iDAN

21 Julai 2009

Giliran Manohara digugat balik Rp30,45 miliar (Ceritera)

Tanggal : 21 Jul 2009
Sumber : Harian Terbit

Harian Terbit,

JAKARTA - Tengku Fakhry suami Manohara mengajukan gugatan perdata sebesar 105 juta ringgit atau sekitar Rp30,45 miliar ke pengadilan Kuala Lumpur atas tuduhan pencemaran nama baik yang dilakukan Daisy Fajarina dan Manohara.

Melalui pengacaranya Mohd Haaziq, seperti yang dilansir dari tvone.co.id, Senin 20 Juli 2009, suami Manohara Tengku Fakhry, mengajukan gugatan perdata secara resmi ke pengadilan Kuala Lumpur.

Ketika dipanggil oleh pengadilan, Moh Haaziq kemudian mengemukakan tuntutan ganti rugi sebesar 105 juta ringgit atau sekitar Rp 30,45 miliar kepada Daisy dan Manohara jika terbukti melakukan pencemaran nama baik kliennya.

"Ini merupakan upaya hukum Tengku Fakhry yang serius. Dari pengajuan gugatan ini, kami bisa mengirimkan secara resmi gugatan ini ke Daisy Fajarina dan Manohara melalui kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur atau kedutaan Malaysia di Jakarta," katanya.

"Karena Daisy dan Manohara berada di Indonesia maka kami menggunakan saluran diplomatik untuk menyampaikan gugatan ini," tambah Mohd Haaziq. (tbt)

Manohara , kekejaman Daisy dan Pinot akan terbongkar (Ceritera)


Seorang Insan yang menjadi mangsa kebuasan PINOT, suami kepada Dasiy Fajarina dan ayah tiri Manohara .

SALIHAH juga menjadi mangsa KEKEJAMAN Dasiy Fajarina, dipukul, ditendang, dicukur rambut sehingga botak sampai kepala Salihah berdarah dipaksa melakukan hubungan ’sex’ dengan suaminya PINOT secara live di hadapan Dasiy Fajarina dan diberi minum air kencing kepada Suaminya PINOT dan Salihah.

Kini SALIHAH akan menjejakkan kakinya di bumi Indonesia bagi menuntut KEADILAN setelah 7 tahun terpaksa hidup merana di Perancis kerana ditinggalkan oleh Dasiy Fajarina dan Manohara. Salihah akan kejar ke mana saja Dasiy Fajarina akan melarikan diri bagi mempastikan Dasiy Fajaraina menjalani hukuman penjara yang telah diputuskan oleh Mahkamah Perancis selama 18bulan.

KEJAHATAN, KEZALIMAN, PEMBOHONGAN dan FITNAH yang dilakukan oleh Dasiy Fajarina akan didedahkan oleh SALIHAH secara terperinci setelah Salihah membuat kenyataan Media dalam sehari dua nanti. Kelibat bayangan sebenar siapa DASIY FAJARINA, PINOT, Manohara dan DEWI Sri ASIH akan terbongkar juga akhirnya.

Contohnya, bagaimana celana dalam Pak Ari (bekas Presiden PERTAMINA) berada dalam simpanan SALIHAH atas arahan DASIY FAJARINA, untuk mengetahui secara ‘detial’nya para wartawan Media Indonesia bolehlah bertanya Salihah nanti apabila ada kesempatan bertemu dengan Salihah di Jakarta nanti.

Manohara sedia hadapi saman RM105j


“Kami sekeluarga tidak takut disaman berapa banyak pun. Tuhan memihak pada yang benar dan harap berbalik rezeki (menang dalam saman itu) kepada kami,” kata Daisy Fajarina, 44, ibu mentua Tengku Temenggong Kelantan, Tengku Muhammad Fakhry Sultan Ismail Petra.

Daisy dihubungi di Indonesia bagi mengulas tindakan saman fitnah berjumlah RM105 juta dikemukakan Tengku Muhammad Fakhry terhadapnya semalam dan anak kedua Daisy, Manohara Odelia Pinot, 17, yang juga isteri Tengku Temenggong Kelantan.

Saman berkenaan difailkan di pejabat pendaftaran Mahkamah Tinggi Sivil di sini, semalam melalui peguam, Mohd Haaziq Pillay.

