripada wartawan dan peminat mengenai album terbaru.

“Perkara ini bermula disebabkan sifat jujur, ikhlas dan spontan kerana itu adalah saya selama ini. Hitam saya katakan hitam, putih saya katakan putih. Saya sedar dia akan marah tapi tak menyangka dia akan berkelakuan seperti kanak-kanak.

“Tidak mengapalah sekarang saya mahu ‘tutup buku’ dan tidur lena tanpa perlu memikirkan lagi perkara ini,” katanya.

Ditanya sama ada sudah memilih komposer baru untuk pembikinan semula album berkenaan, Kak Pah berkata, buat masa ini, dia mahu menumpukan kepada persembahannya pada 17 Julai ini.

“Hati saya masih terluka dengan apa yang berlaku, biarlah selepas persembahan itu tamat baru saya fikirkan komposer mana sesuai untuk menyiapkan album berkenaan,” katanya.

Kemelut antara Kak Pah dan S Atan bermula apabila penyanyi itu membuat pendedahan mengeluarkan wang RM83,000 untuk pembikinan album terbarunya tetapi mendakwa komposer itu tidak merakamkan muzik secara langsung seperti dijanjikan, sebaliknya menggunakan program komputer.

Penyanyi yang popular dengan lagu Hapuskanlah Air Matamu dan Bunga Tanjung itu turut memberi tempoh kepada S Atan sehingga hari ini untuk memulangkan semula wangnya jika tidak mahu dikenakan tindakan undang-undang.

Bagaimanapun, S Atan menerusi Harian Metro pada 22 Jun lalu menafikan dakwaan itu dan mendedahkan sebahagian besar wang itu digunakan untuk membiayai kos pemain muzik dan studio.

S Atan menerusi peguamnya, Mohd Effendy Rosley, Sabtu lalu pula memberi tempoh 14 hari kepada Kak Pah untuk membuat permohonan maaf secara terbuka jika tidak mahu dikenakan tindakan undang-undang

Harian Metro

Si Topeng Hilang suara Mengeow (Singgahsana)



"Tenguk tu ayah si Topeng mengonggong anaknya.."Aku lihat si Topeng di dalam sangkar di rumah jiranku mengonggong anaknya.

"Ala... kesiannya dia nak bawak anak ke mana pulak tu..."Pintu sangkar terkunci, anaknya diam kaku digigit bahagian tengkuknya.

"Mati pula anaknya ayah!"

"Dia binatanglah Afiz pandailah dia menjaga anaknya!" Sebenarnya aku sendiri pun risau tenguk gelagat si Topeng dengan anak-anaknya.

Dua tiga minggu lalu aku rasa terkilan amat mengenangkan nasib si Topeng. Sampaikan aku berkira-kira mahu buat tembok setinggi mungkin. Tak sanggup lagi melihat wajah jiran. Rasanya telah hampir 20 tahun aku menahan sabar; kemuncaknya kira-kira sebulan lalu. Di mana jiranku belasah anak-anak remaja orang bagaikan binatang, depan mata aku remaja-remaja tersebut diperbodohkan bagaikan lembu. Bukan setakad tendang terajang, penampar perbagai, siap ketuk lagi kepala mereka dengan topi keledar. Padahal punca angkara anak dara sendiri yang kejar remaja tersebut. Monteng sekolah. Bagiku tindakan terbaik buat saja aduan kepada keluarga remaja-remaja tersebut sudah cukup. Remaja zaman ini bukan dengan cara kekasaran begitu untuk membetulkan ragam mereka. Biarlah keluarga remaja tersebut menentukan hukuman setimpal terhadap anak mereka, apa hak kita mahu belasah anak orang bagai binatang. Jika emak bapa mereka yang belasah seteruk itu; itu terpulanglah. Sudah pernah aku tulis masalah ini dalam blog sebelumnya. Titik bab itu.

Sejak peristiwa itu memang aku rasa tak mahu lagi melihat wajah jiranku yang sebegini. Terbuku rasa di hati melihat tindakan jiran yang begitu. Tambah terbuku rasa di hati bilamana melihat wajah keegoan mereka. Aku teringat akan peristiwa di Najib yang ambil telefon bimbit Aziq. Telefon tersebut dapat kembali kepada kami; melalui jiran si Najib. Si Najib masih menafikan mengambilnya. Sedangkan anak jiran tersebut tidak pernah datang ke rumah kami pun. Emak budak yang mengambil telefon dari si Najib yang menghubungi Mila, lantaran si Najib & anaknya tidak pandai memadam data dalam memori kadnya. Sim kadnya telah dibuang. Keluarga jiran si Najib pun tak sanggup mengadu ke keluarga si Najib. Telah menjadi kelaziman keluarga si Najib sering memihak anak-anaknya. Tak boleh terima aduan orang; malahan kata jiran si Najib, mereka juga kerap kehilangan telefon bimbit di rumah, lantaran si Najib memang sering bebas keluar masuk ke rumah mereka. Tabiat panjang tangan si Najib memang telah jelas terbukti. Siapa yang dapat membetulkannya jika keluarga sendiri lepas tangan; malahan kita sendiri yang kena serang jika cuba membetulkan tabiat anaknya. Masalah anak-anak remaja sebegini memang amat merisaukan jika telah tersalah asuhan, tiada pula peluang siapa pun membetulkannya.

Mungkin ini yang dikatakan masalah keruntuhan remaja kini, bukan sekadar persekitaran yang mempengaruhinya, terkadang bawaan dari rumah sendiri. Keluarga yang mendidik anak-anak menjadi samseng, maka samsenglah mereka. Jika keluarga mendidik anak-anak menjadi seorang yang bertimbang rasa, penuh kasih sayang, bertolak ansur maka watak anak terdidik sedemikianlah adanya.

