iDAN

16 Jun 2009

Adakah Jagat Lain? (Agama)

Allah berfirman, ‘Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan semesta alam. Dan bagi-Nya lah keagungan di langit dan di bumi, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.’ (al-Jatsiyah: 36-37)

Para ahli tafsir memiliki banyak pendapat tentang kata ‘alamin yang menunjukkan luasnya pemahaman mereka. Jagat kita (universe) yang kita lihat sangat luas itu merupakan tingkatan yang jarak setengah diameternya adalah 30 miliar perjalanan cahaya. Dengan arti bahwa seandainya kita memulai perjalanan dari titik terjauh yang satu dengan kecepatan 300 ribu km/detik, dan itu adalah kecepatan kosmik terbesar, maka kita membutuhkan 30 milyar tahun untuk sampai ke titik terjauh di sisi lain dari alam semesta ini.

Para ahli astrofisika bertanya-tanya, adakah dunia selain dunia yang kita lihat ini, dan bagaimana dimensi-dimensinya jika ia ada. Kita memang tidak melihatnya, tetapi barangkali ia ada karena kita tidak melihat setiap yang ada. Allah berfirman, ‘Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat. Dan dengan apa yang tidak kamu lihat. Sesungguhnya al-Qur’an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia.’ (al-Haqqah: 38-40)

Para ahli astrofisika menyatakan bahwa dunia kita barangkali hanya seperti balon yang mengapung di angkasa yang sempurna dimensi-dimensinya.

Apa kata ahli tafsir?

Al-Qurthubi: Para ahli takwil berbeda pendapat mengenai kata ‘alamin. Menurut Qatadah, kata ‘alamin adalah jamak dari kata ‘alam, yaitu setiap maujud selain Allah. Kata ini tidak memiliki arti tunggal, sama seperti kata rahthun (kelompok) dan qaum (golongan). Husain bin Fadhal mengatakan penghuni setiap zaman itu disebut ‘alam. Dan lain-lain.

Wahb bin Munabbih berkata, ‘Sesungguhnya Allah memiliki delapan belas ribu jagat, dan dunia hanyalah satu jagat dari sekian banyak jagat tersebut.’

Abu Sa‘id al-Khudri berkata, ‘Sesungguhnya Allah memiliki empat puluh ribu jagat, dan dunia dari timur hingga barat adalah satu jagat.’

Muqatil berkata, ‘Jumlah jagat adalah delapan puluh ribu. Empat puluh ribu jagat di antaranya ada di dalam air, dan empat puluh ribu di antaranya ada di darat.’

Menurut al-Qurthubi, pendapat yang pertama adalah yang paling mendekati kebenaran, karena ia mencakup setiap makhluk dan eksisten. Dalilnya adalah firman Allah, ‘Firaun bertanya, ‘Siapa Tuhan semesta jagat itu?’ Musa menjawab, ‘Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya.’’ (asy-Syu’ara: 23-24) Kata ‘alamin di dalam al-Qur’an sebanyak 60 kali, dan salah satunya mengisyaratkan langit dan bumi.

Di kalangan para ilmuwan hari ini muncul banyak pertanyaan yang membingungkan seputar keberadaan jagat lain di tengah ciptaan yang mahabesar ini. Inti pertanyaan tersebut adalah: apakah ada jagat-alam lain dengan hukum yang berbeda dari hukum yang mengatur jagat kita, dimana cahanya melesat lebih cepat, dan dimana daya gravitasi lebih kuat daripada yang kita kenal?

Banyak ilmuwan meyakini keberadaan jagat lain selain jagat kita. Di antara mereka adalah Max Tugmart, John G. Cramer, Susan Wealze and David Hoytawes. Salah satu model yang diprediksi keberadaannya oleh para ilmuwan adalah kembaran galaksi kita, yang jaraknya dari kita adalah 1028 meter dari kita.
Max Tugmart berpandangan bahwa jagat paralel (parallel universe) bukan sekedar fiksi ilmiah. Bahkan, dunia lain itu tidak lain adalah implementasi langsung dari kajian-kajian kosmologi.

Malkuth antara al-Qur’an dan Sain:

Sangat mengherankan bahwa kata malakut yang disebut beberapa kali di dalam al-Qur’an itu digunakan para ilmuan. Mari kita cermati apa yang ditulus John G. Cramer,

‘Gene Wolf menduga bahwa yang disebut dunia ini bukan merupakan satu-satunya jagat, melainkan seperti satu dunia di luar perjalanan waktu. Kita akan membutuhkan kata lain, dan saya mengusulkan kata malkut yang dalam bahasa Kabalist yang berarti jagat. Tetapi, menurutku kata tersebut bukan kata baru, dan sepertinya kasar.’

Seandainya Gene Wolf tahu bahwa kata malkut atau malakut itu adalah kata asli Arab dan disebut di dalam al-Qur’an al-Karim, maka ia pasti tidak menyebutnya ‘kasar’. Allah berfirman, ‘Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan (malakut) langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman selain kepada Al Qur'an itu?’ (al-A’raf: 185)

Suzanne Willis menyebutkan bahwa jagat-jagat yang paralel itu dimungkinkan terpisah sesuai teori-teori yang terpisah dengan dua jalan. Jalan pertama pada fase huge inflation of the universe (pemekaran besar dunia), dimana satu bagiannya yang kecil berkembang menjadi besar, dan sesudah itu jadilah dunia yang kita kenal saat ini. Dan dimungkinkan bagian-bagian yang lain menempuh jalan yang sama, berkembang, dan membentuk dunia-dunia lain. Sedangkan jalan kedua dan sesuai teori kuantum, dunia-dunia paralel itu berjalinan akibat Quantum Event.

Max Tugmark meneliti teori-teori fisika yang berkaitan dengan jagat-jagat paralel, yang tersusun dalam empat tingkatan jagat, yang memukinkan adanya variasi yang berkelanjutan.

Tingkatan pertama adalah jagat-jagat raya yang tidak diatur dengan fisika dan konstanitas fisika jagat kita, tetapi bisa jadi perkembangan Artikelnya berbeda.

Tingkatan kedua adalah jagat-jagat yang konstanitas-kontanitas fisikanya dan dimensi-dimensi ruang dan waktunya berbeda dari yang ada di jagat kita.

Tingkatan ketiga, setiap kuantum dimungkinkan memunculkan banyak salinan.

Tingkatan keempat memiliki hukum-hukum fisika yang berbeda.

(eramuslim.com)

AMAR MAKRUF NAHI MUNGKAR (Agama)

Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada 13 Januari 2007

Soal:

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan amar makruf nahi mungkar? Apa pula yang dimaksud dengan mengubah kemungkaran (taghyîr al-munkar)?

Jawab:

Amar makruf nahi mungkar merupakan salah satu ciri yang hanya dijumpai pada kaum Muslim; tidak ada pada umat-umat lain. Bahkan keistimewaan umat Islam justru dicirikan dengan adanya sifat amar makruf nahi mungkar. Banyak ayat yang menyebut tentang amar makruf nahi mungkar dan menggandengkannya dengan sifat-sifat kaum Muslim. (Lihat: QS Ali Imran [3]: 110).

Menurut mufasir al-Qasimi, sifat tersebut (yakni amar makruf nahi mungkar, pen.) menjadi keutamaan yang Allah berikan kepada umat Islam, dan tidak diberikan kepada umat-umat lain (Al-Qasimi, Mukhtashar Min Mahâsini at-Ta‘wîl, hlm. 64, Dar an-Nafa’is).

Yang disebut dengan makruf menurut timbangan syariat Islam adalah setiap itikad (keyakinan), perbuatan (amal), perkataan (qawl), atau isyarat yang telah diakui oleh as-Syâri‘ Yang Mahabijaksana dan diperintahkan sebagai bentuk kewajiban (wujûb) maupun dorongan (nadb). (Dr. Muhammad Abdul Qadir Abu Faris, Amar Ma‘ruf Nahi Munkar, hlm. 19, Darul Furqan).

Dengan demikian, beriman kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya; pada Hari Akhir, syurga dan neraka, dan lain-lain dianggap sebagai perkara yang makruf dan diperintahkan, serta terkait dengan itikad (keyakinan/keimanan). Pelaksanaan shalat, shaum, zakat, haji, sedekah, berjihad fi sabilillah dan sejenisnya; tercakup di dalam perbuatan-perbuatan (amal) yang makruf. Mengucapkan kata-kata yang haq, memerintahkan untuk menjalankan kewajiban agama, dan melarang terjerumus dalam hal-hal yang diharamkan; juga tergolong pada perkara yang makruf.

Jadi, makruf disini berarti al-khayr (kebaikan). Oleh karena itu, amar makruf berarti perintah atau dorongan untuk menjalankan perkara-perkara yang makruf (kebaikan), yang dituntut atau didorong oleh akidah dan syariat Islam.

Sebaliknya, yang dinamakan dengan mungkar menurut timbangan syariat Islam adalah setiap itikad (keyakinan/keimanan), perbuatan (amal), ucapan (qawl) yang diingkari oleh as-Syâri‘ Yang Mahabijaksana dan harus dijauhi (Abu Faris, ibid, hlm. 20, Darul Furqan).

Dengan demikian, syirik kepada Allah, percaya pada ramalan bintang dan dukun, menyandarkan nasib pada mantera-mantera dan paranormal, dan sejenisnya, adalah keyakinan yang mungkar. Begitu pula minum-minuman keras (khamar), berzina, mencuri, ghîbah, berdusta, bersaksi palsu, tajassus (memata-matai) seorang Muslim, korupsi, suap, meminta bantuan militer kepada negara kafir untuk memerangi sekelompok umat Islam, tunduk pada dominasi negara-negara kafir, menelantarkan urusan rakyat, mengambil harta milik masyarakat (milik umum) tanpa legislasi syariat, menjalankan hukum thâghût (selain hukum Islam), dan sejenisnya; termasuk tindakan-tindakan mungkar.