Tengku Muhammad Fakhry, 31, sebagai plaintif, menamakan ibu mentuanya, Daisy Fajarina sebagai defendan pertama dan isterinya, Manohara Odelia Pinot defendan kedua.

Sebelum ini, pada 5 Julai lalu, putera ketiga Sultan Kelantan itu memfailkan dua saman di Mahkamah Rendah dan Mahkamah Tinggi Syariah Kota Bharu, Kelantan, bagi menuntut Manohara kembali taat kepadanya dan mengembalikan semula hutang sebelum dan selepas berkahwin sebanyak RM972,750.

Mengenai kemelut kekeluargaan yang terjadi itu, Daisy berkata, naluri ibu dimilikinya tidak berapa tepat apabila menganggap Tengku Muhammad Fakhry boleh menjaga Manohara dengan baik.

“Saya amat percaya kepadanya (Tengku Muhammad Fakhry) ketika kali pertama bertemu dalam satu majlis makan malam pada 2006 yang turut dihadiri Manohara.

“Beliau datang kepada saya dan dengan sopan meminta kebenaran: ‘Boleh tidak saya berkenalan dengan puteri ibu (Manohara)’. Saya membenarkan kerana I really trust him so much (saya sangat percayakannya)…,” katanya.

Selain Manohara, dia memiliki seorang lagi cahaya mata perempuan iaitu Dewi, 20.

Wartawan cuba mendapatkan ulasan Manohara, tetapi Daisy memberitahu anaknya tiada di rumah kerana berada di lokasi penggambaran filem bertajuk ‘Manohara’.

Menurutnya, Manohara juga sibuk menyiapkan biografi mengenai kisah kehidupan dirinya dan dalam proses mencari penerbit. Manohara bercadang melancarkan buku berkenaan di Amerika Syarikat.

Ditanya persediaannya untuk menghadapi tuntutan saman itu, Daisy memberitahu dia dan anaknya mempunyai peguam bagi menangkis dakwaan Tengku Muhammad Fakhry bahawa dia melakukan fitnah.

“Saya dan anak sudah bersedia ke sana (Malaysia) pada bila-bila masa diperlukan. Dia (Tengku Muhammad Fakhry) harus menanggung segala perbuatan terhadap Manohara.

“Manohara juga sedang dalam perancangan untuk bercerai. Dia tidak akan kembali kepada Tengku Muhammad Fakhry,” katanya.

Tengku Muhammad Fakhry dan Manohara yang memegang gelaran Cik Puan Temenggong Kelantan berkahwin pada 26 Ogos tahun lalu dan menetap di Istana Mahkota, Kubang Kerian.

Selepas sembilan bulan berkahwin, Manohara pulang ke Indonesia dan enggan kembali.

Kisah bekas model itu mendapat liputan meluas media cetak dan elektronik Indonesia sehingga mengundang pelbagai persepsi negatif.

Berita mengenai Manohara yang melarikan diri daripada suaminya ketika di Singapura, baru-baru ini, mendapat liputan meluas akhbar di Indonesia.

Manohara yang mendakwa didera secara fizikal dan seksual oleh suaminya turut menjadi bahan berita utama 10 stesen televisyen swasta Indonesia yang menyiarkan sidang media dan wawancara dengannya sekembali ke Jakarta.

2 Comments

  1. ENGAK TAKUT(ORAK WEDTI) konon, berek, kencing udah keluar semua(nyinseng nyuyuh wes metu kabeh. hahahaaaaaaa

  2. IBU DESY MEMANG TIDAK TAKUT KARENA BERADA DI INDONESIA, DAN MASIH BANYAK ORANG INDONESIA YANG MASIH TERTIPU DENGAN CERITA “PILU” MANOHARA, YANG JELAS BEBERAPA CERITA IBUNYA TIDAK SESUAI DENGAN KENYATAAN ALIAS BOHONG! CONTOHNYA:

    SELAMA INI IBUNYA SELALU MENGATAKAN: TIDAK PERNAH TERIMA APA-APA DARI SANG PANGERAN, TAPI SETELAH TERBUKTI HITAM DI ATAS PUTIH: MOBIL SEHARGA 850 JUTA, UANG TUNAI 286 RIBU RINGGIT MALAYSIA, JAM TANGAN 700 JUTA…DAN BANYAK LAGI…, BUKANNYA DIA MINTA MAAF PADA SEMUA ORANG (PENDUKUNGNYA) YANG SELAMA INI SUDAH DIA BOHONGI HABIS-HABISAN, JUSTRU DIA JAWAB: PEMBERIAN ITU KAMI ANGGAP WAJAR-WAJAR SAJA, KARENA MANOHARA ADALAH ISTRINYA. PERTANYAAN SELAMA INI BUKAN: APA IBU ANGGAP PEMBERIAN ITU WAJAR ATAU TIDAK, TAPI PERTANYAANNYA: APA IBU PERNAH MENERIMA SESUATU DARI SANG PANGERAN??? – ITU PERTANYAANNYA! JADI MUNGKIN DIA PIKIR BARANG DISEMBUNYIKAN ATAU DI JUAL BERARTI BUKTI JUGA IKUT HILANG… PADAHAL SUDAH BERJILBAB, TAPI SEPERTINYA JILBAB HANYA DIGUNAKAN UNTUK BERBOHONG DAN MENARIK SIMPATI ORANG-ORANG LUGU YANG SELAMA INI PERCAYA DAN MENDUKUNGNYA, DIA TIDAK PUNYA RASA KASIHAN PADA MEREKA (PENDUKUNGNYA) PADAHAL MEREKA TIDAK PANTAS IBU DESY BOHONGI KARENA TANPA MEREKA IBU DESY DAN MANOHARA TIDAK AKAN SETENAR SEKARANG INI DAN JUGA TIDAK AKAN MENGHASILKAN UANG SEPERTI SEKARANG INI.

    YANG JUGA JADI PERTANYAAN, MANOHARA MENGATAKAN DI SALAH SATU VIDEO, BAHWA DIA DIPERKOSA PADA ACARA MAKAN DI SUATU HOTEL DI SINGAPORE, TAPI DI SISI LAIN DIKATAKAN DIA DIPERKOSA WAKTU ADA DI BALI DAN LOMBOK. HMM….JIKA DIA DIPERKOSA PERTAMA KALI DI BALI DAN LOMBOK, KENAPA DIA MAU IKUT KE SINGAPORE? DAN JIKA PERTAMA DIPERKOSA DI SINGAPORE KENAPA DIA MAU IKUT KE BALI DAN LOMBOK? HMM…MUNGKIN DIA PIKIR DALAM PERSIDANGAN ENAK (SEDAP), KATA-KATANYA SAMA DENGAN ORANG YANG TERSERANG DEMAM DENGAN SUHU BADAN 40°C KE ATAS. UNTUNG MANOHARA TIDAK DI EROPA KALAU TIDAK, DIA AKAN DI BANTING-BANTING OLEH PENGACARA/ PEGUAM LAWANNYA.

  3. SEHARUSNYA PERKATAAN IBUNYA DAN MANOHARA DIPERHATIKAN DAN HARUS DISELIDIKI DENGAN BAIK. JIKA TIDAK DIA HANYA AKAN MEMALUKAN PENGACARANYA/ PEGUAMNYA DAN SELURUH BANGSA INDONESIA! PARA FANSNYA MANOHARA SAYA HANYA INGIN KATAKAN: BERPIKIRLAH DENGAN LOGIS KARENA SUDAH TERBUKTI ANDA SEMUA JADI KORBAN KEBOHONGAN IBUNYA DAN MUNGKIN ITU BELUM SELESAI. JANGAN BUANG ENERGI UNTUK MEREKA KARENA MEREKA TIDAK PERDULI PADA PERASAAN ANDA YANG TULUS TERHADAP MEREKA. ORANG BOHONG TIDAK PANTAS DIKASIHANI APALAGI DIBELA!!!