Kes jiran aku pula lain, dari banyak sudut tak sanggup aku mahu menulisnya. Takutnya nanti bagaikan kita menceritakan aibnya orang. Berdosa. Kemampuan kita untuk menegur nampaknya kian tiada peluang lagi. Sungguh tak berani pun. Bagaimana mungkin kita sanggup menyolok sarang tebuan. Nak nahas ke apa. Telah terang lagikan bersuluh; bagaimana mungkin dapat kita menutup mata kita. Mereka bukan orang yang boleh dibawa berunding. Hanya kita sahaja yang terasakan mahukan nilai murni kejiranan itu dihormati.

Ada sesetengah orang bukan kita orangnya boleh menegurnya. Mungkin orang lebih tua dari kita. Mungkin ada orang lebih kuasa atau berhak menegurnya. Bukan kita.

Atau pun guna kuasa undang-undang; bagai kaum India bergaduh. Siap pakai peguam perbagai. Jika telah sesamanya samseng kampung dusun apakah lagi perundangan yang wajar membetulkannya.

Jika ketika aksi mereka belasah anak orang seteruk itu; dirakamkan kepada keluarga anak remaja tersebut; barulah boleh dijadikan kes. Tetapi bagaimana pula perundangan yang ada di negara kita ini. Saban hari keluar, tertera dalam akhbar kes yang kita anggap jenayah; pihak berwajib, pihak berkuasa bagaikan lepas tangan sahaja. Kes deraan rumahtangga umpamanya, isteri terinanya memang perkara biasa. Bagaimana pula suami terinanya.

Sebagai contoh suami yang amat sayang akan isterinya tetapi lantaran kuasa, pengaruh serta status bercampur pula kuasa wang ringgit, senang-senang seorang isteri boleh digula-gula lelaki gelandangan atau suami orang. Sang isteri sanggup tinggalkan suami tinggalkan anak lantaran mengejar lelaki@suami orang gelandangan itu, mengejar duniawi. Suami terbiar, terinanya. Ini memang sering berlaku sejak di zaman madani lagi. Kenapa kita pejamkan mata sahaja.

Balik kes si Topeng tadi, jika benarlah jiran yang penyayang akan binatang, anan si Topeng khasnya; kenapa mesti cuma sayangkan anak si Topeng tetapi si Topeng terusan mengeow kelaparan di dalam sangkarnya. Kejap-kejap si Topeng ditangkap dikerah menyusukan anaknya semalaman. Kejap-kejap si Topeng aku lihat tidur kerinduan di luar sangkar mahu memeluk anaknya. Tak nampak pun mereka memberi makan kepada si Topeng jauh sekali menyediakan air minuman.

Sering aku dikejutkan oleh si Topeng ketika leka menonton TV di anjung rumah. Si Topeng ini kucing pintar; pandai membuka pintu cermin rumahku. Dengan meowan tak keluarnya, dengan jalannya bagaikan merangkak keletihan & terus terbaring di karpet anjungku. Minta dimanjalah itu. Bila dengar bunyi anak-anakku mengangkat makanan yang diisi di dalam balang plastik, bergegas bangun mengeow tanpa hentinya, dua tiga gengam makanan diberi tak pasti akan cukupnya, tak berhenti dia makan dengan gelojoh amat bersama kekasihnya si Ekor Kembang. Takkan jiranku tak nampak gelagat si Topeng ini.

Aku teringat Aishah Kecik RA yang besarkan anak kucing dari tak terbuka mata lagi. Tanpa ibu si kucing, tanpa susu si ibu kucing. Mana Aishah Kecik ini pergi iyer!.

24 Jun 2009

Bukan Senang Mahu Kumpul Duit (Singgahsana)



Jika tidak melatih diri dari sekarang menabung sampai bebila pun akan begitulah. Begitu kuat kuasa membeli jika tidak dihalangi maka anda akan menjadi pemboros. Lambat laun serba serbi keperluan akan ketidakcukupan. Lalu kita pun berhutang. Hutang keliling pinggang.

Paling lama pesanan orang tua-tua melalui bidalan ini. Ukur baju di badan sendiri. Dalam berbelanja haruslah sepadan dengan pendapatan yang kita perolehi. Kenapa kita mesti merentap semua rezeki di langit. Berani berhutang sampai lebih dari lima tahun, malahan belasan tahun; Itu namanya merentap rezeki dari langit (Ayat sahabatku Poi). Belum tentu kita panjang umur rezeki masa depan kita telah kita cagarkan di bank.

Ada dua barangan mahal yang paling membebankan kehidupan kita kini. Tidak termasuk belanja bab nikah kawin, atau barangan lain yang aku tidak terfikirkan.

Pertama adalah kenderaan. Kereta di zaman ini terlampau mahal jika dibandingkan dengan pendapatan kita seharian. Tidak dapat tidak kita terpaksa juga berhutang untuk memilki kenderaan yang bagaikan satu kemestian untuk berulang alik dari rumah ke tempat kerja. Tidak semua kita dapat kemudahan pengangkutan awam lantaran ianya masih di paras minima disediakan oleh kerajaan kita. Jika ada komuter pun dari stesen komuter ke rumah kita masih jauh. Rangkaian komuter & bas awam masih tidak selari.

Cuba anda klik harga kereta di negara maju, bandingkan dengan harga di negara kita, sedangkan kita masih belum ke taraf negara maju, malahan kadar ekonomi atau paras pendapatan kita jauh lebih rendah dari mereka di negara maju. Cukuplah jika kita bandingkan pendapatan pekerja di Singapura berbanding kita. Maka itu tidak hairan jika kita berada di UK dengan $50 duit mereka berbanding kita RM50 berbelanja pasti barangan yang mereka langgan antara langit & bumi jumlahnya berbanding kita. Sedangkan barangan yang diimport dari negara China contohnya sama sahaja harga yang kita import. Yang membedakan segalanya hanyalah cukai oleh kerajaan kita.