Jadi, mungkar di sini berarti as-syarr (keburukan). Oleh karena itu, nahi mungkar berarti perintah untuk menjauhi perkara-perkara yang mungkar (keburukan), yang dihindari oleh akidah dan syariat Islam. Amar makruf nahi mungkar diwajibkan oleh syariat Islam. (Lihat: QS Ali Imran [3]: 104).

Adapun taghyîr al-munkar (mengubah kemungkaran) adalah juga diwajibkan atas setiap Muslim. Hanya saja, caranya telah ditentukan oleh Rasulullah saw. Beliau bersabda:

«مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَاِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَاِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ،
وَ ذَلِكَ اَضْعَفُ اْلإِمَانِ»

Siapa saja di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya; jika tidak mampu, hendaklah dengan lisannya; jika tidak mampu, hendaklah dengan hatinya. Akan tetapi, yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman. (HR Muslim).

Menurut Qadli Iyadh, hadis itu terkait dengan sifat-sifat seseorang tatkala mengubah kemungkaran. Orang yang hendak mengubah kemungkaran berhak mengubahnya dengan berbagai cara yang dapat melenyapkan kemungkaran tersebut, baik melalui perkataan maupun perbuatan (tangan). Jika seseorang memiliki dugaan kuat (yakni jika diubah dengan tangan akan muncul kemungkaran yang lebih besar lagi, seperti menyebabkan risiko akan dibunuh atau orang lain bakal terbunuh karena perbuatannya), cukuplah mengubah kemungkaran itu dilakukan dengan lisan; diberi nasihat dan peringatan. Jika ia merasa khawatir bahwa ucapannya itu bisa berakibat pada risiko yang sama, cukuplah diingkari dengan hati. Itulah maksud hadis tersebut (An-Nawawi, Syarh Shahîh Muslim, jilid II/25).

Berdasarkan hal ini, seseorang yang mampu mengubah kemungkaran. Yang dimaksud dengan mengubah kemungkaran melalui hati adalah menasihati pelaku kemungkaran, kemudian (jika hal itu dilakukan, atau tidak mampu dilakukan karena adanya risiko kemungkaran yang lebih besar) memutuskan hubungannya dengan kemungkaran dan pelakunya melalui tindakan: tidak duduk bersama-sama pelaku yang tengah melaksanakan kezaliman atau tindakan mungkar; tidak minum-minum (khamar) bersama-sama; tidak makan-makan (makanan yang haram) secara bersama-sama dengan pelaku, tidak melayani/memfasilitasi dan mendorong mereka melakukan kemungkaran; dan sebagainya.

Dari paparan tersebut tampak bahwa pihak yang paling bertanggung jawab dalam melakukan amar makruf nahi mungkar dan mampu mengubah kemungkaran dengan tangan (kekuatan) adalah pemerintah atau negara. Negara memiliki seluruh pranata yang memungkinkannya bisa menjalankan amar makruf nahi mungkar dan melenyapkan kemungkaran dengan tangan (kekuatan)-nya seketika.

Masalahnya, di tengah-tengah kaum Muslim saat ini pemerintah atau negara telah berubah menjadi dâr al-kufr, syariat Islam diganti dengan sistem hukum thâghût, sekularisme dijadikan dasar negara, kedaulatan bukan di tangan Allah Swt. melainkan manusia (yaitu rakyat), kekufuran merajalela di seluruh lapisan, dari dasar hingga ke cabang-cabangnya, ideolologi kufur (seperti Komunisme, Kapitalisme-Demokrasi dan semacamnya) merajalela dan menjadi panutan kaum Muslim, bahkan dibelanya mati-matian. Ertinya, negara telah menjadi pelaku atau pemelihara kemungkaran itu sendiri. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Jawabannya, bahwa kaum Muslim saat ini harus terlibat dalam proses taghyîr al-munkar secara global dan inqilâbî (revolusioner). Caranya adalah dengan mengembalikan lagi sistem hukum Islam melalui eksistensi negara yang mendasarkan diri, menjaga, melaksanakan dan mempropagandakan akidah dan syariat Islam; yaitu melalui Negara Khilafah yang merujuk pada manhaj Nabi saw. Tentu saja, semua itu harus melalui tahapan/metode yang dilandasi oleh perjalanan Rasulullah saw. membangun Negara Madinah, bukan berdasarkan metode lain.

Jika di tengah-tengah kaum Muslim tidak terbersit upaya untuk mengubahnya, bahkan dengan hati sekalipun (membiarkan dan tidak peduli dengan kondisi kaum Muslim saat ini yang didominasi oleh kekufuran), bererti iman dalam dirinya telah sirna, dan kemungkaran akan menyelimuti seluruh umat manusia. Pada akhirnya, pintu azab Allah yang sangat pedih akan terbuka. Rasulullah saw. bersabda:

«وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلاَ
يُسْتَجَابُ لَكُمْ»

Demi jiwaku yang ada dalam genggamannya, kalian memerintahkah kemakrufan dan mencegah kemungkaran atau Allah akan menimpakan azab atas kalian, kemudian kalian berdoa kepada-Nya, lalu doa kalian tidak akan dikabulkan. (HR at-Tirmidzi).

[AF]


Entri ini dituliskan pada 13 Januari 2007 pada 6:53 am dan disimpan dalam Dakwah. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.
Satu Tanggapan ke “AMAR MAKRUF NAHI MUNGKAR”

1.
latiaf berkata
18 Februari 2007 pada 8:17 pm

Bismilahirrahamanirahim
Dalam menegakan amal makruf nahi mungkar…sering terjadi kekerasan dan penzaliman dari pemerintah kepada golongan lain dengan kekerasan,dengan undang2,dengan membubarkan atau dengan mengusir…
Seperti sering kita saksikan di negara2 Arab,di mana gol.islam minoritas(syiah Sufi dll) dianggap ajaran sesat dan kemudian dilarang dan dizalimi.

Kalau kita lihat di Indonesia, ada golongan islam yang melempari restaurant yang berbuka bulan puasa…MUI mengharamkan Ahmadiha Jil dll

Apakah begini dlm menegakkan Syariat islam yang anti kekerasan itu, anti diskriminasi?

Akibat yang paling buruk sekarang ini adalah di mana gol.Syiah dan Sunni Radikal saling bunuh membunuh karena berbeda agama. Sedangkan mereka semuanya adalah bersaudara seiman(QS.49:10-11).

Jadi melihat kepada Hadist di atas tadi, golongan yang kuat menggunakan Hadist itu sebagai justify untuk menghantam gol.islam lain2nya.

Sesunguhnya ajaran islam yang dibawa oleh Rasul adalah ajaran islam yang berkasih sayang. Musuh sendiri pun haruslah dicintai dan kasihi asal mereka tidak memerangi Agama dan Rasul.seperti ayat dibawah ini.

Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang (yahudi,Nasrani,Ahmadiah dll) yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS.60:8)

Kemudian Rasul menjelaskan ayat di atas;

Kamu belum lagi beriman kepada Ku, kalau kamu belum mencintai tetangga kamu(baik islam maupun non islam) HR Muslim

Jelaslah bagi kita bahwa ulama2 yang berkuasa tidak dibenarkan menzalimi, diskriminasi terhadap gol.islam yang berbeda pendapat dan berbeda aqidah, berbeda agama, walaupun anti Tuhan sekali pun. Ulama2 haruslah berlaku adil, tolerensi dan anti diskriminasi.

Demikian respond saya terhadap:cara menegakan amal makruf nahi mungkar.Semoga bermanfaat

wassalamu’alaikaum wr wb

Balas

iDAN :

Aku terpanggil untuk mendalami akan masalah Amar Makruf Nahi Mungkar ini setelah aku bertukar pendapat dengan seorang pelayar dunia maya yang menyarankan agar kita berdoa sahaja dalam masalah jiran kita yang telah belasan tahun masih terusan melakukan kemungkaran.

Bukan setakad jiran yang tidak bersolat Jumaat, malahan terkadang kita terjumpa akan keratan nombor ekor di tong sampah milik kita. Terkadang juga kita nampak tin minuman keras bersepahan di depan rumah kita.

Belum lagi masalah aurat keluarga & menantunya. Apakah dengan sekadar doa yang tentunya amat lemah akan iman kita; sedangkan segala kemungkaran ini terusan berlaku sejak berbelasan tahun.

Bersuara bermakna akan pastinya memutuskan talian kejiranan; bertindak dengan tangan belum tentu kita yang menang. Sikap samsengnya bukanlah menakutkan sangat tetapi buat kita tambah meluat & jadi benci dengan keangkohannya.

Takutnya nanti akan bala yang bakal menimpa kita. Bala dari kemungkaran yang kita lakukan bukan kena terhadap kita semata; bala sebenarnya akan berlaku terhadap semua anggota masyarakat yang sekadar mengamalkan doa semata. Ini kerap berlaku tanpa kita sedari; sesungguhnya selagi kita beriman sememangnya kita akan terasa rugi jika kelilling kita tidak pun ada cahaya atau nur dari keimaman kita.

Agama menyarankan kita manjaga hak kejiranan

DAN HAK-HAK JIRAN MENURUT PANDANGAN ISLAM Feb 2, '08 5:32 AM
for everyone

Muslim yang bertimbang rasa dan menyedari serta memahami hukum-hukum agama, adalah merupakan manusia yang paling baik hubungannya terhadap jiran-jirannya. Mereka akan sentiasa mencurahkan segala bakti demi kebaikan jiran mereka yang merupakan manusia yang paling mereka kasihi.

Islam banyak mewasiatkan umatnya agar kita sentiasa menjaga dan memelihara hubungan dengan jiran. Menyedari betapa tingginya kedudukan jiran di dalam Islam dan peranannya dalam kehidupan kemanusiaan, Allah SWT berfirman dalam al-Quran;

Maksudnya;

“ Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu pun dan berbuat baiklah terhadap kedua ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin yang terdekat dan tatangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat dan ibnu as-sabil. “

(Surah an-Nisa’ : ayat 36)

(Dekat dan jauh di dalam ayat di atas dikaitkan dengan tempat, hubungan kekeluargaan dan perbedaan agama antara yang muslim dengan yang bukan muslim)

Rasulullah SAW juga sering memperingatkan kita dalam banyak hadisnya supaya kita sentiasa menjaga hubungan baik dengan jiran dan sentiasa berbakti serta memuliakan mereka. Antara pesanan baginda ialah;

“ Sentiasalah Jibrail berwasiat kepadaku mengenai jiran, sehingga aku menyangka bahawa sesungguhnya dia (jiran) layak untuk diwarisi ( mendapatkan harta pusaka).”

(Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Bagaimana dengan jiran kita yang hanya namanya sahaja Islam. Tetapi melanggar semua hukum-hakam. Tidakkah kita akan terasa amat ruginya kita terusan berbakti kepada orang yang telah tertutup hatinya; dari sudut sembahyang Jumaat pun telah jelas. Tiap kali kita apergi sembahyang Jumaat sekeluarga mereka langsung tidak hiraukan sembahyang Jumaat; apakah kita terusan berbakti kepada mereka lantaran mengandaikan selagi mereka tidak memerangi agama kita. Sedangkan mereka bukan syirik hanya mereka yang menzalimi diri sendiri & mengetepikan tuntutan agama atau beramal; beriman. Sedangkan jiranlah cermin bagi anak-anak kita untuk membesar. Tanpa jiran di manalah letaknya masyarakat.

Apakah hukum solat Jumaat?

Solat Jumaat adalah suatu kewajipan yang ditetapkan agama. Ia bukan sahaja dilakukan oleh Rasulullah s.a.w bahkan ia juga telah disebut di dalam Al-Qur’an.

Jika seorang lelaki Islam tidak melakukannya, maka ia dianggap sebagai dosa besar.

Malah, hukum menunaikan solat Jumaat lebih ditekankan dibandingkan dengan solat lima waktu oleh Rasulullah s.a.w yang telah bersabda bahawa mereka yang tidak melakukan solat Jumaat selama 3 kali berturut-turut bukanlah seorang Islam.

Disini Rasulullah bermaksud untuk menerangkan betapa pentingnya solat Jumaat dan betapa besarnya dosanya jika tidak melakukannya. Lelaki Islam yang tidak dapat menunaikannya haruslah menggantikannya dengan solat Zuhur. Akan tetapi, ia hanya diterima jika ia kerana sebab-sebab berikut; jika terlalu sakit, jika terpaksa jaga orang yang sakit tenat, jika terdapat ribut taufan yang besar atau jika dalam keadaan bermusafir.

Berapakah jumlah jemaah yang harus ada untuk menunaikan solat Jumaat dan adakah ia hanya bolah dilakukan di dalam Masjid sahaja?

Menurut ke-empat-empat mazhab, jumlah jemaah bagi menunaikan solat Jumaat adalah seperti berikut:

Menurut mazhab Syafi’i dan Hambali, jumlah jemaah terendah adalah 40, tidak termasuk imam. Mazhab Maliki pula adalah 12, tidak termasuk imam, Bagi mazhab Hanafi pula, jumlahnya adalah 3, tidak termasuk imam.

Solat Jumaat boleh dilakukan dimana-mana, selagi mana jumlah tersebut
Apakah keuzuran daripada mendirikan solat jumaat?

Solat Jumaat adalah wajib bagi kaum lelaki. Bagi mereka yang meninggalkan solat Jumaat tiga kali berturut-turut dengan sengaja, hati mereka akan ditutup oleh Allah s.w.t. Keuzuran bagi meninggalkan solat Jumaat adalah sama seperti keuzuran yang diberikan bagi meninggalkan mana-mana ibadat wajib yang tidak mampu dilakukan.

Antaranya adalah pitam, gila, sakit terlantar sehingga tidak mampu bangun dan tiada yang dapat membawanya ke masjid, tugas yang terpaksa dilaksanakan yang mana ia menjaga keselamatan negara, tertahan (samada di penjara atau di tengah jalan) dan keadaan cuaca yang menghalang sama sekali pergi ke masjid.

Apa yang harus dilakukan lelaki yang tidak dapat menunaikan solat Jumaat atas sebab-sebab tertentu?
Umat Islam perlu berusaha sedaya upaya agar dibenarkan melakukan solat, termasuk solat Jumaat. Jika tugas menghalang, dan tugas tersebut penting dan genting bagi maslahat masyarakat, seperti polis, bomba dan sebagainya, atau maslahat keluarga yang ditanggungnya, maka ia tidak berdosa. Dan perlu melakukan solat Zuhur, tetapi selepas orang selesai melakukan solat Jumaat, sebagai penghormatan kepada solat Jumaat tersebut.

Bolehkah seorang muslimah menunaikan solat Zuhur pada hari Jumaat sejurus selepas azan berkumandang atau haruskah dia tunggu selepas selesainya Solat Jumaat dan khutbahnya?

Mereka yang tidak menunaikan solat Jumaat seperti wanita dan mereka yang uzur tidak perlu menunggu sehingga selesainya solat Jumaat untuk melakukan solat Zuhur. Solat Zuhur boleh dilakukan sejurus selepas azan berkumandang.

Fasik sengaja tinggal solat Jumaat
Posted by: nurjeehan in Soal Jawab Agama

Utusan Malaysia
23 Mar 2007

Soalan

Apa yg difahamkan, bahawa kita tidak boleh meninggalkan sembahyang Jumaat sebanyak tiga kali berturut-turut tanpa keuzuran, tetapi apakah hukumnya seseorang yang meninggalkan sembahyang Jumaat sekali sekala tanpa keuzuran?

Jawapan:

Solat Jumaat adalah fardu ain, wajib ditunaikan oleh setiap yang mukalaf, melainkan orang yang uzur syarie seperti sakit, musafir, hujan lebat sehingga terputus jalan dan sebagainya.

Namun meninggalkan solat Jumaat tanpa sebarang keuzuran adalah berdosa besar, kerana meninggalkan kefarduan yang telah ditetapkan oleh Allah s.w.t. di dalam al-Quran, seperti firman-Nya yang bermaksud: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila diserukan azan untuk mengerjakan solat pada hari Jumaat, maka segeralah kamu pergi (ke masjid) untuk mengingati Allah (dengan mengerjakan solat Jumaat) dan tinggalkanlah berjual-beli. (al-Jumuah: 9).

Daripada malik bin Safwan berkata telah bersabda Rasulullah s.a.w.: “Barangsiapa yang meninggalkan solat Jumuah tiga tanpa sebarang keuzuran dan tanpa sebarang alasan yang kukuh maka Allah memateri (menutup) pintu hatinya. (Imam Malik,jld:1,hlm:334, no.hadis:227).

Dalam riwayat yang lain Rasulullah s.a.w. ada bersabda yang bermaksud: “Barang siapa meninggalkan solat Jumaat tiga kali berturut-turut tiga dengan sengaja kerana malas menunaikannya lalu Allah akan menutup pintu hatinya.(al-Tirmizi, jld:3, hlm:327, no.hadis:460, Ibn Majah, jld:3, hlm:440, no.hadis: 1115).

Berdasarkan kepada nas-nas di atas jelas bahawa Allah memfardukan solat Jumaat ke atas setiap mukalaf supaya menunaikannya. Meninggalkan solat Jumaat dengan sengaja tanpa sebarang sebab adalah berdosa besar.

Sekiranya seseorang itu meninggalkannya dengan sengaja kerana malas maka dihukum sebagai fasik. Sekiranya dia mengingkari kefarduan Jumaat yang sudah dimaklumi umum maka dia dihukum terkeluar daripada Islam.

Hukum Meninggalkan Solat

Solat salah satu daripada rukun Islam yang lima, yang diwajibkan ke atas setiap muslim dan muslimat yang mukallaf (baligh dan berakal). Kefarduan ini telah disepakati ulama’ (ijma’) dan dikira sebagai (ما يُعْلـَمْ مِنَ الدِّينِ بالضَرُورَة) perkara asas agama yang diketahui oleh setiap muslim. Sesiapa yang mengingkari kewajibannya menjadi kafir dan murtad, kekal dalam neraka; kerana kefarduannya disandarkan kepada nas yang jelas dan qathi’e (tidak dapat ditokok tambah) daripada Al-Quran, As-Sunnah dan Ijma’.

Sesiapa yang meninggalkan solat kerana malas, bermudah-mudah atau sengaja tanpa menafikan kewajibannya tergolong dikalangan orang yang fasiq dan berdosa besar yang wajib ke atasnya beberapa perkara:-

1. Bertaubat, beristighfar serta menyesal di atas perbuatannya.
2. Mengqada’kan solat yang ditinggalkannya.
3. Dijatuhkan ke atasnya hukuman had.

Hukuman Had ke atas orang yang meninggalkan solat

Ulama’ mazhab berbeza pendapat pada bentuk hukuman yang dikenakan ke atas orang yang meninggalkan solat, setelah mereka bersepakat pada keharamannya dan besarnya dosa peninggalnya berdasarkan ayat-ayat Al-Quran dan hadis-hadis yang sahih.

* Mazhab Hanafi: Peninggal solat dihukum fasik dan wajib dipenjarakan dan dirotan dengan kuat sampai keluar darah, sehinggalah dia kembali solat dan bertaubat atau mati di dalam penjara. Dia tidak dibunuh kecuali mengingkari kewajipan solat atau mempersendakannya.

* Jumhur ulama’ daripada mazhab Maliki dan Syafie: Orang yang meninggalkan solat dengan sengaja dihukum bunuh walau pun meninggalkan satu fardhu sahaja. Disuruh agar bertaubat selama tiga hari, jika enggan dijatuhkan hukuman had dengan dipenggal kepalanya. Selepas dibunuh, dimandikan dan disembahyangkan ke atasnya serta ditanam di tanah perkuburan orang Islam kerana dia tidak dikira kafir. Ini juga adalah pendapat yang rajih pada mazhab Hanbali sebagaimana dikatakan oleh Ibn Qudamah dalam Al-Mughni .

Hukum Mengqada’kan Solat

Sesiapa yang meninggalkan solat kerana terlupa atau sengaja (dan berdosa jika sengaja), wajib mengqada’kannya. Dalilnya, sabda Nabi S.A.W.:

( إذا رقد أحدكم عن الصلاة، أو غفل عنها، فليصلها إذا ذكرها ))(
Maksudnya: Jika tidur salah seorang daripada kamu daripada solat, atau melupainya, hendaklah dia menunaikannya apabila sedar atau teringat.