    • SAYA HANYA BERTANYA-TANYA DALAM HATI; KENAPA YANG DITUNTUT HANYA SANG PANGERAN SAJA, YANG DITUDUH MEMPERKOSA MANOHARA. SEHARUSNYA IBUNYALAH YANG PALING PERTAMA/ UTAMA DITUNTUT KARENA DIA MENGIJINKAN ANAKNYA YANG MASIH DI BAWAH UMUR, WAKTU ITU 15 TAHUN, PACARAN/ BERHUBUNGAN DENGAN ORANG YANG JAUH LEBIH TUA DARI ANAKNYA BAHKAH BISA/BOLEH JADI AYAH MANOHARA, ITU BERARTI IBU DESY MENYETUJUI/ MERESTUI PENCABULAN ANAK DIBAWAH UMUR. DAN DI EROPA ITU MELANGGAR UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN ANAK. TAPI SAYA YAKIN UNDANG-UNDANG DAN HUKUM UNTUK PENCABULAN ANAK DI BAWAH UMUR (0-18 TAHUN) ITU JUGA DI INDONESIA ADA, KARENA INDONESIA SEDIKIT BANYAKNYA MENGAMBIL ALIH HUKUM BELANDA SEDANGKAN BELANDA MENCONTOH HUKUM JERMAN, DAN DI JERMAN ORANG SEMACAM IBU DESY AKAN DIHUKUM DAN HUKUMANNYA RELATIVE BERAT (BERTAHUN-TAHUN). SEMOGA SAJA HUKUM DI INDONESIA TIDAK DIBUTAKAN DENGAN KEPOPULERAN MANOHARA DAN IBUNYA, JADI SIAPA SAJA YANG BERSALAH HARUS DIHUKUM!!! HUKUM HARUS DIJALANKAN DENGAN SEADIL-ADILNYA, KAPAN DAN DI MANAPUN DIDUNIA INI!!!

20 Julai 2009

Nelayan (Santai)



Kawan si nelayan, biar pun tak sama bahasa tetapi mereka damai bersama.

Yang kita sama bahasa tak pandai berbahasa bercakaran!.

19 Julai 2009

30 Julai 09 Kardio Hospital Serdang (Singgahsana)

Temujanji yang ketiga di Hospital Serdang dengan Doktor Pakar Jantung. Jam 9:00 pagi Khamis 30 Julai 09. Kardio tingkat dua. Bulan Ogos pun telah ditetapkan dua temujanji. Telah hampir sebulan aku memakan ubat Uniaspirin untuk mencairkan darah. Ada ketikanya memang aku payah bernafas, berpeluh-peluh bagaikan ajal itu telah berada di ujung tanduk. Begini rupanya orang menghadapi kematian, terasa perbagai perasaan cemas, takut, sepi, sendirian & amat kosong rasanya dunia ini. Persediaan untuk menghadapi kematian itu yang kita sering abaikan & jika dihitungkan terasa sifarnya.

Mana ada orang rasa puas dengan kehidupan ini, jika boleh mahukan nyawa itu panjang beratus tahun. Masih mahu terusan hidup lagi. Apatah lagi jika hidup diulit kebahagiaan. Dengan rumah bagaikan mahligai, duit tak tahu di mana mahu digunakan. Teringat mahu ke mana sahaja telah berada di sana.

Aku suka melihat kehidupan di saluran 707 terutama di Greece, bagaimana rumah-rumah mereka dibena di kaki gunung dengan permandangan laut yang luas. Tamadun kehidupan mereka telah pun berkembang begitu lama, maka itu masyarakat mereka sampai ke tua suka mengadakan majlis tari menari. Kehidupan bagi mereka adalah kebahagiaan & kegembiraan. Alangkah damainya hidup ini.

Bandingkan kehidupan kita yang amat tenat di arus kota yang sesak, seharian mencari rezeki sampaikan ke malam belum tentu kehidupan keluarga kita akan terbela. Malahan rata-rata rakyat kita di Malaysia terikat dengan hutang-piutang. Sementelah ramai yang mati dengan hutang keliling pinggang. Bayangkan dari berumur sekitar 18 tahun lagi ramai kalangan kita telah pun berhutang dengan kerajaan. Jika tidak dengan JPA, MARA atau PTPTN mana mungkin kita boleh belajar ke menara gading atau jauh sampai ke luar negara. Apa terjadi jika hutang PTPTN tidak dilunaskan maka jadilah kes seperti artis tersohor Faizal Tahir. Dihalang oleh kerajaan kita untuk ke luar negara. Itulah musibah hutang-piutang.

Tidak mustahil masa mendatang kita akan menjadi seorang yang hidup bergantung dengan insuran & ikatan pinjaman. Tanpa pinjaman & insuran pasti waris yang tinggal akan dikejar bank, ceti, ah long & perbagai agensi pinjaman. Nahas.