Jika kerajaan mengenakan 100% cukai untuk kenderaan import; bayangkan kita terpaksa berbelanja berganda dengan pendapatan kita yang jauh lebih rendah berbanding negara maju yang lain. Tujuan kerajaan adalah baik untuk menjaga perusahaan automobil kita; tetapi memang kita rakyat di era ini kena gigih mencari duit untuk memajukan negara ini. Jika benarlah Selangor telah mencapai taraf negara maju; padanlah kita terasa menderita dengan kadar inflasi yang semakin meningkat ini.

Dari kenderaan ini kita terpaksa pula membayar lebih untuk pembelian rumah. Harta tanah di Malaysia nampaknya semakin berkembang. Harga tanah dari sehari ke hari semakin mahal. Di zaman aku kawin 80an lalu, satu lot banglow di Kajang contohnya sekitar RM100 ribu sahaja. Sekarang cubalah kita buat bancian; tidak kurang naik empat kali ganda.

Jika tahun 80an masih banyak lagi rumah teres kos rendah di pinggir bandar, sekarang manalah nak ditemui lagi rumah yang sebegitu. Jika kita mahu membeli rumah pangsapuri pun terpaksa membayar RM100 ribu lebih. Jika ada rumah rakyat yang berharga sekitar RM60 ribu pun amat payah dimiliki kena ada kabel atau bantuan kuasa politik.

Maka itu jika tidak berlatih diri menabung, terus leka dengan barangan mewah, berhutang keliling pinggang bagaimana masa depan kita. Megah dengan kad kreditnya. Belanja belasah sahaja. Rasanya memang kita mencari nahas. Jika ekonomi negara terus berkembang kira okeylah. Jika negara muflis tersilap corak pimpinan seperti yang dialami Amerika kini bagaimana?.

Apakah kita akan kembali ke zaman rumah setinggan; terpaksa makan sekadarnya. Anak-anak tidak lagi mampu belajar di universiti. Satu keluarga tidak lagi mampu hidup dengan suami isteri berkerja; kena dibantu oleh anak-anak maka pinjaman perumahan pun terpaksa dibuat dengan cara dua generasi seperti sesetengah negara luar.



MELAKA 18 Julai - Industri pembinaan dan pemilikan kediaman di negeri ini dijangka meningkat jika Bank Negara bersetuju melonggarkan syarat pinjaman perumahan daripada satu generasi kepada dua generasi seperti amalan di negara-negara maju.

Ketua Menteri, Datuk Seri Mohd. Ali Rustam berkata, pinjaman perumahan dua generasi telah lama diamalkan di negara-negara Barat dan Jepun bagi meringankan beban pembeli dan menjamin pemilikan rumah yang lebih baik.

"Sebagai contoh, bank memberi pinjaman perumahan adalah 15 atau 25 tahun, mengapa tidak jadikannya kepada 30 tahun.

"Jadikannya pinjaman dua generasi, bapa beli rumah, lepas itu anak boleh sambung bayar sekali gus menjamin mereka mendapat rumah yang baik apabila hari tua," katanya kepada pemberita selepas merasmikan Ekspo Hartanah Malaysia Melaka (Mapex 2008) di sini hari ini.

Ekspo selama tiga hari bermula itu hari ini hingga Ahad ini di pusat membeli belah Mahkota Parade, Banda Hilir.

Beliau yakin, jika cadangan bayaran dua generasi ini mendapat persetujuan kerajaan, industri pembinaan juga akan meningkat.

"Kalau pendapatan kecil, hendak bayar ansuran sebulan sampai RM1,000, mana hendak cari duit," katanya.

Tambahnya, dengan tempoh bayaran balik selama 30 tahun itu, individu yang bercadang untuk membeli rumah teres akan mampu memiliki sebuah rumah banglo.

"Pihak bank tidak perlu takut kerana gaji pembeli semakin hari semakin naik, ekonomi juga semakin berkembang," katanya.

www.utusan.com.my

BSN mungkin telah pun melaksanakannya? Tak pasti..

4. Apakah pakej-pakej yang ditawarkan dalam Giro Home?

# Caj Kedua (2nd Charge) Khusus untuk kakitangan kerajaan dan lain-lain agensi kerajaan yang telah mendapat pinjaman kakitangan untuk pembelian rumah
# Sebagai pinjaman tambahan sekiranya pinjaman tadi tidak mencukupi
# Untuk pembiayaan / pinjaman rumah baru sahaja
# Pembelian rumah kediaman / dalam pembinaan atau siap / sub sale

# 2 Generasi (2nd Generation) Pinjaman bersama 2 generasi iaitu ibu/bapa dan anak mereka yang layak mendapat pinjamanan (masih menuntut dan berumur sekurang kurangnya berumur 18 tahun ke atas)
# Tempoh pembiayaan yang lebih lama
# Pembelian rumah kediaman / dalam pembinaan atau siap / sub sale


Bayangkan kenapa kita harus amat menyayangi kampung halaman & kenapa kita harus berjaga-jaga dengan pindaan Akta Tanah yang banyak mengetepikan hak kita sebagai pemilik tanah Rizab Melayu. Tanah pusaka kita terpaksa dijual untuk pembangunan dengan harga amat rendah; bila dimiliki oleh pemaju mendadak tanah tersebut naik dengan harga yang amat drastik apabia status tanah tersebut ditukar; Seperti peneroka di Tanah Rancangan sekitar Putrajaya; Kampung Limau Manis umpamanya, aku masih ingat pada awal pembangunan Putrajaya; ada yang menjual sekitar RM20 ribu ekar, sekarang cubalah tanya berapa harga tanah di sana?. Bukan lagi dikira dengan harga seekar; telah dikira berapa harga sekaki persegi.