(( من نسي صلاة فليصلها إذا ذكرها، لا كفارة لها إلا ذلك ))
Maksudnya: Sesiapa yang terlupa satu sembahyang, hendaklah menunaikannya apabila dia teringatnya; tiada kaffarah baginya kecuali yang tersebut (iaitu tidak perlu membayar kaffarah yang lain, memadai dengan menggantikan solat tersebut).

Banyak lagi hadis-hadis lain yang membawa maksud yang sama iaitu wajib mengqada’kan solat yang ditinggalkan. Pada zahir hadis tidak menyebut tentang hukum orang yang sengaja meninggalkan solat, adakah wajib mengqada’kannya atau tidak. Maka disinilah ulama’ memainkan peranan mereka untuk mengeluarkan hukum daripada nas tersebut. Mengikut kaedah Qias, orang yang meninggalkan solat kerana uzur seperti terlupa atau tertidur, wajib mengqada’kannya berdalilkan nas tersebut; maka kewajipan ini terlebih dahulu kena kepada orang yang meninggalkan solat secara sengaja. Jika tidak, jadilah maksiat itu (meninggal solat dengan sengaja) membawa kepada kesenangan (tidak qada’). Ini bertentangan dengan ruh syariat yang adil.

Janganlah kita terpengaruh dengan dakwaan sesetengah pihak yang mengatakan tidak wajib mengqada’kan solat yang telah ditinggalkan kerana cukup dengan Istighfar dan taubat sahaja. Ini kerana jumhur ulama’ daripada mazhab yang empat Hanafi, Maliki, Syafie dan Hanbali mewajibkan qada’ solat secara umumnya . Dikecualikan daripada Qada’ beberapa golongan:

1. kanak-kanak yang belum baligh, tidak wajib menggantikan solatnya yang terdahulu selepas baligh.
2. orang kafir yang memeluk Islam (muallaf) tidak wajib menggantikan solatnya semasa kufurnya.
3. perempuan yang haid
4. perempuan yang nifas (keluar darah akibat beranak)
5. orang gila, mabuk dan pengsan yang bukan dengan sebab yang disengajakan seperti minum arak dll.
Selain daripada mereka, samada tidur, sakit, murtad yang kembali memeluk Islam, [pengsan, gila dan mabuk yang disengajakan] wajib ke atas mereka qada’.

*Tidur tidak boleh disamakan (qias) dengan pengsan iaitu tidak perlu menggantikan solat kerana perbuatan tidur dilakukan dengan sengaja dan kehendak diri, ia berlainan dengan pengsan yang tidak disengajakan. Dalilnya seseorang itu mampu menidurkan dirinya tapi tidak mampu menjadikan dirinya pengsan dengan sendiri dan apabila seseorang itu pengsan, kadang-kadang tidak akan sedar walaupun dikejut dengan kuat. Apabila seseorang memakan ubat untuk pengsan contohnya, maka apabila sedar dia diwajibkan juga mengqada’kan solat yang tertinggal kerana dia sengaja membuat dirinya pengsan.

Jika seseorang daripada lima golongan di atas hilang uzur mereka dan masih tinggal waktu yang mencukupi walau Takbiratul Ihram, wajib baginya menggantikan solat tersebut begitu juga solat yang sebelumnya jika boleh dijama’kan. Hukum ini menyeluruh kepada yang bermusafir dan bermukim.

Contoh: Jika seorang perempuan suci dari haidnya pada akhir waktu Asar, wajib baginya mengqada’kan solat Asar dan Zohor yang sebelumnya. Begitulah juga perihalnya jika suci pada waktu Isyak, wajib mengqada’kan Maghrib dan Isyak.

Jika seseorang perempuan masuk waktu solat dalam keadaan suci, kemudian datang haidnya sebelum sempat dia solat pada waktu itu, dan waktu yang suci itu mencukupi untuk solat; wajib ke atasnya mengqada’kan solat tersebut apabila suci kelak kerana kelalaiannya dan tidak bersegera menunaikan solat selepas masuk waktunya.

*Disunatkan mengqada’ solat secara tertib solat yang ditinggalkan seperti Subuh sebelum Zohor dan begitulah seterusnya. Dan hendaklah seseorang itu mendahulukan solat yang tertinggal daripada solat waktu tersebut kecuali kerana takut luput waktu solat tersebut.

Bagi orang yang tidak tahu berapa kalikah tertinggal solat hendaklah dia melaksanakan qada’ solat tersebut sehingga dia yakin bahawa dia telah menghabiskan solat yang ditinggalkannya .

Hukum menangguhkan solat

Apabila masuknya waktu solat, wajib seseorang itu melakukan salah satu daripada dua perkara:-

1. terus mendirikan solat, itulah yang paling afdhal atau
2. azam untuk menunaikan solat dalam waktunya.
Jika tidak melakukan salah satu daripada perkara yang disebut di atas, sesungguhnya berdosalah dia. Ini dinamakan azam yang khas. Dan wajib bagi seseorang itu selepas baligh menyimpan azam yang umum untuk melakukan segala suruhan Allah dan meniggalkan segala laranganNya .

Haram hukumnya menangguhkan solat sehingga tidak sempat menunaikan solat dengan segala syarat dan rukunnya di dalam waktunya. Sesuatu solat itu dikira sebagai tunai (أداء) jika sempat mendapat satu rakaat daripadanya (selesai daripada sujud yang kedua). Apabila tidak mendapat walaupun satu rakaat, solat itu dinamakan Qada’. Tetapi dosa bukannya berkaitan dengan tunai atau qada’, seseorang itu telah dikira berdosa walaupun sempat mendapat satu rakaat di dalam waktu.

Tidur daripada Solat

Tidur yang dimaafkan sehingga keluar solat daripada waktunya:-
1. tidur yang bukan disengajakan (tertidur)
2. seseorang yang lupa bukan daripada perkara yang dilarang (contoh perkara yang dibenarkan: terlupa kerana sebab belajar atau kerja; contoh perkara yang dilarang: setiap perkara yang dilarang walaupun makruh seperti bermain catur dan lain-lain).

Tidak makruh tidur sebelum masuknya waktu solat. Ada yang bependapat makruh tidur sebelum waktu Isyak dan haram sebelum Jumaat.

Dibolehkan tetapi makruh tidur selepas masuk waktu solat dan sebelum menunaikannya dengan dua syarat:-
1. Jika seseorang yakin dapat bangun dengan sendiri atau bantuan yang lain
(loceng atau kawan).
2. Dan berbaki daripada waktu kadar yang mencukupi untuk bersuci dan solat.
Jika tidak menepati syarat tersebut, baginya dua dosa:-
1. Dosa meninggalkan solat pada waktunya.
2. Dosa tidur.

Jika seseorang itu yakin dapat bangun dalam waktu solat, tetapi apabila terjaga nyatalah telah luput waktu solat itu, dia tidak dikira berdosa kerana meninggalkan solat. Dia hanya berdosa kerana sebab tidurnya itu, dan dosanya tidak terhapus kecuali dengan istighfar dan taubat.

Jelas di sini, jika seseorang lelaki Islam itu sengaja meninggalkan sembahyang Jumaat yang wajib bagi lelaki sebanyak tiga kali. Hukumnya akan berkait dengan mereka yang sengaja meninggalkan solat lima waktu. Bagi * Jumhur ulama’ daripada mazhab Maliki dan Syafie: Orang yang meninggalkan solat dengan sengaja dihukum bunuh walau pun meninggalkan satu fardhu sahaja. Disuruh agar bertaubat selama tiga hari, jika enggan dijatuhkan hukuman had dengan dipenggal kepalanya.

Sembahyang lima waktu pastinya sukar kita kesan, kerana mungkin jiran kita sembahyang sendirian; tetapi sembahyang Jumaat nampak & nyata dia tidak pergi ke masjid. Maka itu aku berbalah dengan si pelayar dunia maya tadi; apakah masih afdal kita mendoakan jiran yang ibaratkan telah jadi jenazah atau bangkai bernyawa. Tidak nanti jadi doa Nabi Noh a.s yang kehilangan anak & isterinya di banjir yang diturunkan oleh Ilahi.

15 Jun 2009

Asam Pedas Ikan Pari Singapore (Harum Aroma)

Asam Pedas Ikan Pari Singapore 8.80
Kiriman: Inah Hassan
Sumber: Ibu saya
Hits: 395 Rating: 8.80 Review: 0
Bahan-Bahan:
15 batang lada kering
4 biji bawang putih
½ inci kunyit hidup
1 biji bawang besar
sedikit blacan
1 sudu teh jintan halus
1 sudu teh ketumbar
2 sudu teh lada hitam
kesemua bahan2 dikisar halus
1 batang serai dititik
2 mangkuk air asam jawa
garam
1kg ikan pari
terung dan kacan bendi
daun kesum
Cara:
Tumiskan bahan2 kisar dengan minyak sehingga garing. masukkan air asam dan garam serta serai. bila mendidih masukkan ikan pari dan sayur2
Tambahan:
bila masak asam pedas jangan gunakan cili boh

Tercekik Tulang (Singgahsana)



"Azim..! ada orang mati tak tercekik tulang..."

"Ada! tapi ketika dia tercekik terus mati..! bukan sakit-sakit di tekak kemudian mati"

"Sudah dua hari ayah tercekik tulang ni! sakitnya amat, Azim pernah sakit macam ini ke?"

"Pernah tahun sudah dekat sebulan baru hilang sakitnya!"

"Mungkin sebab ayah gaduh dengan ibu kot! kes ikan biiis semalam.!"

"Mungkin!.."

Aku membetulkan penghawa dingin kereta perangku. Tak terasa amat akan sejuknya biar pun aku telah putar suisnya ke taraf dua. Cuaca di Lembah Kelang amat panas, dengan jerebu yang berterbangan, paras tidak sihat lantaran kebakaran & pencemaran udara. Sudah lebih 2:30 petang aku berkejar untuk menghantar Azim ke sekolah agama. Di rumah tadi Azim leka dengan Taggednya.