Aku yang tak punya hutang besar ini pun amat takut dengan kematian. Sekadar ada hutang berbaki, rumah sekitar tiga empat tahun lagi. Ada sedikit hutang dengan anak-anak lantaran pinjam semasa mahu jelaskan cukai tanah pusaka tempoh hari. Takutnya kematian itu bukan apa, kesakitan itu sudah tentu, timbang tara di alam kubur, menghadapi hari akhirat, hari ketentuan apakah buku catatan duniaku diberikan dengan tangan kanan atau kiri?, dosa-dosa yang tentunya masih ada yang tidak terampun. Jika tercampak ke arus api nereka tentunya azabnya amat sakit. Jiwa sentiasa was-was akan keutuhan iman. Bila kita cermin diri kita, di mana sebenarnya mertabat kita di sisi-Nya?.

Maka itu aku amat pelik melihat sikap manusia, bagaimana masih ada anak yang durhaka kepada ayah ibu, isteri yang menyakiti hati suami, suami yang mendera isteri, rakan yang membuat fitnah, majikan yang tidak bertimbang rasa, menjadikan manusia hamba abdi secara moden, dendam sesama manusia, merompak, berjudi, berzina, minum arak, membunuh & perbagai kemungkaran yang terkadang tidak kita terfikirkan kejamnya. Bagaikan manusia ini mahu hidup bermaharjalela, mahu kekal berkuasa, mahu kekal berstatus tinggi, mahu kekal kaya-raya, mahu kekal bergaya.

Bagaikan mati itu tidak akan datang.

Kembali ke masalah diri. Biasalah di Hospital Serdang, tiga jam tidak mungkin akan selesainya. Lama menanti, ketemu doktornya tak akan sampai 15 minit pun. Pastinya aku akan pulang sekitar jam 2:00 petang mungkin lebih lama dari itu. Baru 10 Julai 09 lalu; aku ke PKupm, Dr Shima amat tidak berpuas hati dengan kesihatanku. Melalui ujian terapinya, ujian darah, urine, tekanan jantung perbagai. Ianya makin kritikal; terutama diabebes & kolestrol. Diabetes aku meningkat berganda dalam tempoh sebulan.

Birasku mempelawa aku kerja sebagai Juruteknik Komputer di kompeninya. Itu satu penghormatan buatku. Masakan aku mampu, nampak sahaja aku ini segak & bertambah boroi. Hakikatnya saban hari bergantung dengan ubatan & perhatian doktor. Sekarang pun telah ada lebih dari tujuh jenis ubat mesti di makan setiap hari. Aku cuba kurangkan makan dalam sehari dua pun sudah tidak boleh bangun. Bagaimana mahu menghadapi alam kerjaya yang pasti berhadapan dengan masalah stres, bebanan kerja & perbagai perkara tidak diduga bagai dahulu.

Yang pastinya sejak lebih tiga tahun lalu; aku pasti sendirian merempuh kesakitan ini. Bayangkan bosannya tidak dapat berbual dengan sesiapa atau menulis apa jua di hospital sepanjang hari. Rimas, risau & perbagai kemungkinan bergolak di benak. Pernah aku ditahan di wad kecemasan sampai larut malam lantaran melonjaknya tekanan darahku, ketika nak balik tayar kapcai pula pancit. Merempuh embun malam dengan tayar yang gelong. Huh! betapa mencabarnya ujian nan Kau berikan aduhai! Ilahi.

Rumah Gua (Santai)


Sejuk pastinya...


Simenfero mesti boleh buat rumah macam ini... macam mana Tok Perak moh! kita cuba buat!

Gua 3 (Santai)


Gamirasu Cave Hotel, Turkey
menarik jika telah dihiasi

Gua 2 (Santai)

Ellkep Evi, Turkey
gua menjadi hotel


Tinggal di gua lagi aman dari di kota, maka itu asal kejadian manusia pun pernah berumah di gua-gua seperti sejarah di Zaman Batu.
Gua ini masih tak dicemari, tenguk betapa jernih airnya nan mengalir.

Gua (Santai)


Cantiknya gua ini... teramat jernih airnya.














Dalamnya penuh batu granit yang mereka bentuk pelbagai paten ...