Jika anda tak mahu menabung duit, kenapa tidak mengumpul harta dengan membeli tanah yang masih murah-murah diperdalaman; sebagai aset masa depan. Pasti anda tidak akan kecewa berbanding membeli kereta mewah yang pasti susut harganya. Begitu juga anda membeli rumah belilah rumah Pegangan Bebas; pasti harganya akan lebih mahal jika anda berkira untuk menjualnya semula; berbanding tanah pajakan 99 tahun. Itu adalah kepandaian & hak anda memilikinya.

23 Jun 2009

Curiga mayat bogel (Singgahsana)

Oleh Iskandar Shah Mohamed
iskandar@hmetro.com.my

KUALA LUMPUR: Keluarga seorang penari kelab malam yang maut dalam kejadian langgar lari di Jalan Puchong, Bukit Kinrara dekat sini, 18 Jun lalu, mendakwa kematian mangsa terdapat unsur mencurigakan dan agak ‘misteri’ kerana ditemui dalam keadaan bogel sepenuhnya.

Dalam kejadian kira-kira jam 3.30 pagi, wanita itu, Yeap Teng Bee, 24, dikatakan menaiki sebuah kereta dipandu teman lelaki dikenali sebagai Looi, 32, dari arah Puchong ke Serdang.

Kereta berkenaan bagaimanapun berhenti di bahu jalan di tempat kejadian berikutan mangsa tiba-tiba mengadu mahu keluar untuk muntah sebelum dilanggar sebuah kenderaan lain dari arah belakang.

Mangsa yang cedera parah di beberapa bahagian badan mati di tempat kejadian dan dihantar ke Hospital Kuala Lumpur (HKL) untuk rawatan lanjut.

Sebelum itu, teman lelaki mangsa mengalihkan keretanya ke depan kerana jalan sempit dan membiarkan mangsa bersendirian.

Bapa mangsa, Yeap Hock Chuan, 51, mendakwa anak sulungnya dipercayai dibunuh dan bukan mati akibat kemalangan berikutan beberapa maklumat diberi teman lelaki berhubung kejadian itu dianggap tidak munasabah.

“Perkara paling utama amat pelik bagaimana anak saya mati dalam keadaan berbogel dengan semua pakaiannya di atas jalan raya.

“Selain itu, dia (Looi) memberitahu kereta dipandunya berhenti di tepi jalan sedangkan mangsa ditemui mati di tengah jalan di depan kereta terbabit dan bukan di belakang.

“Sekiranya benar mangsa di belakang, kenderaan melanggarnya pasti akan turut merempuh kereta Looi,” katanya ketika ditemui di Wisma MCA di sini, semalam.

Hadir sama Ketua Biro Aduan Awam MCA, Datuk Michael Chong dan beberapa ahli keluarga mangsa.

Menurut Yeap, sebelum kejadian, berlaku pertelingkahan antara mereka di dalam kelab malam tempat anaknya bekerja di Puchong.

Berikutan itu, Yeap yang menetap di Seri Kembangan membuat laporan polis Sabtu lalu, bertujuan meminta kes berkenaan disiasat secara lebih terperinci dan mahukan keadilan untuk anak perempuannya.

Sementara itu, Chong berkata, pihaknya menemui Ketua Jabatan Siasatan Jenayah Kuala Lumpur, Datuk Ku Chin Wah pagi semalam bagi membincangkan permasalahan itu dan dimaklumkan kes berkenaan akan disiasat secara menyeluruh.

Harian Metro

22 Jun 2009

Enam ancaman lelaki (Delima Merkah)


Bagaimanakah seorang lelaki dapat mengekalkan kesihatan mereka?


MEROKOK boleh mengakibatkan penyakit paru-paru.


KEBANYAKAN lelaki sentiasa ingin kelihatan hebat bukan sahaja di mata wanita, tetapi juga di mata lelaki lain walaupun mereka telah berumah tangga dan dikurniakan anak.
Namun, untuk memenuhi definisi lelaki hebat bukanlah mudah. Antara kriteria yang perlu dipenuhi ialah keperibadian dan kesihatan yang baik.
Apabila bercakap soal kesihatan, ramai yang sedia maklum bahawa lelaki tidak gemar berjumpa doktor biarpun masalah yang dihadapi berlarutan sehingga berbulan-bulan atau bertahun lamanya.
Ini kerana, kesukaran menerima hakikat bahawa mereka menghidap penyakit merbahaya terutamanya apabila melibatkan soal kesihatan dalaman.
"Penyakit yang sering dihadapi oleh kaum lelaki kebanyakannya adalah sama dengan wanita.
"Beza di antara keduanya adalah gejala penyakit itu, penerimaan dan kekuatan untuk menempuhinya.
"Berbanding wanita, lelaki lebih mudah mendapat penyakit berkaitan mental atau skizofrenia," kata Ketua Jabatan Perubatan Psikologi, Fakulti Perubatan Universiti Malaya (UM), Prof. Dr. Mohd. Hussain Habil kepada Kosmo!.
Jelasnya, lelaki yang menghidap penyakit mental lebih sukar untuk sembuh kerana beberapa faktor antaranya tanggungjawab komuniti dan tekanan.
Habil memberitahu, kebanyakan keluarga pesakit enggan menerima skizofrenia sebagai masalah perubatan.
Sebaliknya, mereka percaya masalah itu disebabkan buatan orang, santau dan ilmu hitam. Justeru, mereka lebih selesa berubat dengan bomoh atau guru agama.
"Penyakit ini tidak dapat dirawat dan gejalanya berlarutan sehingga pesakit sukar dirawat," katanya ketika dihubungi baru-baru ini.
Skizofrenia
Skizofrenia bermaksud gangguan kimia dalam otak. Seorang psikiatri Sweden, Eugen Bleuler menggunakan perkataan ini buat pertama kalinya pada tahun 1911 untuk menjelaskan keadaan pesakit yang pemikirannya seakan-akan tidak boleh lagi bersambung.
Simptom skizofrenia muncul pada usia 15 ke 35 tahun. Secara gender, lelaki dan perempuan memiliki risiko yang sama untuk mendapat skizofrenia tetapi simptom lebih cepat muncul pada lelaki.
Sekitar 80 peratus pesakit boleh menikmati kehidupan yang selesa dan produktif jika menjalani rawatan jadual yang ditetapkan.