Semalam memang aku bising lantaran aku berharapkan Mila goreng ikan yang kubeli. Ada dua tiga jenis ikan yang aku beli, satu ikan yang tiada tulang; yang telah dilapah hanya isi sahaja & dibekukan. Satu lagi ikan kayu ada dua ekor bersaiz besar. Selebihnya ikan telah lama dibekukan. Tetiba aku lihat Mila goreng ikan bilis taruh kicap. Cadangnya ikan bilis itu mahu dibuat sambal belacan cicah tempoyak. Sebab itu aku beli ikan bilis termahal di Econsave; yang harganya lebih dari RM25 sekilo. Jika mahu goreng taruh kicap baik beli ikan bilis yang harganya sekitar belasan RM sahaja. Ikan bilis yang berharga belasan RM sekilo janganlah pula dimasukkan ke peti ais & terus digoreng memanglah akan keras macam batu; liatlah amat macam getah. Biar sahaja di luar dalam dedahan udara. Pasti okeynya jika digoreng.

Mila memang jarang amat ke pasar, maka itu dia tak perasan harga sesuatu barangan. Dia mungkin tak tahu terkadang cili masak sampai berharga belasan RM sekilo, maka itu dia tak rasa sayang pun cabai masak sering busuk di peti ais; asyik beli makan di luar. Daging ikan yang tanpa tulang entah di mana; tak jumpa pun dalam peti ais. Bila masa Mila masak daging ikan itu. Tak pasti. Cuma ada ikan kayu. Ikan kayu@tongkol paling sedap masak gulai, masak kari atau pun lemak cili api. Jika setakad goreng memang tak akan sedapnya. Jika berjual nasi dagang memang sesuai dengan lauknya ikan kayu. Maka itu ikan bilis ada kelas-kelasnya. Jika mahu makan mentah dibuat sambal belacan, munasabahlah beli yang mahal sikit. Jika nak buat sambal tumis rasanya afdal guna yang sederhana harganya. Sebab aroma dari gorengan, taruh kicap, bawang, cili & lain-lain akan menjadikan ikan bilis itu sedap tentunya. Orang berniaga pun guna yang jenis sederhana harganya.

Bila aku membebel bab ikan bilis. Barulah Mila goreng ikan raja yang aku pancing di Perak tempoh hari. Ikan raja ini anak-anak belaka sebesar ikan puyu, dua ke tiga jari. Sepatutnya ikan raja sekadar lauk sampingan; ibarat lauk tambahan; ikan masin. Kenalah digoreng garing agar tulangnya senang dikunyah. Aku pun satu lewat malam Senin itu tetiba kebulur, aku terasa lapurlah amat; Bila aku buka tudung saji, ada seketul kecik ikan kayu siang tadi yang Mila beli buat sarapan nasi dagang. Itu pun dah hampir nak basi rasanya & sepiring ikan raja yang telah digoreng. Gulai lemak bendi taruh sotong. Dah dekat jam 2:00 pagi dengan mengantuknya dengan makan gelojohnya; Padan muka aku tetiba tercekik tulang. Dah cuba telan nasi banyak-banyak. Dah cuba minum air banyak-banyak. Gagal. Tak lena tidur aku. Bangun tidur terasa bengkak kerongkongku. Ini sudah kes serius.

Pergi ke kedai mamak makan Rojak Mee kot mahu ianya tercabut; telan rojak tanpa kunyah yang lumat. Ish! masih sakit; masih tak terlepas. Apa iyer petuanya tercekik tulang. Masa aku kecik aku selalu tercekik tulang; ubat paling mujarab ialah makan Jeruk Bawang. Mana nak cari; kalau di Siam banyaklah jumpa Jeruk Bawang Putih. Jeruk bawang besar adakah?. Di sini mana nak jumpa jeruk bawang itu.

Along kata telan beras, petua orang Jawa. Ibunya yang ajar. Biar bebetul; takutnya nanti sakit perut pulak telan beras. Silap-silap sembelit. Adoi! sakitnya tekak ini; bilalah nak hilang sakitnya.

Aku cari di internet... Mana Petuanya ni!

- Telan pisang!

- Petua kak lady kalau kena tulang...telan nasi yang dikepal...jgn besar sgt nanti tercekik nasi pulak...

Semasa nak telan nasi tu...tarik kedua2 belah telinga sebab nanti ruang kerongkong membukak...alhamdulillah sampai sekarang buat petua tu...menjadi...

- Jumpa doktor, suruh doktor cabutkan.

Korban khalwat (Ceritera)



Oleh Mohd Amin Jalil dan Nor Aziah Othman
am@hmetro.com.my

PORT DICKSON: Akibat terlalu panik, seorang gadis yang terkejut dan terlalu takut ditangkap basah oleh pegawai penguat kuasa agama, maut selepas bertarung nyawa selama 10 jam akibat terjatuh dari tingkat tiga sebuah hotel bajet di Teluk Kemang, dekat sini, kelmarin.

Dalam kejadian jam 3 pagi itu, mangsa yang memakai baju-T dan kain, dipercayai terjatuh dari tembok tingkap di bilik berkenaan sebelum kepalanya dipercayai terhempas pada bucu longkang menyebabkannya cedera parah.

Sebelum itu, mangsa berusia 20-an yang dipercayai bekerja di sebuah institusi kewangan di Lembah Klang, dipercayai datang ke bandar pelancongan ini bersama pasangan lelakinya berusia 30-an sebelum menginap di hotel terbabit.

Berikutan kejadian itu, mangsa dikejarkan ke Hospital Port Dickson (HPD) untuk rawatan sebelum dipindahkan ke Hospital Tuanku Jaafar Seremban (HTJS) Seremban, tetapi disahkan meninggal dunia jam 3 petang hari sama.

Sumber berkata, kejadian dipercayai berlaku apabila sepasukan lapan pegawai penguat kuasa Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Negeri Sembilan (JHEAINS) melakukan pemeriksaan di bilik berkenaan selepas menerima aduan berhubung kegiatan khalwat.

Menurutnya, sebelum itu, pegawai penguat kuasa mengetuk pintu bilik berkenaan selama 10 minit sebelum seorang gadis membuka pintu dan mangsa mempamerkan riak wajah terkejut apabila pegawai terbabit menunjukkan kad kuasa untuk melakukan pemeriksaan.

“Secara tiba-tiba gadis itu terus berlari ke dalam bilik lalu memanjat tingkap, tetapi dia (mangsa) hilang imbangan ketika berdiri di tembok birai tingkap berikutan hotel terbabit tidak mempunyai balkoni lalu jatuh.

“Gadis berkenaan ditemui dalam keadaan berlumuran darah di bawah hotel apabila kepalanya dipercayai terhantuk pada longkang, manakala pasangan lelakinya ditemui berada di atas katil dalam bilik yang diperiksa itu.

“Pegawai penguat kuasa yang menyedari kejadian itu menghubungi pihak polis dan HPD bagi mendapatkan bantuan sebelum mangsa dikejarkan ke hospital berkenaan dengan menggunakan ambulans untuk rawatan lanjut,” katanya di sini, semalam.

Sumber itu berkata, mangsa terpaksa dirujuk ke HTJS jam 5 pagi kerana mengalami kecederaan serius di kepala dan anggota badan sebelum ditempatkan di Unit Rawatan Rapi (ICU).

Menurutnya, gadis itu, bagaimanapun disahkan meninggal dunia kira-kira jam 3 petang selepas 10 jam bertarung nyawa dan jenazahnya dituntut ahli keluarganya pada hari sama bagi urusan pengebumian.

Katanya, pasangan lelakinya ditahan untuk siasatan mengikut Seksyen 61 (1) Enakmen Jenayah Syariah Negeri Sembilan 1992 kerana kesalahan berkhalwat, yang mana sabit kesalahan boleh didenda RM3,000 atau dua tahun penjara atau kedua-duanya.

Sementara itu, Pemangku Pengarah JHEAINS, Selamat Paigo, ketika dihubungi semalam, mengesahkan mengenai kejadian yang menimpa mangsa, tetapi enggan mengulas lanjut kerana insiden itu sudah diserahkan kepada pihak polis untuk siasatan.

Ketua Polis Daerah Port Dickson, Superintendan Mazlan Othman, pula gagal dihubungi untuk mendapatkan ulasan berhubung kejadian itu.

Harian Metro

14 Jun 2009

Saat menilai cinta (Delima Merkah)




APAKAH progres perhubungan cinta anda tahun lalu?

SETIAP kali menjelang tahun baru, melakukan resolusi mengenai karier, hal kewangan dan cinta sememangnya menjadi rutin bagi setiap orang.

Bagi pasangan yang sedang bercinta, kenangan yang dilalui sepanjang tahun lalu mungkin lebih mematangkan fikiran. Apatah lagi bagi pasangan yang pernah gagal dalam percintaan.

Mereka menganggap tahun yang dilalui umpama suatu pengajaran yang membawa ke arah kehidupan yang lebih bermakna.

Menyentuh soal cinta, jangan pula anda lupa melakukan perubahan kepada diri dengan meletakkan keazaman yang tinggi dalam hal-hal melibatkan dunia percintaan.

Ikuti tip-tip yang disenaraikan di bawah:

1. Lupakan masa lalu

Anda bukanlah insan yang pernah dikhianati, dibenci mahupun ditinggalkan menjelang hari pernikahan. Setiap perkara yang dilalui sepanjang kehidupan lalu harus dijadikan pengajaran. Tetapi, jangan biarkan pengalaman buruk anda pada masa lampau mempengaruhi hubungan yang sedang terjalin.

Jangan biarkan hal-hal positif dan menyenangkan anda dengan pasangan bertukar gara-gara terlalu asyik membuat perbandingan dari tahun ke tahun. Ibaratkan hubungan yang baru dijalinkan itu seperti kertas putih yang siap dicorak.