18 Julai 2009

Suram Februari - sisipan (Singgahsana)


Dalam aku semak-semak e-mel di yahoo, tak sangka aku terima e-mel ini, tak pasti siapa Abg Eb ini. Dia mungkin rakan karibku, mungkin juga aku tak pasti namanya tapi wajahnya kukenal. Ini e-melnya

Salam iDAN,

Lama tak dengar berita apa khabar sekarang?
Dipendekkan cerita, bila baca mimpimu itu aku rasa tersentuh dek kisah si Nasha mengapa tah aku boleh terbaca coretan mimpimu itu.

Ahhh! banyak soalan dalam benakku ini, sekiranya aku terlepas pandang baru kutahu kini kawan kita itu bukan sahaja seorang yang perendah diri namun seorang pakar perancang.
Aku suka dia.

Satu sifat yang aku tak boleh lupa Nasha ni kalau kita minta satu dia akan suruh ambil lebih. Kalau kau nak tahu dalam banyak-banyak suara manusia ni yang paling nyata tonenya dalam gegendang telinga aku ni budak Nasha nilah. Sampai laa... ni aku boleh dengar bunyi suaranya yang mengulum itu.

Bagaimana dengan keluarganya? Apakah betul apa yang kau coretkan itu... sedih juga rasanya. Iyerlah! satu lagi episod di antara episod yang kita lalui sementara mengejar hari-hari yang mendatang.

Sekali difikir itulah episod mereka; episod kita sedang kita lalui, adakah siapa peduli kadang-kala mereka kena faham kita bercakap sekadar mencurah rasa itu pun nak jadi bertengkar tak apalah ada yang nak dengar, tak kisahlah sesiapa pun.. kawankah, jirankah, isterikah, suamikah kalau mereka faham yang kita ni mencurah rasa.

Tapi kalau tak ada yang nak dengar nak bincang agak-agak kau iDAN apahal agaknya...?

Sekian.

Wassalam

Abang Eb

iDAN: Jika tak siapa pun sudi mendengar, apatah lagi mahu berbincang, memberi respon atau ambil peduli; membuatkan kita sedar. Sesungguhnya masalah kita memang kita sendiri yang perlu menyelesaikannya, tidak kekasih, tidak suami atau isteri, tidak juga rakan baik, tidak juga keluarga terdekat. Diri makin terbiar. Sebatang kara & terasing.

Bagi diri tentunya lebih rela disakit dari kita menyakitkan orang. Rela susah sendiri dari menyusahkan orang lain.

Keperluan manusia ini rasanya sama sahaja, suka mengambil kesempatan jika kita ini diperlukan. Jika kita dalam musibah pandai-pandailah mencari jalan penyelesaian. Jika berubat pun belum tentu doktor akan kasi ubat terbaik. Jika pinta nasihat pun belum tentu kita mendapat nasihat terbaik. Jika kita ingin bantuan mana upah & cagarannya. Ini lumrah manusia kota. Segalanya mahukan nilai & harga.

Bila aku telah di taraf Pesara kini makin jelas, aku kehilangan rakan seorang demi seorang. Sebabnya mereka perlu mengejar dunia mereka. Rakan terdekat pun hanya bertanya khabar di sebalik ada sesuatu yang dia mahukan dari kita. Paling sedih abg kandung pun hanya datang sebab mahu meminta pinjaman wang, jika dia tak sesak pasti kita dilupakan.

Rakan yang berjaya makin senyap, leka dengan dengan kehidupan mewah mereka. Rakan yang naik pangkat semakin sibuk, jika ketemu pun kita nak berbual tak pernah pun dapat habis perbualan. Tambah menyiksa kita susah-susah telefon pun, ingin sangat berbual dengan insan yang kita panggil rakan. Senang sahaja dia memutuskan talian.

"Abg iDAN ada talian nak masuk..." Keletop..! dia letakkan gagang telefon. Terkebel-kebellah kita. Jadi mahu kita cari apa lagi di dunia ini.

Keluarga Arwah Nasha begitulah, isterinya terus bahagia dengan suami mudanya. Dengan duit pencennya tentunya. Kekasih isterinya yang membuatkan arwah bungkam. Kata Ulan anaknya makin bertambah dengan suami mudanya. Kata Ulan dia kini pindah di Perak. Anak sulungnya kata Atan kerja di tempat lama aku berkerja, Fak. Kejut. Bekas tempat kerja ayahnya, cumanya dia dengarnya kerja di Pejabat bukan di makmal. Mungkin Abg Eb boleh kontak Atan jika mahu cerita lebih lanjut tentang arwah. Aku tak tahu sangat perkembangan keluarga arwah. Rumahnya di Jenaris masih disewakan. Dulu memang katanya mahu dijual tetapi anaknya yang sulung tidak membenarkan.

