04 Disember 2013

Puisi Sahabat Jiwa



BIARLAH AKU MENJERIT

Di celah-celah sinar mentari
kusambut dinginnya rona pagi
menyelimut samar kabus melingkari
di pepohon rimbun menghijau dalam sepi.

Aku di puncak gunung ini
bersama gerimis awan yang mengucup bibirmu
mencari langit yang lusuh birunya
sedangkan angin gunung mendakap dada.

Di birai puncak ini
aku menjerit namamu...indah
penuh gema yang mengudara bertebaran
menyusur lautan meniti lembah-lembah
mengejar belantara berlari di rimba-rimba
membelah dada langit menggegar seluruh alam
memecah sunyinya waktu yang kesepian.

Di puncak ini
aku resah kerinduan
nanar menggapai lembut dadamu
terdera mencari kucupan bibirmu lagi
tersiksa aku bersama rangkulmu yang panjang
aku merindu dakapan kasehmu di puncak rindu ini.

Namamu tetap aku jeritkan dalam jiwa...

## Sahabat Jiwa - AE##