2. Temui ramai orang

Bekerja di bawah satu bumbung yang sama atau tinggal berhampiran dengan kediaman anda tidak bermakna dapat membantu anda menemui calon kekasih yang berpotensi, kecuali seorang teman yang sudah lama dikenali. Jalinkan hubungan cinta dengan seorang teman yang boleh membawa anda ke arah dunia persahabatan yang lebih bermakna.

Keluarlah dari zon selesa anda. Sekiranya selama ini anda kerap ke pusat gimnasium selepas pulang dari tempat kerja, namun pada tahun ini, bangunlah pada awal pagi dan lakukan rutin harian dengan melaksanakan segala tugasan yang lebih menyihatkan. Lebih berkesan, ikuti kursus atau motivasi yang melibatkan pesertanya terdiri di kalangan lelaki dan wanita.

3. Ubah penampilan

Sudah tiba masanya anda meninggalkan gaya penampilan lama. Tidak salah sekiranya anda mengeluarkan wang yang lebih semata-mata untuk mengubah stail rambut terkini. Kunjungi salon dan bawalah contoh model rambut daripada majalah sekiranya perlu mendapat keterangan.

Demikian pula dalam hal berkaitan pakaian dan aksesori. Pilih baju berwarna cerah dan bermotifkan corak yang menarik agar anda kelihatan menonjol pada setiap masa.

4. Jangan terburu-buru

Menemui cinta baru mungkin mendatangkan kesan positif. Tetapi, jangan pula anda terus membawanya berjumpa dengan seluruh ahli keluarga. Tunggulah sehingga waktu yang tepat dan jangan sesekali merosakkan hubungan yang baru dibina itu. Hindari berbicara tentang masa depan saat hubungan baru berumur setahun jagung. Nikmatilah waktu perkenalan ini untuk memantapkan hati anda dan pasangan.

5. Jangan terlalu memilih

Setiap orang pasti ada kekurangannya, jadi apabila anda begitu obses akan kekurangan pasangan, mungkin anda sukar untuk menemui cinta baru. Sekurang-kurangnya selidik dulu kelebihan yang ada pada dirinya.

6. Buat keputusan

Cinta kerana paksaan akan membawa duka pada kemudian hari. Jangan takut untuk meluahkan apa yang terpendam kerana ia boleh mendatangkan kesan buruk dalam perhubungan. Oleh itu, lakukan keputusan yang berpihak kepada diri dan jangan takut katakan 'tidak'.

Kosmos

Emraan, Soha cedera parah (Hiburan)



EMRAAN HASHMI luka teruk di bahu dan kepala. KANAN: SOHA ALI KHAN

AKTRES Soha Ali Khan dan aktor Emraan Hashmi dilaporkan hampir maut dalam insiden runtuhan yang berlaku di lokasi penggambaran filem terbaru mereka, Tum Mile di Mumbai baru-baru ini.

Biarpun terselamat, kedua-dua Soha dan Emraan mengalami kecederaan yang agak teruk apabila badan mereka terkena kenderaan yang digunakan sebagai props filem itu sehingga kedua-duanya mengalami pendarahan dengan luka yang dalam pada bahu dan kepala masing-masing.

"Saya dan Emraan mengalami kecederaan yang parah bukan sekali tetapi sebanyak dua kali apabila berlaku kemalangan yang tidak dijangka.

"Tum Mile berkisar tentang tragedi Mumbai dilanda banjir pada 2005 dan ketika penggambaran krew menyalurkan sebanyak 20,000 gelen air di lokasi bagi menggambarkan kejadian banjir itu dan kami terperangkap di tengah-tengahnya," ulas Soha.

Tambahnya: "Kami berdua dihanyutkan air dan badan kami terlanggar kereta yang digunakan sebagai props sehingga bahu dan kepala kami luka teruk. Disebabkan perkara itu, penggambaran hari itu telah dihentikan dan ditunda."

Kosmos

13 Jun 2009

Restoran AC Mizal tak ada ong (Hiburan)


DIVA tahu banyak artis kita yang suka buka bisnes. Kalau tak buka kedai baju atau salon, ramai yang membuka restoran.

Tahun lalu, pasangan AC Mizal dan Amylea membuka restoran sulung mereka, Zucchero di Cheras, Kuala Lumpur. Diva pun pernah makan di restoran tersebut dan masakannya enak-enak belaka.

Malangnya baru-baru ini semasa Diva teringin membawa orang kampung Diva makan malam di situ, ia telah ditutup.

Diva ingat restoran tersebut ditutup kerana hari cuti, tapi bila Diva pergi semula ke situ beberapa hari kemudian ia memang seperti sudah ditutup.

Apa sudah jadi AC? Betul ke operasi restoran telah dihentikan?

Diva bukannya apa, kawan baik Diva, Kak Ika beritahu sebelum AC buka restoran itu, tiga restoran sebelumnya pun gagal.

Kata orang Cina, tak ada 'ong'. Jadi agaknya 'ong' turut tak menyebelahi restoran AC dan isterinya itu.

Diva: Adat berniaga, memang ada untung ada rugi.

Kosmos

Bukan main kayu tiga (Hiburan)

Oleh Muhd Izawan Baharin
izawan@hmetro.com.my


KUALA LUMPUR: Isteri Akhil Hayy, Maizawati Zainal menafikan dia pernah bercinta dengan penyanyi nasyid itu ketika masih dalam perkahwinan pertama sebaliknya hubungan mereka mula terjalin semasa dia dalam proses perceraian.

Maizawati, 33, berkata dia tidak pernah `mencari' Akhil ketika masih menjadi isteri orang tetapi terkilan apabila muncul dakwaan dia meninggalkan bekas suami untuk bersama penyanyi nasyid dan penceramah bebas itu.

“Saya berjumpa semula dengan Akhil di tempat kerja semasa saya dalam proses perceraian dengan bekas suami dulu dan bukan mencarinya,” katanya yang dihubungi semalam.

Menurutnya, perpisahan yang berlaku pada perkahwinan pertamanya tidak ada kaitan langsung dengan pertemuannya dengan Akhil.

“Semuanya takdir Allah yang menentukan jodoh, hidup dan ajal kita. Memang kami berkenalan sebelum itu dan ditakdirkan semasa dalam proses perceraian, kami bertemu semula,” katanya.

Maizawati berkata demikian selepas wujud dakwaan dia meninggalkan bekas suami untuk bersama Akhil yang dilaporkan sebuah akhbar mingguan.

“Saya terkilan kerana ada yang mengambil kesempatan menghangatkan isu perceraian saya dengan Akhil melalui laporan yang tidak benar sehingga mencemarkan nama baik saya,” katanya.

Dia berkata, cerita seperti itu bukan saja memburukkan namanya malah mengundang persepsi negatif orang ramai.

“Saya bukan mencari glamor kerana wartawan yang cari saya bukan saya mencari mereka, tetapi saya kesal apabila cerita lain pula keluar.

“Tidak elok berbuat begini kerana saya juga ada perasaan malah boleh mengambil tindakan jika saya mahu kerana ia memburukkan saya pada pandangan masyarakat.

“Saya harap perkara ini tidak berulang lagi, berilah saya peluang untuk menyelesaikan kes saya (cerai) pada 15 Julai ini,” katanya.

Pada 2 Jun lalu, Hakim Syarie Mahkamah Rendah Syariah Ipoh, Mohd Ridzuan Mohd Yusof, membenarkan penangguhan kes tuntutan perceraian Maizawati dengan Akhil selepas kedua-dua pihak bersetuju berunding dan menyelesaikan kes itu secara baik sehingga 15 Julai ini.

Sebelum ini, Maizawati mendedahkan keretakan rumah tangganya dengan penyanyi yang turut digelar Ustaz Rock itu menerusi stesen televisyen dan akhbar sehingga menimbulkan pelbagai persepsi negatif masyarakat dan dikaitkan dengan penyanyi Waheeda.

Sejak itu, kisah rumah tangga mereka terus menjadi tumpuan walaupun Akhil lebih selesa mengambil sikap berdiam diri daripada memberi ulasan mengenai isu itu.

Harian Metro

E-mel anda: Nasihat untuk Ustaz Akhil

NASIHAT peribadi saya kepada Ustaz Akhil Hayy ialah kembalilah ke pangkuan isteri, Maizawati Zainal yang banyak berjasa bukan sahaja menjaga keharmonian rumah tangga, tetapi melahirkan anak-anak yang perlu kasih sayang kerana mereka perlu membesar dengan sempurna dan damai.

Fikir habis-habis dan renungkan mata anak-anak sebelum membuat keputusan kerana tersilap langkah menyesal seumur hidup. Hidup bukan untuk mencari masalah, tetapi untuk mendapatkan ketenangan dan untuk itu kita akan lakukan apa sahaja kerana ketenangan tidak boleh dijual beli.

Walaupun Islam membenarkan lelaki berkahwin lebih daripada satu, tetapi jika dengan perkahwinan itu tidak mampu mententeramkan jiwa, eloklah dibatalkan niat itu.

Perceraian menyebabkan anak memendam rasa dan apabila membesar jiwa mereka memberontak dan terjadilah konflik dalaman dan dendam kepada ibu bapa.

Ingatlah, perempuan yang kita cintai belum tentu memberi kebahagiaan sebagaimana kita telah hidup bersama isteri menempuh bahtera rumah tangga dengan pahit maung serta susah senangnya bersama, tetapi akhirnya istana yang kita bina dan berjaya itu kita runtuhkan.

ABANG SYED
Seremban.

Harian Metro

12 Jun 2009

Hari kahwin rupanya hari bekerja (Hiburan)



Oleh Wan Asrudi Wan Hasan
wanasr@hmetro.com.my

IKUT perancangan asal pelakon dan pengacara, Serina Redzuaswan, 26, mahu mengadakan majlis perkahwinan serentak dengan sambutan hari lahirnya pada 1 Jun lalu.

Begitupun detik indah yang mahu diabadikan bersama jejaka pilihannya Gavin, 33, atau nama Islamnya, Salahudin terpaksa ditunda pada 1 Januari depan.

Anak gadis kepada tukang masak terkenal, Redzuawan Ismail atau Chef Wan mula teruja mahu mengakhiri zaman solonya.