SKIZOFRENIA antara penyakit yang dihidapi oleh lelaki.


Pesakit skizofrenia lebih ramai membunuh diri jika dibandingkan dengan populasi umum. Dianggarkan 10 peratus pesakit (terutama lelaki muda) membunuh diri.
Skizofrenia boleh terjadi dalam keluarga. Risiko mewarisinya bagi mereka yang memiliki keluarga terdekat mengalami skizofrenia adalah 10 peratus, manakala 40 peratus bagi mereka yang memiliki ibu bapa atau kembar yang menghidap skizofrenia.
Penyakit jantung
Nisbah lelaki yang menghidap penyakit jantung berbanding perempuan ialah 5:1. Penyakit jantung lebih menyerang lelaki kerana tubuh wanita dilindungi oleh sejenis hormon iaitu estrogen.
Hormon ini berfungsi mengekalkan saiz salur darah dalam keadaan normal. Walaupun demikian, wanita yang merokok dan menghidap sakit kencing manis juga berpotensi mendapat sakit jantung seperti lelaki.
Namun bagi wanita yang tidak merokok dan tidak mengalami sebarang masalah kencing manis, peluang mendapat penyakit ini tipis berbanding lelaki.
Kencing manis dan darah tinggi
Kebanyakan pesakit yang menghidap penyakit kencing manis dan darah tinggi berpotensi mendapat penyakit jantung. Penghidap penyakit kencing manis sering mengalami kekurangan hormon insulin di dalam badan.
Akibatnya lemak di dalam badan sukar diproses dan salur darah menjadi sempit akibat kekurangan bekalan darah ke jantung. Tekanan darah tinggi pula menyebabkan jantung bekerja lebih teruk dan menjadikannya lebih besar.
Barah
Antara penyakit barah yang lelaki hadapi termasuklah barah paru-paru (COPD), barah darah (leukemia), barah ginjal, barah prostat dan kolorektal.


DIABETES boleh menjejaskan kesihatan jantung sekiranya dibiarkan tanpa rawatan.


Barah prostat berlaku disebabkan terdapat perubahan gen dalam badan lelaki sehingga menyebabkan kelenjar-kelenjar prostat membiak secara abnormal. Barah kolorektal pula merupakan barah yang terdapat di dalam usus besar (kolon) iaitu bahagian bawah sistem pencernaan lelaki.
Disfungsi Ereksi (ED)
Disfungsi ereksi atau impotens adalah ketidakmampuan untuk memula dan mempertahankan ereksi. ED selalunya dikaitkan dengan penuaan dan psikologi lelaki. Namun berdasarkan kajian demi kajian, pakar mendapati, ia satu salah faham yang perlu diperbetulkan.
Masalah psikologi atau dipanggil psikogenik, bukanlah penyumbang besar kerana ia hanya penyebab sekitar 20 peratus kepada ED di kalangan lelaki.
Masalah sebenar lelaki atau baki 80 peratusnya adalah disebabkan oleh masalah kesihatan lelaki itu sendiri.
Pesona

‘Tak perlu pawang’ (Ceritera)

Oleh Sarah Zulkifli
sarah@hmetro.com.my

KUALA LUMPUR: “Kami tidak perlukan pawang,” kata Timbalan Naib Canselor Hal Ehwal Pelajar dan Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Prof Datuk Dr Mohamad Abdul Razak mengulas mengenai cadangan orang ramai untuk menghilangkan ketakutan ribuan pelajarnya berikutan dakwaan gangguan lembaga hitam.

Cadangan itu dibuat bagi memulihkan semangat pelajar yang ketakutan apabila seorang pelajarnya mati terjatuh dari tingkat empat asrama itu, Selasa lalu.

Menurut Mohamad, pihak pengurusan universiti tidak memerlukan bantuan pawang atau bomoh, sebaliknya akan mengatur pelbagai program, termasuk mengadakan kenduri doa selamat.

Katanya, bantuan bomoh atau pawang itu tidak difikirkan perlu bagi memulihkan kawasan kediaman terutama di tempat kejadian disebabkan tiada apa yang perlu dibimbangkan.

“Bagaimanapun, kami mengadakan perbincangan lanjut mengenai perkara ini, termasuk mengadakan kenduri doa selamat untuk arwah selain melaksanakan program yang mampu memulihkan semangat pelajar,” katanya ketika dihubungi di sini, semalam.

Akhbar ini Selasa lalu melaporkan, seorang pelajar sarjana, Wan Siti Farihan Mohamed Hassan, 23, ditemui mati di kawasan letak kenderaan Blok C, Kolej Kediaman Pendeta Za’ba selepas dipercayai terjatuh dari tingkat empat bangunan asrama itu.

Mangsa yang juga siswi Sarjana Sains Kimia UKM yang lengkap berpakaian kemeja-T kuning dan berkain batik dikatakan terjatuh selepas dipercayai dikejar satu lembaga.

Mayat mangsa yang dalam keadaan mengiring dan muka lebam serta mulut berdarah ditemui kira-kira jam 7 pagi oleh seorang tukang sapu di depan pintu laluan utama kolej itu.

Menurut Dr Mohamed, dalam tinjauannya semalam, semua pelajar, termasuk rakan karib serta teman sebilik siswi berkenaan masih dalam keadaan sedih dengan kejadian yang menimpa rakan mereka.

Katanya, pihak pengurusan juga akan berusaha untuk mengatasi masalah ini bagi mengelak sebarang gangguan di dalam kelas pembelajaran.

