
Nyamuk
rumah ini menggigit di malam hari. Hinggapnya di mana saja, entah itu
di pakaian yang tergantung maupun di dinding rumah. Warna nyamuknya
bermacam-macam, ada yang hitam, ada juga yang cokelat. Telurnya
mengelompok, seperti membentuk rakit. Jentiknya menggantung di air. Ciri
nyamuk ini, saat hinggap posisi tubuhnya tidak menukik tapi mendatar.

Spesies
ini juga bisa menularkan demam berdarah. Nyamuk ini biasanya banyak
terdapat di kebun atau di halaman rumah. Cirinya hampir sama dengan
Aedes aegypti, yaitu bercak-bercak putih di badan. Bila dilihat dengan
kaca pembesar tampak di median punggungnya ada garis putih.
Sering
orang mengenalnya sebagai salah satu jenis nyamuk yang menyebabkan
penyakit malaria. “Nyamuk malaria banyak terdapat di rawa-rawa,
saluran-saluran air, dan permukaan air yang terekspos sinar matahari. Ia
bertelur di permukaan air.”
Dengan mengenal ragam nyamuk, kita bisa tahu upaya mencegah bahaya penyakit yang ditularkannya.
Hampir semua orang tua yang mempunyai anak balita, terlebih bayi, pasti
menginginkan rumahnya terbebas dari nyamuk. Sayangnya, tamu tak diundang
ini tidak siang maupun malam selalu saja berkunjung ke rumah kita.
Terlebih bila di rumah banyak terdapat pepohonan rimbun dan tempat air
tergenang.
Bagaimanapun kita harus mewaspadainya karena nyamuk ini juga sering
menjadi perantara beberapa penyakit. Contohnya, malaria atau demam
berdarah. Kenapa, sih, nyamuk senang berada dekat manusia?
Menurut Soeroto Atmosoedjono, analisis bakteriologi lulusan Eijkman
Institute, yang telah bergelut meneliti nyamuk lebih dari 60 tahun.
“Nyamuk mengisap darah orang atau binatang untuk kelangsungan hidupnya.
Selain untuk makan, bagi yang betina juga untuk dapat memproduksi telur.
Oleh karena itu nyamuk betina mencari makan dengan cara menggigit,
sementara nyamuk pejantan bisa mendapatkan zat-zat makanan dari alam,
semisal dari sari-sari bunga.”
Menurut peneliti yang pernah mendapat beberapa penghargaan dari dalam
dan luar negeri ini, 2-3 hari setelah menggigit, nyamuk akan bertelur.
Lalu beberapa hari kemudian telur-telur itu akan menetas di air menjadi
jentik-jentik halus. Dari jentik lalu berkembang menjadi kepompong,
sampai akhirnya menjadi nyamuk melalui proses metamorfosis.
ANEKA NYAMUK
Inilah beberapa jenis nyamuk yang bisa ditemukan di sekitar rumah.
* Nyamuk Anopheles
Nyamuk ini hinggap dengan posisi menukik atau membentuk sudut. Sering
hinggap di dinding rumah atau kandang. Warnanya bermacam-macam, ada yang
hitam, ada pula yang kakinya berbercak-bercak putih. Waktu menggigit
biasanya dilakukan malam hari.
Banyak jenis nyamuk Anopheles yang bisa menyebabkan penyakit malaria.
Ada Anopheles sundaicus yang banyak terdapat di air payau, seperti di
Kepulauan Seribu. Nyamuk ini berkembang biak di lingkungan yang banyak
ditumbuhi ganggang. Ia akan meletakkan telurnya di ganggang hijau yang
banyak reniknya, sehingga begitu menetas, jentiknya langsung mendapat
makanan renik yang hidup di antara ganggang tersebut.
Ada lagi Anopheles maculatus dan Anopheles balabacensis yang banyak
terdapat di perbukitan, seperti di Bukit Manoreh, Yogyakarta. Biasanya
nyamuk ini bertelur di mata air, di air rembesan, atau di sungai yang
tak deras airnya, seperti di antara bebatuan sungai. Ada lagi Anopheles
aconitus yang banyak hidup di daerah pesawahan atau saluran-saluran air
yang ada rumputnya. Selain yang sudah disebutkan, masih banyak lagi
jenis Anopheles lainnya. Menurut Soeroto ada sekitar 70 jenis nyamuk
ini.
Penyakit malaria yang ditimbulkan pun jenisnya bermacam-macam,
tergantung jenis parasitnya. Semisal, ada malaria falsiparum, vivak,
ovale, dan malariae. Selain itu, nyamuk Anopheles bisa juga menyebabkan
penyakit kaki gajah.
* Nyamuk Aedes aegypti

Nyamuk
inilah yang menyebabkan penyakit demam berdarah. Pada tubuhnya tampak
bercak hitam-putih. Bila dilihat dengan kaca pembesar, di sisi
kanan-kiri punggungnya tampak gambar dua buah arit berwarna putih.
Paling sering hinggap di baju-baju yang menggantung dan berada di
tempat-tempat gelap, seperti di bawah tempat tidur. Selain juga suka
bertelur di air yang bersih, seperti di tempayan, bak mandi, vas bunga,
dan lainnya. Ia bertelur dan menetas di dinding bejana air. Telur atau
jentik nyamuknya bisa bertahan selama 2-3 bulan.