Menurut Serina majlis berkenaan terpaksa ditunda pada tarikh berikut disebabkan beberapa perkara.

"Majlis perkahwinan sepatutnya berlangsung 1 Jun serentak dengan majlis sambutan hari jadi saya, namun disebabkan tarikh berkenaan jatuh pada hari Isnin ketika hari bekerja kami berasa tidak sesuai diadakan majlis itu. Kami kemudiannya sepakat untuk menunda majlis itu.

"Keluarga Gavin juga tidak mendapat cuti yang panjang. Selepas berbincang semula, hari pertama tahun baru adalah tarikh yang paling sesuai untuk mengadakan majlis itu. Secara tidak langsung bermula fasa hidup yang baru buat diri saya," katanya.

Seperti rakan selebriti yang lain majlis perkahwinan Serina turut mendapat perhatian dan dinantikan banyak pihak. Apatah lagi bapanya, Chef Wan turut melahirkan perasaan teruja untuk melihat puteri kesayangannya mengakhiri zaman solo bersama jejaka Inggeris yang mempunyai perniagaan berkaitan mempromosi sukan bola sepak.

Perkenalan lebih setahun lalu ketika menghadiri satu majlis akhirnya membuahkan bunga cinta pasangan berkenaan.

Bercerita lanjut mengenai detik pertemuan mereka, Serina yang sebelum ini pernah merasa perit bercinta mengakui dia langsung tidak terfikir untuk jatuh hati dengan jejaka yang berasal dari London itu.

"Saya memang tidak memikirkan soal bercinta selepas merasai sendiri pedihnya pengalaman apabila putus dengan seorang jurutera tidak lama dulu. Mungkin ada hikmah di sebaliknya.

"Saya bertemu Gavin ketika menghadiri satu majlis. Dia tiba-tiba datang menegur saya dan memberikan kadnya pada saya. Ketika itu saya sedang cakap dengan seorang pelajar.

"Dia minta nombor telefon bimbit saya, tapi saya cakap saya tidak ada dan kalau hendak juga, saya boleh berikan nombor papa saya.

"Memang kelakar apabila diingatkan kembali detik itu. Dia tidak berani pula ambil nombor papa saya. Hendak dijadikan cerita, saya terjumpa semula kad yang dia berikan dalam seluar jeans ketika sedang mengemas pakaian tidak lama kemudian.

"Saya sendiri tidak mengetahui bagaimana hati ini tergerak untuk menghubunginya," kata Serina ketika ditemui pada majlis pelancaran drama kepolisan, Akademi Polis musim ke-4 di Sri Pentas, Bandar Utama, baru-baru ini.

Tambahnya, Gavin akhirnya mengetahui dia adalah seorang artis selepas melihat wajah Serina menghiasi iklan mempromosikan akhbar Harian Metro yang diletakkan di tempat menunggu bas di hadapan sebuah hotel di ibu kota.

Serina mengakui selesa berkawan dengan jejaka itu yang disifatkan seorang yang rendah diri dan pandai membawa diri.

"Saya selesa berkawan dengannya kerana dia tidak melihat saya sebagai seorang artis. Dia juga ada memaklumkan menyukai saya disebabkan karakter saya yang selamba dan boleh berdikari.

"Saya suka berkawan dengannya kerana kami mempunyai keserasian dan berkongsi minat yang sama.

"Malah, dia juga tidak banyak kerenah mungkin kerana sudah lapan tahun menetap di sini.

"Lebih menggembirakan saya apabila melihat dia dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan di kampung. "Saya pernah membawanya pulang ke kampung di Sungai Koyan, Pahang dan dia tidak nampak kekok. Dia suka makanan Melayu terutamanya rendang daging.

"Dia memang pandai membawa diri. Sebab itu saya rasa papa juga merestui hubungan kami. Selain seorang yang terpelajar, dia seorang yang sederhana," katanya.

Tambah Serina lagi, dia bersyukur dan gembira apabila keluarga Gavin juga turut menyambut kehadirannya dengan baik ketika berkunjung ke London, baru-baru ini.

"Alhamdulillah, penerimaan mereka baik. Dan jika Allah benar-benar merestui jodoh kami ini, saya akan cuba sama-sama bimbing Gavin dengan agama Islam.

"Saya juga sedar saya bukanlah hebat sangat, tetapi saya akan belajar bersama-samanya.

"Disebabkan itu saya juga menyarankan kepada Gavin supaya rapat dengan pak cik saya yang mahir dalam agama.

"Malah Gavin sendiri sudah lama memeluk agama Islam, sebelum berkenalan dengan saya.

"Dia memang tertarik dengan Islam dan sentiasa ingin tahu mengenai agama Islam. Justeru, tidak timbul banyak masalah," katanya.

Harian Metro

11 Jun 2009

Lambaian Kampung Durian Guling... Candat Sotong 7 (Singgahsana)

Durian Guling 6


"Tu... dia botnya dah sampai Abg iDAN!"

"Mana satu?.."

"Yang nombor 32 tu...!"

Nampak agak kecil berbanding bot Pak Senon yang pernah aku naiki dulu di Kuala Terengganu juga, nampak lama. Aku, Syukria, dua anakku Aziq & Afiz, Pak Ya & Nuzul. Enam orang. Adik Syukria yang masih berdarah manis tak jadi nak turun ke laut. Aku lihat Mila & anak-anak bersalaman, aku terus menaiki bot & duduk di belakang bot. Kami bebas nak duduk di mana. Ada sesetengah trip memancing, tempat duduk pun kena cabut undi.

Selalunya jika aku mengikuti Fairus pun Che Wan memancing; tak kira sangat tentang tempat duduknya. Lagipun hasil tangkapan dikira sama rata. Jika berenam memancing akan dibahagikan enam, tak kiralah adik beradik atau ayah & anak. Tak kiralah mabuk atau tak pandai memancing. Jadi tak timbul masalah hasil tangkapan, maka apa bedanya tempat duduk. Yang kerap membezakan tempat duduk & tangkapan adalah kaum cina.



Cuaca asar kini agak cerah, awan nampak terang; ombak laut pula sederhana. Tali ikatan bot dibuka & kami memulakan pengembaraan ke laut. Saat paling ghairah tiap kali ke laut; adalah mulanya belajar meninggalkan jeti. Tak siapa pun sifu mencandat sotong antara kami. Aku baru tiga kali mencandat sotong. Dua kali sebelum ini gagal. Pertama di Penyabong, sotongnya hanya timbul sekejap waktu magrib kemudian tiada. Kedua kalinya dengan bot Pak Senon di Kuala Terengganu juga, aku tumbang pertama kali mabuk laut.

Aku nampak lambaian Mila, Azim, & Anif. Orang rumah Pak Ya dan anak kecilnya. Mereka akan pulang ke calet bersama dengan Avanza. Isteri Syukria & adiknya pun ada di jeti.

"Aziq mari dekat ayah ni, sebelah sana tu kuat bau minyak, nanti Aziq mabuk pula dengan bau minyak tu..!" Kuat amat bau minyak disel dari enjin bot. Ombak satu hal yang membuat kita mabuk ke laut. Bau disel juga satu punca antara yang buat kita mabuk laut.



Aziq & Afiz nampak ceria lantaran inilah kali pertama mereka ke laut. Aku sendiri tak ingat lagi ini kali ke berapa aku turun ke laut; memancing atau mencandat sotong. Sejak kenal Fairus memang aku rajin ke laut. Sebelum itu pernah sekali dengan geng KKA ke Pulau Angsa. Bersama Mail Besar, Mail Kecil & Joha. Penyabong rasanya telah tiga kali, Sedili pun rasanya sekitar tiga kali, jadi mungkin ini kali ke belasan. Tidur di Kelong Lukut sekali.

Seingat aku paling seronok kenangan memancing adalah bersama Pak Wahid, Sharil Smart Fairus & Fareez di Penyabong. Selebihnya mungkin dengan geng orang Johor & Che Wan di Sedili. Seronok ke laut lantaran tekong & awak-awaknya yang baik.

Di bot ini aku lihat ada tiga orang awak-awak. Seorang tekong. Ada seorang awak-awak yang begitu ramah; muda lagi. Sepanjang perjalanan menuju ke Pulau Kapas dia sentiasa mengajar bagaimana mengikat mata candat dan lain-lain. Seorang lagi awak-awak aku lihat senyap atas bumbung pondok bot. Seorang lagi tidur dalam pondok. Tekongnya aku pun tak pasti namanya tak keluar langsung dari bilik kemudi; Syukria pasti kenal semua mereka sebab katanya semuanya orang kampung dia.



"Tenguklah air laut ini Along, nampak hijau semacam, jika kita di tengah laut; nampak airnya biru amat..!" Aku menunjukkan betapa indahnya laut kepada Afiz. Aku juga berpesan agar jangan banyak sangat tenguk ombak takut cepat mabuk. Banyakkan tenguk ke langit jika terasa pening dilambung ombak. Biar pun masing-masing telah telan dua biji ubat mabuk tak semestinya selamat dari serangan mabuk laut.

Bau disel masih tak reda, biar pun duduk di mana bahagian belakang. Jadi aku membuat keputusan duduk di hadapan bot. Mengajak anak-anak ke depan bot. Faham sahajalah jika duduk di depan; ombak nampak ganas merembas kami. Pakaian aku hampir basah ditempiasi ombak.

- bersambung

10 Jun 2009

Suami isteri mati krisis rumah tangga (Ceritera & Delima Merkah)



KUALA LUMPUR: Punca kematian sepasang suami isteri yang ditemui dalam sebuah unit kediaman di Kondominium Idaman Sutera, Setapak, di sini, kelmarin akhirnya terjawab sejurus laporan patologi dikeluarkan semalam.

Ketua Polis Daerah Sentul, Asisten Komisioner Zakaria Pagan, menjelaskan tragedi itu dipercayai berpunca krisis rumah tangga yang dialami mereka.

“Hasil bedah siasat, pihak patologi bagaimanapun belum dapat mengesahkan sebab kematian si lelaki dan akan membuat beberapa ujian lanjut.