Harian Metro

Penghuni kolej ketakutan

Oleh Mohd Firdaus Ibrahim
mfirdaus@hmetro.com.my


BANGI: Misteri mengenai punca sebenar kematian seorang siswi ijazah sarjana jurusan Sains Kimia Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), di sini, yang ditemui dalam keadaan mengiring di tempat letak kenderaan di Kolej Pendeta Zaba, kelmarin dipercayai ‘terjatuh’ masih menghantui semua pihak.

Tinjauan yang dilakukan semula Harian Metro di tempat kejadian mendapati kebanyakan pelajar terutama penghuni kolej terbabit berada dalam ketakutan disebabkan mitos yang tersebar kononnya mangsa terjatuh dari tingkat empat kediaman berkenaan gara-gara dikejar ‘lembaga hitam’.

Tidak kurang juga pelajar yang mendakwa mangsa membunuh diri akibat mengalami tekanan dalam menamatkan pengajiannya. Bagaimanapun, semua anggapan dan khabar angin itu belum dapat disahkan.

Semalam, Harian Metro melaporkan penemuan mayat seorang siswi, Wan Siti Farihan Mohamed Hassan, 23, lengkap berpakaian dalam keadaan mengiring oleh pencuci kolej terbabit dipercayai terjatuh.

Dalam kejadian kira-kira jam 7 pagi itu, mangsa dikatakan terjatuh melalui tingkap biliknya pada ketinggian lebih 10 meter menyebabkannya mati di tempat kejadian.

Rakan mangsa yang hanya ingin dikenali sebagai Rosliza, 20-an, berkata sejak mendiami kolej kediaman itu hampir dua tahun lalu, pelbagai cerita mengenai gangguan makhluk halus seperti lembaga hitam tersebar.

“Namun, saya dan rakan sebilik tidak mengendahkannya kerana sehingga kini masih belum ada individu yang terserempak atau diganggu lembaga berkenaan,” katanya ketika ditemui di tempat kejadian, semalam.

Rosliza mendakwa ketika kejadian dia dan rakan sebiliknya terdengar seperti orang melarikan diri kerana dikejar di kaki lima, disusuli satu jeritan kuat kira-kira jam 4.30 pagi.

“Ketika itu, kami berada di dalam bilik dan sedang mengulang kaji pelajaran. Disebabkan takut, kami mengunci bilik dan meneruskan ulangkaji biarpun tidak dapat memberikan tumpuan kerana ketakutan selain tertanya-tanya apakah kejadian sebenar yang berlaku.

“Kira-kira 30 minit kemudian, saya dan rakan sebilik membuka pintu bagi memeriksa kaki lima, namun tidak menemui apa-apa,” katanya yang tinggal berhampiran bilik arwah Wan Siti Farihan.

Menurutnya, dia hanya menyerdari mengenai penemuan mayat arwah Farihan pada jam 7 pagi ketika bersiap untuk ke kelas.

“Saya bergegas turun selepas dimaklumkan penghuni lain melihat mayat Farihan berada di kawasan berkenaan.

“Sejak itu, kami ketakutan dan kebanyakan penghuni yang tinggal di tingkat yang sama dengan arwah kini melakukan semua aktiviti secara berkumpulan termasuk mandi kerana bimbang kejadian sama berulang,” katanya.

Timbalan Naib Canselor Hal Ehwal Pelajar dan Alumni UKM, Prof Datuk Dr Mohamad Abdul Razak, ketika dihubungi, berkata pihaknya bercadang memasang jeriji besi di semua blok asrama perempuan terutama pada tingkat tiga dan ke atas sebagai langkah berjaga-jaga.

‘Bagaimanapun, kita akan berbincang terlebih dulu dengan Jabatan Bomba dan Penyelamat supaya cadangan pemasangan alat itu tidak mengabaikan mana-mana aspek keselamatan sedia ada.

“Kita juga mahu mengelak sebarang kontroversi pada masa akan datang sekiranya alat itu punca penghuni asrama gagal diselamatkan (jika berlaku kebakaran).

“Oleh itu, satu jawatankuasa khas akan ditubuhkan membabitkan pengurus kolej dan pengawal keselamatan bagi membincangkan mengenai masalah dan mengesan punca kematian arwah Farihan yang pertama kali berlaku,” katanya.

Sementara itu, Ketua Polis Daerah Kajang, Asisten Komisioner Sakaruddin Che Mood, berkata berdasarkan laporan bedah siasat yang dikeluarkan pihak Pusat Perubatan UKM (PPUKM), menunjukkan mangsa maut kerana mengalami kecederaan serius pada bahagian dalaman tubuhnya disebabkan terjatuh.

“Tulang rusuk kanan yang patah dipercayai punca utama menyebabkan kematiannya. Oleh itu, kita akan kekalkan kes ini di bawah siasatan laporan kematian mengejut (SDR),” katanya

Harian Metro

21 Jun 2009

Terus doakan kami (Ceritera)

Oleh ASMIZAN MOHD SAMIRAN
mizan@hmetro.com.my

KUALA LUMPUR: ‘Tolong ambil perhatian duka kami dan terus doakan kami supaya dapat membesarkan anak serta meneruskan hidup’. Demikian antara luahan balu penduduk Kampung Air Tempayan, Narathiwat, Selatan Thailand yang terbunuh dalam tragedi serangan kejam menggunakan senjata api ketika solat Isyak di Masjid Al-Furqan, 8 Jun lalu.

Luahan itu diceritakan Presiden Teras Pengupayaan Melayu (Teras), Mohd Azmi Abdul Hamid yang berkunjung ke kampung berkenaan bersama 15 wakil daripada 11 badan bukan kerajaan (NGO) negara ini, 14 Jun lalu.

Misi kemanusiaan itu mendapat sokongan kerajaan Thailand dan sepanjang kunjungan berkenaan mereka diberi kawalan keselamatan oleh tentera.

Mohd Azmi berkata, selepas seminggu berdepan tragedi berdarah itu yang menyebabkan 12 orang terbunuh dan 11 cedera, keluarga mangsa tetap tabah tetapi bagi balu yang kehilangan suami, ia satu trauma yang tidak akan hilang daripada ingatan.