Rakan karib memang payah nak kekal, Rakan sebaik Arwah Nasha cepat sangat perginya. Manusia pun di zaman kini payah mengenang jasa kita; saling pijak memijak & kita sering jadi mangsa Batu Loncatan atau Kambing Hitam untuk dikorbankan; itu telah menjadi satu kemegahan gerladangan yang berjaya; bagaikan adat resam masyarakat moden kini. Waspada. Hidup memang kena diteruskan.

17 Julai 2009

Ikan Satu Tan (Ceritera)

ORANG ramai melihat bangkai ikan seberat lebih satu tan di pantai Kuala Muda, semalam. Ikan sepanjang 5.36 meter itu disedari tersangkut pada pukat tunda sekumpulan empat nelayan, jam 2.15 pagi semalam, sebelum ditunda ke pantai selama empat jam dan tiba di pantai Kuala Muda jam 7.15 pagi.

ORANG ramai melihat bangkai ikan seberat lebih satu tan di pantai Kuala Muda, semalam. Ikan sepanjang 5.36 meter itu disedari tersangkut pada pukat tunda sekumpulan empat nelayan,  jam 2.15 pagi semalam, sebelum ditunda ke pantai selama empat jam dan tiba di pantai Kuala Muda jam 7.15 pagi.

16 Julai 2009

Dinding tumpu batu gunung (Santai)

Percubaan menghidupkan suasana resort suatu usaha yang berbaloi bagi penghuni kediaman ini, walaupun hanya berpandukan naluri dan ilham majalah.


ASPIRASI gaya resort menjadi panduan Nor Suhaila memilih dan menyusun atur perabot.

SUASANA yang melambangkan persekitaran gaya sebuah percutian sering menjadi panduan dalam merias konsep hiasan dalaman. Pemilihan kemasan dan perabot berciri organik tentunya tercatur dalam perancangan awal penghuni kediaman teres dua tingkat ini.

Melewati sambutan pohon hijau subur di muka pintu, langkah masuk disambut susun atur set sofa fabrik putih dengan rangka rotan gelap.

Ia dipadankan kusyen sandar gabungan warna putih dan jingga pinang masak. Ilham susun atur di atas lantai panel kayu menjadikan semua itu nampak lebih hidup.


KECEMERLANGAN ilham dekorasi berjaya dihidupkan di ruang makan.


“Kemas dan selesa. Sekadar cuba mengikut gaya resort,” kata penghuninya, Nor Suhaila Daud. “Tapi saya amat berhati-hati dalam pemilihan kelengkapan isi rumah agar konsep yang diidamkan tidak ‘dicacatkan’ dengan kehadiran pelbagai perabot yang berlawanan konsep.”

Menurut pembantu tadbir ini, dia tidak berapa berminat pada lukisan untuk menyerikan ruang dindingnya. Sebaliknya, gandingan kertas dinding dan kraf khat yang diukir pada kayu lebih menepati cita rasanya yang jelas terarah kepada satu tema.


RUANG menonton hanya dihias ringkas bagi memberi keselesaan.


Ternyata semua itu pilihan tepat memandangkan garapan elemen yang dipinjam daripada belantara itu molek mendominasi keseluruhan kediaman.

“Pernah juga membeli, tetapi akhirnya tidak dapat memikirkan tempat untuk menggantung kerana warnanya tidak bersesuaian dengan konsep yang dimahukan,” ujar ibu kepada seorang puteri comel ini.

Tanpa mengupah mana-mana pereka hiasan dalaman, Nor Suhaila lebih mempercayai nalurinya sendiri hanya dengan berpandukan paparan dalam majalah.

Dia juga mengakui seronok mengubah gaya aturan perabot serta padanan langsir di jendela. Semua itu dibuat sekerap dua kali sebulan!

Mengorbankan halaman kecil di belakang rumah adalah keputusan yang perlu diambil untuk menambah keluasan pelan lantai. Bahagian itu kini menempatkan dapur kering dan basah, sementara ruang dapur asal telah diubah menjadi ruang menonton televisyen.