“Bagaimanapun, kecederaan pada tangan si mati disebabkan olehnya sendiri manakala si mati wanita cedera di tangan dipercayai akibat mempertahankan diri daripada serangan menggunakan objek tajam,” katanya.

Zakaria menjelaskan setakat ini polis percaya ia kes bunuh dan membunuh diri dipercayai berpunca masalah rumah tangga.

Si suami dipercayai membunuh isterinya sebelum membunuh diri dan kes dianggap selesai berikutan kedua-dua pihak yang terbabit ditemui mati, namun siasatan diteruskan dan mengklasifikasikan laporan kematian mengejut.

Harian Metro

iDAN:

Malam tadi aku mimpikan Arwah Nasha lagi, mungkinkah rohnya amat gusar di sana. Dia dalam kelaparan tapi tidak pula menunjukkan padaku akan kelaparannya. Rasanya kami berada di satu pesta. Apabila aku mempelawanya untuk makan di buah gerai perbagai yang dipesannya.

"Aku laparlah iDAN, tapi aku segan nak cakap dengan kau!.."

"Isk! dengan aku janganlah kau berkira sangat!" Sikap merendah diri & menyimpan perasaannya masih kekal di dirinya.

Semua tahu kisah trajis Arwah Nasha tapi tidaklah dia sekejam ceritera di akhbar ini. Dia sanggup mengorbankan nyawanya lantaran dia tahu isteri & anak-anaknya akan tetap boleh survival meneruskan hidup mereka. Dia telah sediakan segalanya. Rumah & duit pencennya jika berjimat keluarganya boleh hidup dalam sederhana.

Dia pernah mengadu padaku yang isterinya telah mendapat gaji yang lumayan; maka dengan pengalaman kerja yang ada, bukan satu yang membebankan jika isterinya berkerja sambil membesarkan anak-anaknya. Tetapi takdirnya isterinya ke arah lain. Bernikah lagi dengan suami orang. Kini dengar khabar anaknya makin bertambah. Maka anaknya terpaksa berhenti sekolah & anaknya yang sulung telah berkerja di fakulti; bekas tempat aku berkerja.

Krisis rumahtangga sememangnya banyak menjadi punca kehidupan ini amat deritanya. Maka itu seharusnya ada yang membantu keluarga yang berkrisis. Jika di jiwa setiap pasangan punyai keimaman yang kukuh pasti tidak sampai bunuh membunuh atau mencari jalan salah; sesat. Yang tambah rumitnya keujudan orang ketiga, tak kira keluarga atau rakan, kekasih baru atau perosak rumahtangga yang sering menangguk di air keruh atau pun tambah memecah belahkan keluarga yang bermasalah. Orang ketiga ini sebenarnya lebih bertanggungjawab & menanggung dosa jika pasangan tersebut mencari jalan salah lantaran hasutan atau campur tangan dalam krisis tersebut. Sebab jelas di dalam agama kita; kita juga terpaksa menanggung dosa subahat. Seperti berdosanya jika sama-sama menjual arak, membawa, membuat atau apa saja yang membuatkan arak itu berluasa jualannya.

Maka itu jika kita sebagai rakan yang tahu rumahtangga rakan kita dalam krisis, dalam bermasalah; berilah nasihat baik yang dapat mendamaikan mereka bukan memberi nasihat kalut atau batu api nan memarakkan api yang sedia ada. Jika tak pandai memberi nasihat baik jangan campur tangan; doakan dari jauh agar Allah Azzawajalla akan mencarikan jalan yang akan mengembalikan kebahagiaan mereka.

Serang di lokasi (Hiburan)



Oleh Muhd Izawan Baharin, Abdullah Wahab dan Elrafaei Sapi
am@hmetro.com.my

KUALA LUMPUR: “Ini serangan terancang bertujuan mahu mengaibkan saya,” kata pelakon Haleeda menceritakan insiden serangan dan pergaduhan ketika penggambaran drama bersiri di sebuah rumah di Bukit Jelutong, Shah Alam, Jumaat lalu.

Haleeda atau nama sebenarnya, Halida Mazlin Badaruddin, 37, menjelaskan kejadian jam 10 malam itu berpunca daripada salah faham dan cemburu buta, namun bertukar serius dan bertambah teruk apabila ada pihak tertentu masuk campur.

“Kejadian mungkin berlaku kerana saya meminjam kereta milik seorang pelakon lelaki berikutan kereta saya dihantar ke bengkel, tetapi saya rasa perkara itu (meminjamkan kereta) tidak diketahui isterinya.

“Apabila isterinya mengetahuinya, dia terus menyerbu ke lokasi (penggambaran) malah menghubungi pihak media untuk datang sekali merakamkan kejadian,” katanya yang ditemui di lokasi penggambaran siri Kecuali Cintamu di Seri Kembangan di sini, semalam.

Menurutnya, ketika isterinya tiba, pelakon lelaki itu turut di lokasi penggambaran menyebabkan kekecohan berlaku, malah disebabkan campur tangan pihak lain, pelakon itu dipukul.

“Saya memang terkejut kerana perkara sedemikian berlaku sedangkan masalah ini boleh diselesaikan melalui perbincangan, tambahan pula saya kenal isteri pelakon itu dan dia juga kenal saya.

“Dalam kekecohan itu, pelakon berkenaan menampar isterinya dan saya rasa ia perbuatan yang wajar kerana tindakannya (isteri) tidak berfikir panjang itu bukan saja mengganggu penggambaran, malah mendatangkan aib kepada suaminya,” katanya yang membuat laporan di Balai Polis Bukit Jelutong, sejurus kejadian berkenaan.

Haleeda berkata, disebabkan insiden berkenaan, penggambaran drama itu terpaksa ditangguhkan menyebabkan ia memberi kesan kepada banyak pihak.

“Saya anggap tindakannya (isteri pelakon) tidak bermaruah dan tidak menggunakan akal kerana perkara remeh yang boleh dibincangkan, diperbesarkan semata-mata mahu memalukan saya.

“Sekarang kejadian itu tempias kepada dia pula kerana saya dengar dia menyesal dan meminta maaf kepada suaminya selepas sedar digunakan pihak lain,” katanya.

Ditanya mengenai seorang lelaki bergelar Datuk yang turut terbabit dalam insiden itu, Haleeda berkata, dia tidak mahu mengulas kerana kejadian itu dalam siasatan polis.

Bagaimanapun, dramatis itu menjelaskan, individu bergelar Datuk itu mempunyai kaitan dengan kejadian berkenaan.

“Biarlah polis menjalankan siasatan mengenai kejadian itu, tetapi apabila disiarkan di televisyen dan ditonton orang ramai, wujud pelbagai persepsi negatif terutama terhadap saya,” katanya.

Mengenai perkembangan kerjayanya, Haleeda berkata, dia menerima beberapa tawaran berlakon selain drama Kecuali Cintamu yang sedang dalam proses pembikinan, tetapi dia mahu memberi fokus terhadap penggambaran drama itu kerana ia mengambil masa panjang.

“Disebabkan berlaku pula perkara sampingan seperti ini, saya jadi letih fizikal serta mental dan mahu berehat,” katanya.

Sementara itu, Timbalan Ketua Polis Daerah Shah Alam, Superintendan M Chandra yang dihubungi mengesahkan menerima laporan berhubung serangan dan pergaduhan itu.

Menurutnya, kes itu disiasat mengikut Seksyen 323 Kanun Keseksaan kerana sengaja mendatangkan kecederaan.

Harian Metro

Tiada cinta

Oleh Muhd Izawan Baharin
izawan@hmetro.com.my



AMPANG: “Saya dengan Haleeda hanya rakan sekerja, tidak lebih daripada itu,” kata pelakon Shah Hassan mengenai status hubungannya dengan penyanyi dan pelakon wanita berkenaan selepas insiden serangan dan pergaduhan ketika penggambaran drama bersiri minggu lalu.

Malah katanya, niat meminjamkan kereta kepada Haleeda adalah atas dasar membantu kawan.

“Saya membantu seorang kawan yang saya percaya, tetapi saya tidak sangka ia mengundang perkara buruk sehingga mengaibkan ramai pihak,” katanya dalam pertemuan dengan Harian Metro semalam.

Shah, 37, juga mendakwa Haleeda dan isterinya saling mengenali antara satu sama lain dan soal cemburu tidak sepatutnya timbul.

“Punca kejadian itu disebabkan cemburu buta dan tidak puas hati seorang individu bergelar Datuk,” katanya.

Beliau mendakwa disebabkan perasaan itu, isterinya terpedaya selepas dihasut sehingga menyebabkan berlaku serangan dan pergaduhan.

“Sebenarnya perkara ini dapat diselesaikan dengan berunding, tetapi disebabkan campur tangan Datuk terbabit terjadi perkara memalukan itu,” katanya.

Akhbar ini Rabu lalu melaporkan Haleeda atau nama sebenarnya, Halida Mazlin Badaruddin, 37, mendakwa meminjam kereta Shah berikutan keretanya dihantar ke bengkel dan perkara itu tidak diketahui isteri pelakon lelaki itu.

Bagaimanapun, isteri Shah menyerbu lokasi apabila mengetahui perkara itu dan mendakwa ia berikutan hasutan pihak tertentu dan dirancang untuk mengaibkannya.

Kejadian terbabit menyebabkan penggambaran drama bersiri Kecuali Cintamu itu terpaksa ditangguhkan menyebabkan ia memberi kesan kepada banyak pihak.

Berikutan kejadian serangan itu, Haleeda dan Shah membuat laporan di Balai Polis Bukit Jelutong selepas kejadian terbabit.

Sementara itu Shah berkata, beliau tidak mahu memanjangkan lagi isu berkenaan sebab membabitkan maruah keluarga dan maruah seorang kawan.

“Jadi di peringkat keluarga, biarlah saya sendiri selesaikan manakala mengenai insiden serangan serta pergaduhan itu, saya serahkan kepada polis untuk menyiasat,” katanya.

Shah bagaimanapun menghargai sikap berkecuali produksi Kecuali Cintamu yang memahami keadaan.

“Saya harap cukuplah isu ini dihentikan di sini saja,” katanya.