“Mereka masih lagi nampak kuat, tetapi mengaku terpaksa memikirkan bagaimana untuk membesarkan anak.

“Berdasarkan tinjauan kami, ada 22 anak yatim yang bapa mereka terbunuh dalam tragedi itu,” katanya pada sidang media di Seminar Umat Islam Selatan Thailand, di sini, semalam.

Seminar anjuran Persatuan Ulama Malaysia (PUM) dan Sekretariat Himpunan Ulama Rantau Asia (Shura) itu menampilkan Timbalan Yang Dipertua PUM, Datuk Md Saleh Ahmad, Penganalisis Selatan Thailand yang juga Pensyarah di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Farid Mat Zin, Presiden Shura, Abdul Ghani Shamsudin dan Mohd Azmi sebagai pembentang kertas kerja.

Menurut Mohd Azmi, sebanyak RM30,000 disumbangkan kepada balu dan mangsa yang cedera. Wang itu turut disumbangkan untuk kerja-kerja pembaikan Masjid Al-Furqan.

“Wang itu adalah hasil sumbangan penduduk negara ini. Kita juga berusaha memberi penerangan mengenai Selatan Thailand sambil memohon sumbangan di 8,600 masjid di seluruh negara.

“Mengikut perancangan, kita akan ke Kampung Air Tempayan semula untuk misi kemanusiaan kedua pada 26 Jun ini. Kita akan membawa golongan wanita untuk mendekati balu berkenaan,” katanya.

Sementara itu, Mohd Azmi yang juga Setiausaha Kehormat Shura berkata, satu surat kepada Perdana Menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva berserta sokongan 1,000 tandatangan NGO akan dihantar ke kedutaan Thailand dalam tempoh seminggu.

Antara kandungan surat itu ialah mengutuk sekeras-kerasnya tragedi berdarah di Masjid Al-Furqan, mempersoalkan mengapa tiada tangkapan dibuat selepas seminggu kejadian berlaku dan menyatakan perasaan kesal apabila jurucakap tentera menuduh umat Islam sendiri melakukan serangan kejam itu.

Harian Metro

Johor catat kes pertama (Ceritera)

Oleh Saipul Adli Mohamad dan Mary Victoria Dass
am@hmetro.com.my

NUSAJAYA: Seorang pelajar perempuan berusia 19 tahun yang baru pulang dari Melbourne, Australia melalui Lapangan Terbang Antarabangsa Changi, Singapura, Sabtu lalu, disahkan mangsa pertama menghidap Influenza A (H1N1) di negeri ini.

Remaja itu yang menaiki penerbangan SQ0238 dimasukkan ke Hospital Sultanah Aminah (HSA), kira-kira jam 10 malam Isnin lalu, selepas mengadu selesema, demam dan batuk sebelum disahkan menghidap penyakit berkenaan, kelmarin.

Berikutan itu, Pengerusi Jawatankuasa Pembangunan Wanita, Keluarga, Masyarakat dan Kesihatan negeri, Dr Robia Kosai, berkata empat ahli keluarga mangsa termasuk dua adik pelajar itu berusia 16 dan 17 tahun kini menjalani kuarantin di rumah.

Beliau berkata, pada masa sama, Jabatan Kesihatan negeri turut mengadakan pemantauan dan pemeriksaan di dua sekolah iaitu Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Datuk Jaafar serta SMK Infant Jesus Convent selepas kedua-dua adik mangsa pergi ke sekolah, Isnin lalu dan kelmarin.

“Selain itu, kami turut melaksanakan kuarantin terhadap keluarga pemandu teksi berusia 36 tahun yang membawa mangsa pulang dari lapangan terbang itu ke rumahnya dan semua mereka termasuk keluarga pelajar itu dikuarantin seminggu.

“Setakat ini, mereka yang dikuarantin berada dalam keadaan sihat dan memberikan kerjasama untuk menjalani kuarantin di rumah,” katanya pada sidang media selepas Sidang Dewan Undangan Negeri (DUN) di sini, semalam.

Sementara itu, beliau berkata, keluarga pelajar itu akan dibenarkan menghadiri majlis pengebumian neneknya yang meninggal dunia pagi semalam dengan pengawasan Jabatan Kesihatan bagi mengelak mereka terdedah kepada orang lain.

“Saya ingin tegaskan nenek mangsa meninggal dunia akibat sakit tua dan tiada kena mengena dengan Influeza A disebabkan mangsa langsung tidak mempunyai hubungan dengan neneknya itu sebaik pulang Sabtu lalu.

“Bagaimanapun, pelajar itu tidak akan dibenarkan menghadiri majlis pengebumian neneknya kerana perlu menjalani pengasingan di HSA,” katanya.

Mengenai keadaan di dua sekolah berkenaan, Dr Robia berkata, pihaknya akan meneliti semua pelajar yang mempunyai hubungan dengan dua adik mangsa sama ada mempunyai simptom demam H1N1 sebelum mengambil sebarang tindakan.

“Jika keadaan membimbangkan termasuk ada pelajar disahkan menghidap simptom penyakit itu, kami tidak menolak kemungkinan akan menutup sekolah berkenaan seperti digariskan Pelan Bertindak Menangani Influenza A,” katanya.

Harian Metro

Mesin pengimbas suhu ditambah

PUTRAJAYA: Satu lagi mesin pengimbas suhu akan diletakkan di semua petak dikhaskan untuk menerima pesawat dari Australia, Amerika Syarikat (AS) dan Manila, Filipina sebagai langkah menangani penularan wabak Influenza A (H1N1) ke negara ini.

Ia berikutan ketiga-tiga negara berkenaan dikenal pasti penyumbang terbesar peningkatan kes H1N1 di negara ini sama ada import atau tempatan.