Nyamuk ini menggigit di pagi dan sore hari, antara pukul
08.00 – 12.00
dan 15.00 – 17.00. Bila nyamuk ini sudah menggigit orang atau binatang,
pada hari ketiga nyamuk tersebut akan bertelur, dan dua hari kemudian
menetas. Setelah
8 hari, jentik tersebut sudah jadi nyamuk. Selama itu, 2
hari sekali nyamuk bertelur, sehingga si betina akan mencari darah
lagi. Jadi, kalau nyamuk itu menggigit seorang penderita demam berdarah,
maka kurang lebih dalam 10 hari nyamuk tersebut sudah infektif atau
mengandung virus demam berdarah. Bila menggigit orang, virusnya akan
masuk ke tubuh orang yang digigit. Virus demam berdarah akan ada selama
nyamuk itu hidup. Karena setiap 2 hari sekali dia menggigit, maka
virusnya bisa masuk ke orang lain lagi. Demikian terus penyebarannya.
Menurut Soeroto, paling jauh nyamuk ini terbang dalam radius kurang
lebih 50-100 meter ke kanan-kiri sekitar rumah. Jadi telur nyamuk demam
berdarah bisa berada sekitar itu. “Oleh karena itu, bila sudah ada kasus
demam berdarah di sekitar rumah kita, segeralah dilakukan pengasapan.
Maksudnya, untuk membunuh nyamuk yang mengandung virus/nyamuk yang
infektif, supaya tak ada penularan demam berdarah.”
* Nyamuk Aedes albopictus
Waktu menggigitnya pun sama dengan Aedes aegypti, yaitu di pagi dan sore
hari. Bertelurnya di air tergenang, misalnya pada kaleng-kaleng bekas
yang menampung air hujan di halaman rumah. Pada musim penghujan, nyamuk
ini banyak terdapat di kebun atau halaman rumah karena di situ terdapat
banyak tempat yang terisi air.
* Nyamuk Culex fatiqans
Ia lebih banyak ditemui di air keruh atau tempat yang banyak mengandung
material organik atau bahan makanan, seperti di got. Meski begitu, dia
juga suka berada di air yang jernih.
Nyamuk ini bisa menjadi perantara penyakit kaki gajah atau filariasis.
Penyakit ini penyebabnya adalah cacing Wuchereria bancrofti yang berada
dalam darah seorang penderita. Bila nyamuk mengisap darah penderita yang
mengandung bibit filariasis, maka cacing dari penderita tersebut bisa
terbawa dan ditularkan pada orang lain lewat gigitannya. “Dulu di
Jakarta banyak dijumpai penyakit ini, tapi sekarang sudah berkurang,”
ujar peneliti yang pernah mendapat Meritorious Honour Award (1993) dari
pemerintah Amerika Serikat, karena menemukan teknik pembiakan in vitro
cacing filarial penyebab kaki gajah.
BEBERAPA HAL YANG HARUS KAMU KETAHUI TENTANG NYAMUK :
- Nyamuk itu sebenarnya bukan gigit tapi menghisap.
- Jenis nyamuk itu ada lebih dari 2500 jenis. Kebanyakan bergerak
aktif pada waktu dini dan malam hari.Tapi ada juga jenis nyamuk yang
menghisap ditengah hari.
- Bukan cuma manusia aja yang suka tempat gelap, tapi nyamuk juga suka tempat gelap, seperti dipohon, rumputan.
- Nyamuk lebih suka menghisap darah manusia yang memakai baju warna terang daripada yang warnanya gelap.
- Bukan cuma manusia juga yang punya selera, tapi nyamuk juga. Ada nyamuk yang suka darah manusia, kerbau, burung, kura-kura dsb.
- Nyamuk bisa kawin di udara dalam 15 detik.
- Nyamuk jantan adalah pemakan sayuran alias vegetarian. Kenapa nyamuk
betina enggak?? Soalnya dalam darah itu terdapat protein yang mereka
butuhkan untuk menghasilkan telur.
- Nyamuk mendeteksi manusia lewat helaan nafas kita, terutama waktu kita tidur dan olahraga.
- Nyamuk juga merupakan salah satu distributor penyakit buat manusia. Contoh : malaria.
- Goresan dikulit akibat gigitan nyamuk merupakan reaksi alergi
terhadap liur nyamuk yang disuntikkan ke tubuh kita guna mencegah
pembekuan darah.
Sumber :
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2942637
iDAN:
Maaflah staf dari Kementerian Kesihatan tadi aku tak berkerja sama; bukan apa isunya ingin mencari jentik-jentik di rumahku. Memang aku pun sering jumpa lantaran air bertakung. Tapi biasanya dalam seminggu pasti aku kemaskan. Buang air bertakung. Jika nyamuk hanya boleh menjadi aktif atau terbang setelah jentik-jentik berusia 8 hari.Pasti tak sempatlah jentik-jentik ini menjadi nyamuk.
Tapi kalau mahu mencari jentik-jentik memang nahaslah aku. Dikorek-korek di celak lapik bunga ketika hujan pasti akan jumpa sang jentik-jentik ini. Memang dulu dah kena sekali. Jumpa beberapa ekor jentik-jentik hatta kena samanlah kami.