PENATAAN sederhana namun bergaya di tepi laluan tangga.


Satu lagi ruang yang mencuri pandangan adalah ruang makan. Bukan sahaja kerana naluri kreatif Nor Suhaila dalam penataan hiasan warna potpuri dan jambangan lavender di atas meja, dia juga bijak menyuai padan meja makan dan kerusi daripada set yang berlainan.

Kemudian, ia disempurnakan dengan latar dinding berupa bongkah pecahan batu gunung yang berpenampilan mewah. Susunan batu-batu itu seumpama kraf dinding yang meninggalkan impak suasana, lebih-lebih lagi apabila pencahayaan kuning dilimpahkan ke atasnya.


LANTAI panel kayu kecil dan gandingan perabot kayu potongan ringkas untuk ruang santai terbuka.


“Sejumlah RM2,000 dibelanjakan untuk membeli batu gunung ini yang dijual mengikut berat minimum satu tan. Upah memasangnya pula memakan belanja sebanyak RM700,” jelasnya.

Anak tangga beralas permaidani

Menyusuri anak tangga hingga ke tingkat dua, kaki sentiasa beralas permaidani. Seperti sudah sedia dengan pertanyaan tentang itu, Nor Suhaila menjelaskan bahawa kesihatan keluarga adalah tanggungjawab setiap penghuni rumah.

Bagi mengelakkan permaidani menjadi tempat habuk, hama dan debu, ia perlu dibersihkan dengan penyedut hampagas sekurang-kurangnya sekali seminggu.


WARNA merah jambu dan ungu untuk bilik si kecil.


“Semua tingkap di rumah ini dilengkapi jaring halus supaya hanya membenarkan peredaran udara sihat dan pada masa yang sama menyaring habuk,” akui si ibu sambil sempat menunjukkan bilik yang hanya berwarna merah jambu dan ungu muda - seperti yang ‘disyaratkan’ si anak kecilnya.

Bagi pasangan Nor Suhaila dan suaminya, Badli, mereka mengakui bahawa segala susah payah mereka tinggal menyewa suatu masa dahulu selama tiga tahun berbaloi.

Kesabaran mengumpul wang akhirnya dapat digunakan sepenuhnya untuk memiliki rumah itu, termasuk melunaskan bajet mengubahsuai dan membeli perabot.


ORNAMEN kreatif di dinding sebagai penanda ruang kerja Nor Suhaila.

“Kami tidak mahu membeli barangan sedikit demi sedikit. Saya juga tidak selesa kalau rumah asyik berdebu kerana kerja ubah suai. Sekali buat dan terus siap lebih menyenangkan ahli keluarga,” terang Nor Suhaila.

“Selain daripada status pegangan tetap, kediaman ini menjadi pilihan kami kerana lokasinya di kawasan yang tinggi dan tenang.

“Kedudukan rumah yang tidak berhadapan dengan kesibukan lalu lintas dan terlalu berdepan dengan deretan rumah lain juga membuatkan pandangan dan suasana lebih selesa,” ujar suaminya.

Kosmo!

Faizal Tahir kandas ke APM kerana hutang PTPTN (Hiburan)




KUALA LUMPUR - Artis dan komposer terkenal, Faizal Tahir (gambar) gagal menaiki pesawat untuk menghadiri majlis Anugerah Planet Muzik (APM) 2009 di Jakarta semalam dipercayai akibat tidak menjelaskan hutangnya dengan Perbadanan Tabung Pendidikan Tinggi Nasional (PTPTN).

Kosmo! difahamkan, Faizal sepatutnya menaiki pesawat bersama beberapa rakan artis seperti Ayu, Dafi dan Aizat pada pukul 3.55 petang menerusi Terminal Penerbangan Tambang Murah (LCCT) di Sepang semalam.

Namun, Faizal satu-satunya artis yang gagal melepasi saringan Imigresen kerana PTPTN sebelum ini telah mengenakan perintah sekatan keluar negara kepada hampir 78,000 peminjam yang tidak menjelaskan hutang.

Usaha mendapatkan komen Faizal, lulusan Universiti Teknologi Mara (UiTM) itu bagaimanapun gagal kerana beliau tidak menjawab panggilan telefon.

Kosmo!