Ketua Pengarah Kesihatan, Tan Sri Dr Mohd Ismail Merican, berkata pemasangan alat itu membolehkan penumpang dari negara itu diimbas dua kali berbanding sekali bagi penumpang dari negara lain, sebelum dibenarkan berurusan dengan Jabatan Imigresen di Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA).

“Sebelum ini, kita bercadang memeriksa semua penumpang dari tiga negara itu dalam pesawat, tetapi selepas diteliti langkah itu akan melambatkan pergerakan, sekali gus menimbulkan masalah terutama kepada penumpang transit kita bersetuju memasang mesin pengimbas suhu di petak khas.

“Jadi penumpang dari negara ini akan diimbas sebanyak dua kali iaitu pertama ketika keluar dari pesawat dan diimbas sekali lagi ketika menuju kaunter Jabatan Imigresen,” katanya pada sidang media selepas mempengerusikan Mesyuarat Jawatankuasa Teknikal Kejadian Wabak H1N1 Bil 6/2009, di sini, semalam.

Dr Mohd Ismail berkata, pasukan perubatan juga akan memantau dan meneliti setiap penumpang melalui kawasan berkenaan bagi memastikan mereka yang tidak sihat keluar dari kawasan lapangan terbang.

Beliau berkata, kementerian juga turut mengeluarkan arahan mewajibkan semua petugas kesihatan meneliti borang pengisytiharan kesihatan yang diserahkan penumpang untuk memastikan mereka mengisi maklumat dengan tepat dan lengkap.

“Kita beri jaminan setiap borang diserahkan akan diteliti dan penumpang didapati gagal mengisi dengan lengkap akan diarah mengisinya semula sebelum dibenarkan berurusan dengan Jabatan Imigresen,” katanya.

Harian Metro

20 Jun 2009

Tak perlu ganti sesi sekolah (Ceritera)

KUALA LUMPUR: Empat sekolah yang ditutup berikutan wabak Influenza A (H1N1) tidak perlu menggantikan waktu persekolahan mereka sekiranya jumlah minimum 190 hari persekolahan dicapai.

Timbalan Menteri Pelajaran, Datuk Dr Wee Ka Siong berkata sekolah terbabit perlu menyemak jumlah hari persekolahan mereka dan perlu menggantikannya sekiranya tidak mencapai jumlah ditetapkan kementerian.

“Bagi sekolah yang sudah melebihi 190 hari persekolahan, (tiada masalah) jika masih berhasrat menggantikannya. Maka terpulang kepada pihak pengurusan sekolah berbuat demikian atau sebaliknya.

“Jadi dalam perkara ini (penutupan sekolah), tidak timbul pelajar dikuarantin tidak mempunyai peluang belajar kerana pihak sekolah akan atur dan uruskan segalanya,” katanya.

Harian Metro

Kerani mengaku tidak bersalah kurung isteri (Ceritera)

KUANTAN: Seorang kerani mengaku tidak bersalah di Mahkamah Majistret di sini hari ini atas kesalahan mengurung, mengugut dan mencederakan isterinya selama tiga hari di rumah mereka.

Mohd Haris M.Satha, 41, dituduh mengurung dengan salah isterinya, Malati Rahman, 32, di rumah mereka di No 11, Lorong Bukit Setongkol Maju 17 di sini dari jam 11 pagi pada 13 Jun lalu sehingga 5 pagi pada 15 Jun.

Dia dituduh mengikut Seksyen 340 Kanun Keseksaan yang boleh dihukum di bawah Seksyen 342 Kanun Keseksaan dan sekiranya didapati bersalah boleh dihukum penjara maksima setahun atau denda sehingga RM2,000 atau kedua-duanya sekali.

Bagi pertuduhan kedua, Mohd Haris didapati melakukan ugutan jenayah terhadap Malati di rumah mereka dengan menyatakan untuk memasukkan Malati ke dalam guni dan dibuang ke dalam gaung dengan niat hendak menyebabkan ketakutan yang mendatangkan kecederaan atau kematian kepadanya.

Bagi kesalahan itu, dia didakwa mengikut Seksyen 506 Kanun Keseksaan yang membawa hukuman penjara maksimum tujuh tahun atau denda atau kedua-duanya sekali, jika sabit kesalahan.

Mohd Haris juga dituduh dengan sengaja menyebabkan kecederaan terhadap isterinya di rumah yang sama jam 11 pagi pada 13 Jun dan bagi kesalahan itu dia didakwa mengikut Seksyen 323 Kanun Keseksaan yang membawa hukuman penjara tidak melebihi setahun atau denda tidak lebih RM2,000 atau kedua-duanya sekali, jika sabit kesalahan.

Tertuduh tidak diwakili peguam sementara pendakwaan dijalankan oleh Cif Inspektor T. Murugesu.

Bagi ketiga-tiga kesalahan itu, Majistret Nordiana Abd Aziz pada mulanya menetapkan Mohd Haris diikat jamin sebanyak RM9,000 setelah mengambil kira pandangan pihak pendakwaan agar tidak mengenakan jaminan terhadap mangsa kerana bimbang dia akan kembali mengancam nyawa isteri dan lima anak mereka.

"Jika tertuduh dikenakan jaminan, tertuduh akan kembali mengancam mangsa kerana mereka masih suami isteri dan demi keselamatan mangsa, saya memohon supaya tertuduh tidak diikat jamin," kata Murugesu.

Bagaimanapun, Mohd Haris merayu supaya mahkamah mengurangkan jaminan tersebut kerana dia hanya berpendapatan RM700 sebulan dan perlu menanggung lima orang anak serta ibunya yang sakit jantung.

Nordiana kemudiannya membenarkan tertuduh diikat jamin sebanyak RM5,000 bagi semua pertuduhan dengan dua penjamin dan meletakkan syarat tertuduh tidak boleh mengganggu mangsa dan ahli keluarga lain dalam apa saja bentuk komunikasi.

Tertuduh membayar wang jaminan tersebut. - Bernama